Arsitektur FTSP UII Hadirkan Ibrahim Malik Alumnus Arsitektur UII Jelajahi Ibukota Hingga Eropa

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sebagai seorang mahasiswa dituntut  untuk mengembangkan suatu kemampuan, bakat, atau ketrampilan yang ada di dalam diri manusia (softskill) guna berkompetensi di ranah Nasional maupun Internasional, disamping  mengembangkan kemampuan di bidang hardskill (penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya).

Demikian disampaikan dalam mukadimah acara sharing alumnus dengan mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Rabu (2 Mei) bertempat di IRC Gedung Mohammad Natsit FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 oleh Ibrahim Malik, S.Arc (Alumnni Arsitektur 2016), yang dihadiri Ketua Program Studi Arsitektur UII (Noor Cholis Idham, M.Arch., Ph.D., IAI), beberapa dosen Arsitektur dan puluhan mahasiswa Arsitektur UII.

Ibrahim Malik adalah mahasiswa angkatan 2012 yang lulus pada Agustus 2016 dengan hasil IPK  Cum Laude, penerima beasiswa unggulan BPKLN, Mahasiswa Berprestasi UII tahun 2015, selama studinya di UII pernah mengembangkan softskill dan  hardskill di 10 (sepuluh) Negara seperti Malaysia, Jepang, Singapura, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Belanda, Belgia, dan Cairo.

Ibrahim Malik berbagi pengalaman di depan mahasiswa Arsitektur UII, bahwa dirinya selama studi di Arsitektur FTSP UII menekuni perkuliahan dengan sebaik baiknya, bahkan mengaku selama studi di Arsitektur UII hanya 2 (dua) kali begadang. Belajar dan mengerjakan tugas kecil dan besar seperti STUPA tidak perlu dilembur sampai bermalam (begadang), karena bisa diselsesaikan dalam waktu yang singkat.

Disisa sisa waktunya yang kosong itulah Ibrahim Malik berupaya untuk berkiprah di lembaga mahasiswa sebatas kepanitiaan kegiatan, bermotivasi untuk berbagi pengalaman dan saling mengenal antar mahasiswa. Awalnya ia mempunyai rasa di bayang bayangi rasa takut mengikuti kegiatan. Namun diawal pengalamannya ia mempunyai  percaya diri bahwa mimpi mimpinya akan menjadi kenyataan.

Alhasil setelah berkiprah di dalam kampus menjadi kepanitian kegiatan, Ibrahim Malik mencoba untuk mengikuti kegiatan Seminar/ Workshop di Jakarta dan Malang (Jawa Timur). Disitulah ia mendapatkan tambahan wawasan yang lebih luas lagi mimpi mimpinya ingin meluaskan pengalamannya sampai ke Luar Negeri bahkan sampai ke negara Eropa.

Eratnya hubungan bilateral antara Jepang dengan neg

ara-negara ASEAN, khususnya Indonesia tidak hanya nampak di bidang ekonomi namun juga di bidang pendidikan. Waktu itu Jepang sedang menggalakkan kunjungan dari para pelajar ASEAN ke negerinya lewat program pertukaran pelajar. Saya (Ibrahim Malik) mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan JICE (Japan International Cooperation Center).  Bersama puluhan mahasiswa Indonesia lainnya yang berasal dari berbagai universitas,  memperoleh kesempatan selama 9 hari di bulan April 2014, untuk belajar tentang perencanaan dan tata kota di Jepang.  

Ibhrahim Malik menambahkan, di bulan Pebruari 2015 akhirnya saya mendapatkan kesempatatan mengikuti  konferensi akademik Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia selama 2 (dua) hari. Saya memaparkan makalah berbahasa inggris  di hadapan para peserta dari berbagai universitas baik universitas Nasional maupun Internasional tentang Pengaruh Pemikiran Islam Kontemporer terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Adapun perihal lolosnya tulisan jurnal ilmiahnya dalam forum ini berawal dari info yang ia terima di media sosial. Setelah mendapatkan info tersebut ia mencoba untuk menulis dan mendaftarkan diri untuk mengikuti forum ini. ” Awalnya saya dapet dari medsos, ya pertama saya hanya coba-coba aja ikut- ikutan untuk pengalaman. Tapi Alhamdulillah malah keterima dan diundang untuk presentasi di Kuala Lumpur.

Di bulan yangg sama, sepulang dari Kuala Lumpur ia kembali mengikuti internasional maritime expo di Singapura selama 3 (tiga) hari. Pada bulan Nopember 2015 selama 1 (satu) minggu saya mendapat kesempatan wakil pemuda Indonesia dari seluruh ASEAN di Amerika Serikat  dalam program Internasional YSEALI Academic Fellows XX. Ditahun yang sama pula, atas penunjukan kementerian Arab Saudi Arabia saya mendapat undangan untuk melaksanakan ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah.

Nopember 2015 kembali saya  mewakili Indonesia khususunya UII dalam acara YSEALI SUMMIT di Malaysia. Pada kesempatan itu saya  bersama ratusan pemuda dari seluruh negara ASEAN berkumpul untuk membahas isu-isu yang berkembang di lingkungan ASEAN.  YSEALI Summit ini merupakan agenda follow up dari YSEALI academic fellowship yang pernah saya ikuti sebelumnya di Amerika. Namun pada program ini, waktunya lebih singkat dan kegiatannya lebih intens.

Walaupun program YSEALI summit ini begitu singkat, namun banyak manfaat yang bisa didapat dari program ini. Output dari agenda ini adalah rumusan dan program-program mengenai perubahan yang akan di lakukan untuk kebaikan ASEAN.

Disisa waktu perkuliahannya tepatnya bulan April hingga awal Mei 2016 saya mendapatkan kesempatan keliling negara Eropa seperti Paris, Belanda, Jerman, dan Belgia dalam acara studi ekskursi. Ia mengaku berhubung ia  memiliki visa schengen yang berarti bebas memasuki semua negara di Uni Eropa dan jarak antar negara eropa yang begitu dekat, maka menggunakan kesempatan ini untuk melakukan studi bangunan arsitektur dan perkotaan.

Diujung studinya Saya (Ibrahimm Malik) mewakili Indonesia sebagai delegasi pada acara International Symposium Overseas Indonesian International Students Association OISAA di Kairo Mesir yang berlangsung  bulan Juli 2016. Selama di Kairo bersama ratusan mahasiswa Indonesia dari seluruh penjuru dunia berkumpul, membahas isu-isu dan memberikan solusi untuk memecahkan problematika bangsa yang ada saat ini.

Kami berhasil memberikan rekomendasi dan gagasan terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Harapannya kedepan ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman civitas akademika UII untuk mampu berkiprah dan bersaing di kancah Internasional. Hal ini bukanlah mustahil karena saat ini banyak mahasiswa UII yang tidak kalah unggul dengan mahasiswa dari kampus ternama lainnya. Tutup Ibrahim.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.