- Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Struktur Hidro Beton Manajemen Konstruksi Geoteknik Transportasi Arsitektur Teknik Lingkungan - Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga Pelatihan Daerah Asosiasi Himpunan Keterampilan Konstruksi

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Struktur Hidro Beton Manajemen Konstruksi Geoteknik Transportasi Arsitektur Teknik Lingkungan

Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga Pelatihan Daerah Asosiasi Himpunan Keterampilan Konstruksi Print E-mail
Thursday, 12 March 2009
 Image
Masalah lapangan kerja dan peluang kerja lulusan peruruan tinggi di Indonesia adalah sangat   komplek,   hal ini karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk difahami. Akibatnya, angka pengangguran terus meningkat, kondisi ini diperparah lagi dengan menurunnya  ekonomi pasar global  di tengah belum pulihnya dari resesi tahun 1998, dan ini berimbas pada kegiatan industri konstruksi dalam negeri.

Hal inilah yang menarik Dekan FTSP, Dr. Ir. Ruzardi, MS, untuk menghadiri acara “Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga Pelatihan Daerah/Asosiasi/Himpunan Keterampilan Konstruksi” selama dua hari penuh yang diadakan di Hotel Sahid Yogyakarta, tangal 5 dan 6 Maret 2009.  Acara ini diprakarsai oleh Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi – BPK SDM Departemen Pekerjaan Umum yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD).

Menurut Ruzardi, dalam pertemuan tersebut antara lain menyoroti laporan Kompas, 22 Februari 2009, bahwa akibat resesi global sekarang telah terkena PHK sebanyak 27.578 orang, 24.817 pekerja masuk daftar tunggu PHK, 11.191 pekerja sudah dirumahkan dan sekitar 600.000 TKI terancam dipulangkan. Rencana pemerintah, korban PHK ini akan dialihkan sebagian untuk menjadi tenaga kerja konstruksi karena dianggap insdutri konstruksi adalah yang paling mudah menyerap tenaga kerja. Sebagai gambaran bahwa jumlah tenaga kerja konsruksi bulan Januari sebanyak 3,9 juta orang dan pada bulan Oktober 4,7 juta orang. Namun satu hal Pemerintah lupa bahwa pekerjaan pengalihan ini tidak semudah yang diperkirakan karena karakteristik pekerjaan korban PHK sangat berbeda dengan kerja di dunia konstruksi. Maka untuk dapat alih jalur kerja ini diperlukan Bimbingan Teknis, Pelatihan Keterampilan dan Keahlian Tenaga Konstruksi yang bersertifikasi, demikian antara lain yang muncul dalam pembicaraan sosialisasi.

Sebetulnya porsi pembangunan dunia konstruksi di dalam negeri cukup besar dengan anggaran untuk tahun 2009 diperkirakan antara 350 hingga 450 trilliun, bahkan mungkin yang terbesar untuk kawasan Asean, namun angkatan kerja juga jauh lebih besar dibandingkan dengan porsi yang tersedia sehingga selalu terjadi angka pengangguran. Yang mencemaskan bahwa pegangguran yang tertinggi dewasa ini ternyata berasal dari kalangan sarjana (pengangguran terdidik lulusan PT). Untuk dapat berkompetisi di lapangan maka lulusan harus mempunyai kelebihan dan tahu akan kebutuhan tanaga di lapangan.

Muncul juga di dalam perbincangan bahwa banyak juga terdapat beberapa perusahaan yang butuh tenaga kerja tidak dapat dipenuhi, karena pada waktu seleksi lulusan tidak punya bekal yang cukup untuk mengisi lowongan tersebut. Oleh karenanya PT juga hendaknya sering-sering menggadakan kuliah pakar untuk mengundang pihak luar ke dalam kampus berbicara kebutuhan kompetensi keilmuan yang diperlukan oleh pasar. Sementara ini tuntutan Dengan jumlah tenaga kerja konstruksi Indonesia sebanyak 4.7 juta orang, dan hanya 3.5% yang telah bersertifikat dan dinyatakan KOMPETEN, oleh karena itu perlunya kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, terutama institusi pelatihan daerah.

Pada kesempatan tersebut Ruzardi menyampaikan bahwa dunia kerja konstruksi dewasa ini cukup memprihatinkan. Hampir tidak pernah dijumpai proyek-proyek yang berasal dari dana APBN dan APBD bersifat multy years sehingga angkatan kerja paling lama bekerja hanya selama 5 atau 6 bulan dalam setahun, sementara mereka butuh hidup dan bernafas dalam setahun. Untuk menutupi kekurangan ini dijumpai juga beberapa tenaga ahli yang harus rangkap kerja untuk menutupi kebutuhan di masa tidak bekerja, yang ini juga berimplikasi pada rendahnya kualitas hasil kerja. Dengan terbukanya pasar diluar negeri yang masih cukup lebar, kedepan lulusan FTSP UII sebagian akan diarahkan untuk mengisi kesempatan tersebut.

Lebih lanjut FTSP UII meminta kesediaan BPK SDM DEPT. PU untuk bekerja sama memberikan palatihan, dan regulasi tentang pengiriman tenaga sarjan ke luar negeri. Acara ini diisi oleh beberapa pakar dan birokrat di bidangnya, antara  lain diisi oleh: Dr. Ir Andreas Suhono, M.Sc (Badan Pembinaan Konstruksi Dan Sumber Daya Manusia PU), Ir. Asrizal Tatang (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional), Ir. Djoko Subarkah, Dipl. He (Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia), Ir. Iis Hernaningsih (Departemen Dalam Negeri), Ir. Soeryoadi, MSc (Lembaga Sertifikasi Profesi dan Lembaga Diklat Profesi), dan Ir. Suprayitno (Anggota Dewan Pengurus LPJKN).  (Renny)
 
< Prev   Next >