FTSP UII Gelar Workshop Preparation for Internasional Class Teaching

FTSP UII Gelar Workshop Preparation for Internasional Class Teaching

Sebagai bagian dari komintmen Fakultas Teknik Sipil (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) guna memberikan kwalitas pendidikan bertaraf internasional dan guna pengembangan civitas akademika FTSP UII setelah mendapat akreditasi internasional dari Japan Acreditation Board for Engineering Education (JABEE) untuk Teknik Sipil, Korean Architecture Accrediting Board (KAAB) untuk Arsitektur, dan Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA untuk Teknik Lingkungan, Sabtu (9 September) FTSP UII menggelar Workshop “Preparation for Internasional Class Teaching” yang bertujuan untuk mempersiapkan dosen FTSP UII dalam pembelajaran di kelas internasional.

Selaku fasilitator Center of Academic Excellence (CEA) UII Herman Felani, S.S.,MA yang saat ini juga sedang mengambil S3 American Studies; Budi Tiara Novitasari, SE., M.Si.,Akt; Ginanjar Gailea, MA; dan Anandayu Suri Ardini, MA.

Hadir sekaligus meyampaikan kata sambutan Dekan FTSP UII (Dr.Ing-Ir.Widodo, M.Sc), para Ketua Program Studi dilingkungan FTSP UII, serta puluhan dosen internasional class.

Dalam sambutannya Dekan FTSP UII menuturkan, workshop ini sangat penting karena mulai semester genap 2017/2018 FTSP mulai adanya  internasional class, dan Sistem belajar mengajar di international class berbeda, sehingga para dosen harus mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Dr.Ing.Ir.Widodo menambahkan, FTSP UII membuka kelas international di 2 (dua) Program Studi (Prodi) yaitu Prodi SIpil 1 (satu) kelas dengan  mahasiswa sebanyak 15 (lima belas), dan Prodi Arsitektur 2 (dua) kelas dengan mahasiswa sebanyak 46 (empat puluh enam) orang mahasiswa.

Ia mencontohkan mahasiswa USA (Amerika) sama dengan mahasiswa sangat aktif, bahkan sebelum kelas dimulai mahasiswa sudah berpendapat. Ada mahasiswa Jerman sama dengan relatif aktif, namun akan berpendapat jika diminta oleh dosen/professornya.

FTSP UII Gelar Workshop Preparation for Internasional Class Teaching

Senada dengan Dekan FTSP UII  Ir.Wiryono Rahardjo, Ph.D selaku Dekan Clas Internasional Program mengatakan FTSP UII memiliki awalan yang sangat baik dengan peminat international class yang begitu banyak, oleh karenanya perlu membuka klas internasional program langsung beberapa klas untuk 2 (dua) Prodi.

Disamping itu Wiryono Rahardjo bercerita dan berharap, pengalaman di International program UII, mahasiswa IP memiliki banyak kesempatan untuk berprestasi di luar negeri. Sehingga dengan harapan yang sama Internasional Class FTSP UII ini  minimal akan seperti itu juga.

Dalam Workshop  yang difasilitatori oleh Center of Academic Excellence (CEA) UII, ditekankan metode belajar mengajar yang mengadopsi berbagai bentuk pekerjaan dan pembelajaran yang berbeda-beda, seperti ceramah, diskusi, presentasi siswa, kegiatan kelompok, ataupun kerja mandiri. Beberapa pendekatan pengajaran berbasis proses, serta terdapat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.

Di dalam Workshop  ini diberikan juga contoh-contoh teknologi pendukung dalam mengajar dalam kelas internasional, seperti Edmodo, Grammarly, Canvas, EdPuzzle, Screencast O’matic, Flip learning, dan Google for Collaborative Works.

52 Tenaga Kependidikan FTSP UII Mengikuti Pelatihan IoT

52 Tenaga Kependidikan FTSP UII Mengikuti Pelatihan IoT

Sabtu (9 September)  52 (lima puluh dua) Tenaga Kependidikan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)  Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti pelatihan Internet of Thing (IoT) bertempat di Ruang Laboratorium Komputasi Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Tujuan pelatihan adalah supaya peserta  mengetahui dan memahami konsep dari sistem IoT (Internet of Things) beserta dampaknya, bisa membuat sebuah model sederhana dari sistem IoT, dan Cloud Computing dari Google Drive.

Sebagai nara sumber adalah Cholid Haryono, ST dari Badan Sistem Informasi (BSI) UII yang mengulas tuntas materi tersebut dengan 2 (dua) gelombang pagi dan gelombang siang.

