,

Magister Arsitektur FTSP UII Gelar Kuliah Umum dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

Senin (19 Maret) beretempat di Ruang Sidang Teknik Sipil Gedung Mohammad Natsir, Magister Arsitektur (M.Ars) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Public Lecture (kuliah umum) dan pelatihan bertajub “How to Read Scientific Paper in 5 minutes”, Digging Architectural Design Idea from Scientific Journal, Building Strong Argument for Your Architectural Article.

Sebagai narasumber Ketua dan Sekretaris Magister Arsitektur UII Ir.Suparwoko, MURP., Ph.D, dan Dr.Ir.Arif Wiswadi, M.Sc. diikuti oleh segenap mahasiswa S1 Arsitektur UII, 17 (tujuh belas) Mahasiswa M.Ars.UII, serta beberapa dosen dari Perguruan Tinggi lain.   

Kedua narasumber secara paralel menyampaikan gagasannya secara intensif. Dalam menulis karya ilmiah pilihlah referensi yang tep

at disamping bacaan yang relevan. Tulislah artikel ilmiah yang mampu menunjang dunia kerja, dapat mendukung riset dalam aktifitas kuliah. Demikian disampaikan Ir.Suparwoko, MURP., Ph.D. dalam kuliah umum dan pelatihan yang langsung dipandu langsung.

Senada dengan Suparwoko, Ph.D,  Dr.Ir.Arif Wiswadi, M.Sc. menandaskan jangan sungkan sungkan untuk memilih referensi, namun pilihlah referensi yang tepat  dalam penulisan karya ilmiah, termasuk didalamnya pemilihan bacaan yang relevan. Dengan pemilihan referensi dan bacaan yang relevan penulisan dan penelitian karya ilmiah akan selesai dengan waktu yang relatif singkat dengan hasil yang terbaik.

 

Kuliah umum sekaligus pelatihan penulisan karya ilmiah secara langsung dipandu kedua narasumber dengan harapan dapat memicu para peserta baik mahasiswa maupun dosen dari profesional dalam kemampuan menulis ilmiah dengan sebaik baiknya di kancah Nasional maupun Internasional.

Dua Mahasiswa Arsitektur FTSP UII Mengikuti Pertukaran Pelajar ke Jerman

Jum’at (16 Maret) Ketua Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) (Noor Cholis Idham ST., M.Arch., Ph.D., IAI.) melepas 2 (dua) mahasiswa program studi Arsitektur  Deni Ridwan Daru (14512019) dan Winda Ayu Putri  (15512058) dalam program pertukaran pelajar ke University Jerman  selama 1 (satu) semester terhitung mulai 19 Maret s/d 31 Agustus 2018.

Akreditasi  internasional kini menjadi target baru Prodi  Arsitektur FTSP UII setelah sebelumnya mendapatkan akreditasi internasional dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB). Pertukaran Pelajar atau Exchange Student merupakan sebuah program yang dicanangkan oleh Prodi Arsitektur UII,  yang memiliki nilai positif yang sangat banyak terhadap pelajar yang mengikutinya baik dalam bidang bahasa, budaya dan keilmuan.  

Terlihat Deni Ridwan Daru dan Winda Ayu Putri foto bersama didampingi oleh Noor Cholis Idham, Ph.D dan Syarifah Ismailiyah Al Athas, MT.

FTSP UII Terima Kunjungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jum’at (16 Maret) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan studi banding dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Ruang Sidang Program Studi Arsitektur FTSP UII Gedung Mohammad Natsir Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Program Studi Arsitektur  (Noor Cholis Idham, M.Ars., Ph.D., IAI), sebanyak 9 (sembilan) orang dosen berkunjung ke FTSP UII bermaksud untuk studi banding sekaligus membicarakan kolaborasi diantara kedua Perguruan tinggi di bidang keilmuan. Mewakili Pimpinan Fakultas,  Noor Cholis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada rombongan yang telah bersilaturrahmi ke FTSP UII dengan harapan kunjungan ini merupakan persahabatan diantara keduanya untuk saling berkontribusi.

Selaku Ketua Program Studi(Prodi)  Arsitektur FTSP UII Noor Cholis menuturkan, Program  Studi Arsitektur sudah mendapatkan pengakuan akreditasi internasional dari Korean Architecture Accrediting Board (KAAB). Arsitektur UII memiliki program 5 (lima) tahun sesuai dengan standar internasional bahwa arsitektur itu harus lulus dalam waktu 5 (lima) tahun, dengan mekanisme 4 (empat) tahun menempuh sarjana 1 (satu) tahun menempuh profesi.  

