52 Tenaga Kependidikan FTSP UII Mengikuti Pelatihan IoT

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

52 Tenaga Kependidikan FTSP UII Mengikuti Pelatihan IoT

Sabtu (9 September)  52 (lima puluh dua) Tenaga Kependidikan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)  Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti pelatihan Internet of Thing (IoT) bertempat di Ruang Laboratorium Komputasi Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Tujuan pelatihan adalah supaya peserta  mengetahui dan memahami konsep dari sistem IoT (Internet of Things) beserta dampaknya, bisa membuat sebuah model sederhana dari sistem IoT, dan Cloud Computing dari Google Drive.

Sebagai nara sumber adalah Cholid Haryono, ST dari Badan Sistem Informasi (BSI) UII yang mengulas tuntas materi tersebut dengan 2 (dua) gelombang pagi dan gelombang siang.

Dalam pemaparannya Cholid Haryono mengatakan bahwa, Internet of Things (IoT) telah menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan akhir-akhir ini. IoT tidak hanya menjadi suatu konsep yang mempengaruhi hidup manusia tetapi bagaimana IoT bisa membantu memudahkan kehidupan manusia.

Fakta menyatakan ketersediaan broadband Intenet semakin meningkat, biaya koneksi semakin murah, begitu juga harga alat pengembangan teknologi. Fakta ini menjadikan IoT sebagai sesuatu yang sempurna untuk digunakan.

Lebih lanjut Cholid Haryono memberikan penjelasan bahwa  Internet of Things itu adalah konsep dasar yang menghubungkan perangkat apapun satu sama lain. Termasuk kulkas, TV, mesin cuci, lampu, smartphone, mobil dan masih banyak lagi.

IoT akan mempunyai dampak yang menyebabkan aturan baru dimana aturan masa depan akan menjadi “apapun yang dapat dihubungkan, akan terhubung”. Namun, pertanyaannya kenapa kita memerlukan banyak perangkat yang saling terhubung satu sama lain?

Untuk skala yang lebih luas, IoT dapat diterapkan untuk jaringan transportasi untuk kepetingan Smart City yang dapat membantu kita mengurangi limbah dan meningkatkan penggunaan energi seefisien mungkin.

Sebelum praktek Cholid Haryono pun menyampaikan Cloud Computing atau yang dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai Komputasi Awan telah kita gunakan dan rasakan manfaatnya tanpa kita sadari. Google Drive merupakan salah satu contoh tempat kita menyimpan file dengan cara mengupload. Dalam hal ini peran seperti flashdisk sebagai sebuah storage dapat digantikan oleh google drive. Untuk menggunakan layanan google drive tentunya kita harus menggunakan koneksi internet ataupun email internet. Dengan demikian layanan tersebut bisa disebut bagian dari cloud computing atau komputasi awan.

Cloud computing adalah sebuah model untuk memberikan layanan teknologi informasi di mana resource diambil dari internet melalui tool dan aplikasi berbasis web dan bukan koneksi langsung ke server. Data dan perangkat lunak disimpan di server, Namun, struktur komputasi awan memungkinkan akses ke informasi asalkan perangkat elektronik tersebut memiliki akses ke web.  Cloud computing menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna dari jarak jauh bahkan dapat mengolah 1 (satu) data dalam beberapa orang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.