Dalam pemaparannya Cholid Haryono mengatakan bahwa, Internet of Things (IoT) telah menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan akhir-akhir ini. IoT tidak hanya menjadi suatu konsep yang mempengaruhi hidup manusia tetapi bagaimana IoT bisa membantu memudahkan kehidupan manusia.

Fakta menyatakan ketersediaan broadband Intenet semakin meningkat, biaya koneksi semakin murah, begitu juga harga alat pengembangan teknologi. Fakta ini menjadikan IoT sebagai sesuatu yang sempurna untuk digunakan.

Lebih lanjut Cholid Haryono memberikan penjelasan bahwa  Internet of Things itu adalah konsep dasar yang menghubungkan perangkat apapun satu sama lain. Termasuk kulkas, TV, mesin cuci, lampu, smartphone, mobil dan masih banyak lagi.

IoT akan mempunyai dampak yang menyebabkan aturan baru dimana aturan masa depan akan menjadi “apapun yang dapat dihubungkan, akan terhubung”. Namun, pertanyaannya kenapa kita memerlukan banyak perangkat yang saling terhubung satu sama lain?

Untuk skala yang lebih luas, IoT dapat diterapkan untuk jaringan transportasi untuk kepetingan Smart City yang dapat membantu kita mengurangi limbah dan meningkatkan penggunaan energi seefisien mungkin.

Sebelum praktek Cholid Haryono pun menyampaikan Cloud Computing atau yang dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai Komputasi Awan telah kita gunakan dan rasakan manfaatnya tanpa kita sadari. Google Drive merupakan salah satu contoh tempat kita menyimpan file dengan cara mengupload. Dalam hal ini peran seperti flashdisk sebagai sebuah storage dapat digantikan oleh google drive. Untuk menggunakan layanan google drive tentunya kita harus menggunakan koneksi internet ataupun email internet. Dengan demikian layanan tersebut bisa disebut bagian dari cloud computing atau komputasi awan.

Cloud computing adalah sebuah model untuk memberikan layanan teknologi informasi di mana resource diambil dari internet melalui tool dan aplikasi berbasis web dan bukan koneksi langsung ke server. Data dan perangkat lunak disimpan di server, Namun, struktur komputasi awan memungkinkan akses ke informasi asalkan perangkat elektronik tersebut memiliki akses ke web.  Cloud computing menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna dari jarak jauh bahkan dapat mengolah 1 (satu) data dalam beberapa orang.

FTSP UII Lakukan MoU Bersama BPTK Adakan Program Distance Learning

FTSP UII Lakukan MoU Bersama BPTK Adakan Program Distance Learning

Jum’at (8 September) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi (BPTK) Ditjen Bina Konstruksi mengadakan Program Distance Learning bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Pelatihan jarak jauh (Distance Learning) bidang konstruksi merupakan sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi para tenaga kerja dan pencari kerja bidang konstruksi berbasis teknologi informasi yang kualitasnya sama seperti pelatihan tatap muka.

Pelatihan jarak jauh (Distance Learning) yang dapat di akses oleh peserta didik kapanpun dan dimanapun melalui jaringan internet, diharapkan mahasiswa lulusan FTSP UII memiliki serfitikat pelatihan sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja.

Sebelum melaksanakan sosialisasi program, FTSP UII yang diwakili oleh Ketua Program Studi Teknik Sipil (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D) dan Ketua Program Studi Teknik Lingkungan (Hudori, ST., MT)  mengadakan Perjanjian Kerja Sama MoU dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi melalui Distance Learning. Program Distance Learning ini merupakan pelatihan tabah 1 (pertama) yang diikuti 211 (dua ratus sebelas) mahasiswa dan alumni FTSP UII.

Workshop Program Pelatihan jarak Jauh FTSP UII: Tenaga Ahli Konstruksi Masih Diperlukan

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Dr.-Ing. Ir. Widodo, M.Sc

Jum’at (8 September) Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)  Dr.-Ing. Ir. Widodo, M.Sc  menyambut dengan baik kerjasama dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Dirjen Bina Konstruksi. Dipilihnya Program Studi (Prodi) Teknik Sipil serta  Teknik Lingkungan FTSP UII sebagai mitra merupakan  hal yang amat sangat tepat. Karena  kedua Prodi tersebut sudah  mempunyai pengakuan  akreditasi internasional sehingga tidak diragukan lagi kompetensinya.