Noor Cholis menambahkan menurut data semester kemarin, jumlah mahasiswa Arsitektur UII sebanyak 755 mahasiswa dan 18 mahasiswa profesi  yang diampu oleh 33 (tiga puluh tiga) dosen baik dari dosen Magister (S2) maupun dosen Doktor (S3) dengan ratio 1:23. Bila dibandingkan dari tahun ke tahun peminat pendaftar di Arsitektur UII pilihan 1 (pertama) begitu signifikan melonjak sangat banyak, namun demikian penerimaan calon mahasiswa yang diterima tetap dengan jumlah yang sama atau terbatas.  

Sedangkan sejarah kurikulum Arsitektur UII dari tahun 1987 hingga 2008 mengalami perkembangan yang sangat tajam, akhirnya di awal tahun 2013 mencanangkan kurikulum terbarunya dengan menginduk kurikulum internasional  Korean Architecture Accrediting Board (KAAB), hingga akhirnya pada tahun 2017 Arsitektur UII menyandang gelar akreditasi internasional dari KAAB.

Menyinggung tentang Internasional Program (IP), Noor Cholis membeberkan bahwa IP Arsitek UII saat ini terdiri dari 46 (empat puluh enam) mahasiswa yang terbagi menjadi 2 (dua) kelas, setiap kelas terdiri dari 22 hingga 25 mahasiswa. Sementara kolaborasi internasional mahasiswa Arsitektur UII yang telah dilakukan dengan negara Jepang, Korea, dan Turki. Ungkapnya.

Kesembilan rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Program Studi Arsitektur  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Aldrin Yusuf Firmansyah, MT) melanjutkan kunjungan ke Laboratorium Teknologi Bangunan, Laboratorium Perancangan, Laboratorium Digital, serta ruangan Tugas Akhir TA).

Dekan FTSP UII Sampaikan Aksi Calon Rektor Tantangan Dinamika Perubahan Global

Rabu (14 Maret) Universitas Islamm Indonesia (UII) mempunyai agenda besar pemilihan calon Rektor untuk periode 5 (lima tahun) ke depan 2018-2022 bertempat di Gedung Auditorium Prof Dr. Abdul Kahar Muzakkir UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Terdapat 5 (lima)  calon rektor terpilih sesuai dengan ranking, Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D., Dr.Suparman Marzuki, SH., M.Si., Dr.Drs.Rohidin, S.H., M.Ag., Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc., dan Dr.Dwipraptono Agus Harjito, M.Si menyampaikan rencana aksi (action plan) di depan forum terbuka yang dihadiri oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Rektor UII dan Wakil Rektor, Anggota Senat Universitas, Dewan Dosen, Tenaga kependidikan, serta  beberapa perwakilan dari Lembaga Kemahsiswaan dilingkungan UII.

Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam rencana aksinya  meyampaikan mengenai tantangan dinamika perubahan global di era revolusi industri 4 yang sangat diperlukan  sehingga menjadi perhatian pengemban amanah di UII periode selanjutnya nanti.

Beliau menyoroti pula tentang problematika kebangsaan misalnya seperti daya saing bangsa, korupsi, degradasi moral juga patut menjadi perhatian, sehingga  UII harus mampu melahirkan lulusan tepat waktu yang bisa berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan nusa dan bangsa. Sedangkan akreditasi internasioanal bagi prodi prodi  dan percepatan guru besar bagi para dosen menjadi skala prioritas yang harus dilaksanakan secara serius. Ungkapnya.

Sementara 4 (empat) calon Rektor UII lainnya seperti Fathul Wahid, Ph.D menyampaikan  digitalisasi Universitas yang meliputi menguatkan akar, menjulangkan cabang, dan melebatkan buah sebagaimana yang tertera dalam Al Qur’an Surah Ibrahim.  

Dr.Suparman Marzuki menyampaikan 4 (empat) aspek yang menjadi rencana aksinya yaitu  aspek pendidikan, aspek penelitian, aspek pengabdian masyarakat dan aspek dakwah.  Ke-empat aspek tersebut tentu saja pencapaian yang harus diperjuangkan terus menerus dari generasi ke generasi selanjutnya.

Calon Rektor UII Dr.Rohidin menawarkan rencana aksinya tentang bagaimana sivitas akademika UII mampu meng-aktualisasikan Catur Dharma dengan kualitas unggul dan diharapkan mampu berkontribusi di level internasional, sebagaimana yang tercantum pada Visi UII, RIP UII 2008-2038.