Demikian disampaikan Dekan FTSP UII dalam penandatanganan  kerjasama MoU berkaitan dengan pelaksanaan program pelatihan jarak jauh bidang konstruksi, knowledge management, dan seminar teknologi terapan bidang konstruksi di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Sedangkan penandatanganan MoU antara 2 (dua) Prodi Teknik Sipil serta Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII  dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Dirjen Bina Konstruksi dilakukan pada waktu itu juga.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Rektor III UII (Ir. Agus Taufiq, M.Sc), Ketua LPJK DIY yang sekaligus bertindak sebagai Dekan FTSP UII, Cakra Nagara, S.T., M.T., M.E. selaku Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, segenap dewan dosen, para undangan, dan ratusan mahasiswa baik Prodi Teknik Sipil maupun Teknik Lingkungan FTSP UII.

Wakil Rektor III UII menuturkan, bahwa  Indonesia perlu mendorong percepatan kapabilitas tenaga kerja ahli bidang konstruksi. Hal ini penting karena pembangunan infrastruktur Indonesia dinilai masih tertinggal jika dibanding negara-negara tetangga.

Menurut data indeks daya saing infrastruktur yang dikeluarkan Global Competitiveness Index, Indonesia pada tahun 2016 menduduki peringkat ke-60. Meskipun naik cukup signifikan (pada tahun 2011 RI peringkat ke-90), namun RI masih tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Cakra Nagara, ST., MT., ME

Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi (Cakra Nagara, ST., MT., ME) mengatakan tingginya kebutuhan tenaga ahli konstruksi tidak berbanding lurus dengan masih terbatasnya tenaga kerja yang ada baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Peserta Workshop Program Pelatihan jarak Jauh FTSP UII

Ia berharap supaya para mahasiswa FTSP UII turut  aktif juga untuk berpartisipasi dalam menulis karya ilmiah, dan karya tersebut dapat diunggah ke dalam website SIBIMA  konstruksi (sibima.pu.go.id) yang  merupakan portal  pada bidang jasa konstruksi di seluruh Indonesia.

Professor Toshiro YAMADA Jepang Kunjungi FTSP UII

Professor Toshiro YAMADA Jepang Kunjungi FTSP UII

Sebagai tindak lanjut rencana kerjasama (Memorandum of Understanding) antara Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Islam Indonesia  (UII) dengan Faculty of Engineering, Gifu University, Jepang, Associate Professor Toshiro YAMADA melakukan kunjungan selama 3 (tiga) hari ke FTSP UII dan Program Studi Teknik Lingkungan FTSP.

Kunjungan liaision dari  Gifu University ini pun dimanfaatkan dengan melakukan pertemuan pada Kamis tanggal  7 September 2017 yang dihadiri oleh Dekan  FTSP UII (Dr-Ing.Ir. Widodo, M.Sc)  Dekan FMIPA (Allwar, Ph.D),  Wadek  FTSP UII (Setya Winarno, ST., MT., Ph.D), Ketua Prodi Teknik Lingkungan FTSP (Hudori, ST., MT.), liaision FTSP UII (Dr. Joni Aldilla Fajri) dan juga beberapa dosen Teknik Lingkungan UII  (EkoSiswoyo, Ph.D), serta dan Dosen Prodi Kimia (Dr. Noor Fitri).

Pertemuan ini bertujuan untuk saling mengenal antar kedua fakultas dan universitas, dan juga membicarakan kegiatan yang akan dilakukan setelah penandatanganan MoU antar kedua fakultas seperti  exchange student, kolaborasiriset, pengiriman pemateri untuk kegiatan seminar internasional dan program summer course.

Selainitu poin yang lebih penting lagi adalah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia FTSP dan FMIPA UII terutama para dosen yang berlatar belakang master bisa melanjutkan program doktor ke Gifu University. Program ini menjadi sangat penting karena banyak program doktor yang bisa diambil oleh dosen dari kedua fakultas di Gifu University.

Professor Toshiro YAMADA Jepang Kunjungi FTSP UII 2

Selain pertemuan, Assoc. Prof. Toshiro YAMADA juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru teknik lingkungan  angkatan 2017, dan juga angkatan diatasnya yang berjudul Introduction of Japanese Drinking Water Treatment and Wastewater Management. Tingginya minat mahasiswa Teknik Lingkungan  akan kemajuan teknologi Jepang dalam menjaga lingkungan, mengolah limbah dan memproduksi air minum yang berkualitas, membuat ruangan kelas di padati mahasiswa hingga mencapai 250 orang dan menarik mahasiswa baru untukmemberikan pertanyaan yang sangat bagus.