Sementara Calon Rektor  Dr.Dwipraptono Agus Harjito menyampaikan tentang optimalisasi seluruh potensi UII untuk meningkatkan mutu menuju reputasi internasional melalui implementasi nilai-nilai Ke-Islaman, dengan 5 (lima) pilar yaitu keramahan, misi yang telah dirancang,  sungguh-sungguh, berlandaskan hukum yang jelas, serta unggul dan tidak dapat ditiru

Inovasi Teknologi Air Minum Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSP UII Runner-up di ITS

Mahasiswa Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) yang terdiri dari Saraswati Yola Nur Aisyah (16513003), Hafidh Rahmatiyas (16513114), dan salah seorang mahasiswa Psikologi Muhammad Ilham Abdul Majid (16320162) mengikuti event SNOW dengan thema “Let’s Drink with Smart Water (RESEP: Rekayasa Konsep E-Ecster Portable sebagai Penunjang SDGs di Tahun 2030″, bertempat di ITS Surabaya Pebruari yang lalu.

Mereka berhasil menyabet juara 2 (Runner-up) pada kompetisi karya tulis dalam event Engineering Physics Week (EPW) di Teknik Fisika ITS Surabaya dengan konsep Smart Water untuk menunjang keberlanjutan akses air minum di Indonesia.

Engineering Physics Week (EPW) adalah event terbesar Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Event ini diadakan sebagai wadah untuk menggali potensi diri generasi muda Indonesia dengan mengedepankan semangat dalam dunia teknologi dan sains untuk pembangunan dunia industri. Di dalam event EPW 2018 terdapat 3 sub event: Engineering Physics Challenge (EPC), SNAPSHOT dan Smart Innovation of Writing (SNOW). EPC merupakan ajang olimpiade fisika tingkat nasional, SNAPSHOT merupakan ajang lomba fotografi yang ditujukan untuk masyarakat umum, sementara itu SNOW merupakan lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional yang ditujukan untuk siswa SMA/sederajat dan mahasiswa. SNOW tahun 2018 ini mengangkat tema “Utillize Your Knowledge For Our Better Nation” yang mengajak generasi muda untuk menyalurkan ide kreatif dan solutif dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan (green technology) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Untuk kategori mahasiswa, tema Meningkatkan Rasio Elektrifikasi di Daerah Berkembang dengan Smart and Green Technology sebagai Upaya Realisasi SDGs 2030 dibagi lagi menjadi 4 sub tema: 1) Pengolahan Energi Terbarukan, 2) Pemanfaatan Energi Terbarukan, 3) Produksi Energi Terbarukan, dan 4) Implementasi Smart Energy Berbasis Internet of Things.

Kompetisi SNOW diselenggarakan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah seleksi abstrak, yang mana para peserta diharuskan mengirim abstrak karya tulisnya melalui e-mail. Diketahui bahwa ada 300 abstrak yang diumumkan lolos seleksi tahap pertama. Selanjutnya peserta diharuskan untuk mengirim full paper karya tulisnya sebagai seleksi tahap kedua. Pada tahap kedua hanya 10 tim yang lolos dan diharuskan mengikuti serangkaian acara pada tahap final di Teknik Fisika ITS pada tanggal 2-4 Februari 2018. Tim UII, tim ITS dan beberapa tim dari PTN maupun PTS lainnya berhasil lolos ke babak grand final.

Pada tahap final para finalis menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Peserta diminta melakukan presentasi menggunakan video dalam waktu lima menit disertai lima menit sesi tanya jawab. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk mempresentasikan karya tulis ilmiahnya selama sepuluh menit disertai sepuluh menit sesi tanya jawab. Dalam kompetisi ini para finalis berusaha meyakinkan para dewan juri dengan mempresentasikan hasil karya tulis yang telah dibuat beserta videonya. Para dewan juri yang dihadirkan merupakan dosen-dosen yang sangat berkompeten di bidangnya. Kemampuan analisis dan pemecahan masalah dari para finalis benar-benar diuji dalam tahap ini oleh para dewan juri tersebut.

Delegasi UII berhasil mendapatkan Runner-up kategori mahasiswa dengan konsep rekayasa E-Ecster Portable berbasis pada IoT yang telah disebut di atas judulnya. Konsep “Smart Water” merupakan suatu konsep rekayasa botol pemfilter dan pendeteksi air yang terintegrasi dengan gawai dengan tujuan utama mengentaskan permasalahan air bersih dan penyediaan air minum di Indonesia. Pembimbing tim (Eko Siswoyo, Ph.D) menyampaikan bahwa karya mahasiswa UII ini diharapkan akan mampu menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi krisis air bersih dan air minum di Indonesia.

Di kantor Dekanat FTSP UII, Saraswati Yola Nur Aisyah dan Hafidh Rahmatiyas berharap semoga hasil kompetisi ini dapat berlanjut dan berguna bagi civitas akademika UII, masyarakat, nusa dan bangsa.