Posts

Konferensi Internasional Arsitektur FTSP UII Kembangkan Kuwalitas Pendidikan dan Riset

Program Studi Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII)  sebagai salah satu dari Program Studi Arsitektur yang diakui kualitasnya secara Internasional  pendidikan sarjana (S1) dan sekaligus profesi, sampai saat ini  masih sangat langka ditemukan di Indonesia. Dengan diraihnya Akreditasi Internasional dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB), maka Program Studi Aristektur UII  kualitas pendidikan dan riset akan terus dikembangkan. Pengembangan bukan hanya pada standarisasi akreditasi saja, tetapi juga pada kualitas perkuliahan yang selalu up to date. Disamping itu juga berbagai kolaborasi Internasional  banyak dilakukan dan akan terus dikembangkan.

Demikian disampaikan kata sambutan Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII (Noor Cholis Idham, ST., M.Arch., Ph.D)  dalam pembukaan Konferensi Internasional Arsitektur Kamis (9 November) bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Konferensi Internasional mengambil thema Re-Charting the Knowledge of Architecture, dengan nara sumber dari beberapa negara tetangga seperti Prof. Dr-Ing. Marcus Hackel (pengajar Wismar University Jerman),  Prof. Johanes Widodo, Ph.D (pengajar National University of Singapore), Prof.Dr. Ibrahim Numan (pengajar Fatih Sultan Mehmet University Istanbul Turkey), Prof. Junshuk Lee, AIA, KIA (pengajar Myong-Ji Korea/  praktisi KAAB), Prof. Yandi A. Yatmo, Ph.D, IAI (pengajar Universitas Indonesia), serta Wakil Rektor I UII (Dr-Ing. Ir.Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI).

Konferensi Internasional dibuka Wakil Rektor I UII  (Dr-Ing.Ir.Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI) dengan ditandai pemotongan tumpeng, yang juga merupakan bagian dari puncak MILAD ke-30 Program Studi  Arsitektur UII, dihadiri oleh  para arsitek, arsitektur, peneliti arsitektur dari berbagai belahan dunia, para obsever, maupun dosen serta mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.

Milad Ke-53 FTSP UII Adakan Konferensi Nasional ILT: Mewujudkan Infrastruktur Yang Berkeadilan

Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun

Kamis (12 Oktober) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) untuk yang ke-4 kalinya menyelenggarakan Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun (ILT) 2017, bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta bertajub Mewujudkan Infrastruktur yang Berkeadilan.

Konferensi Nasinal ILT ini bertepatan dengan Milad FTSP UII ke-53 (lima puluh tiga) yang diikuti oleh 77 (tujuh puluh tujuh) pemakalah di seluruh Indonesia dan puluhan dosen FTSP UII , dengan  menghadirkan keynote speaker Gubernur Daerah Istimewa Yokyakarta  yang diwakili Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X; Kapuslitbang PUPR, Ir. Rezeki Perangin Angin, M.Sc. MM.; perwakilan UNICEF Wildan Setiabudi; Prof.Dolores Foley, Prof.Kem Lowry, Micah Fisher, Ph.D dari University Haway Manoa; serta Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI (Wakil Rektor I UII), yang didampingi oleh Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dan Wakil Dekan FTSP (Setya Winarno, ST., MT., Ph.D).

 

Wakil Rektor III UII (Ir. Agus Taufiq, M.Sc.) dalam sambutannya menuturkan,  para peserta konferensi nasional ILT  dan sivitas akademika ini diminta untuk turut mencari solusi atas ketimpangan pembangunan yang masih terjadi di Indonesia. Karena forum ini tepat yang merupakan wujud perhatian dalam menunjang  pembangunan infrastruktur di Indonesia, seperti pembangunan dari pinggiran Indonesia dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka persatuan.

konferensi nasional inovasi lingkungan terbangun

Senada dengan Wakil Rektor III UII, Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc selaku Dekan FTSP UII dalam sambutannya menyampaikan permohonannya kepada para peserta, sekecil apapun  untuk turut mencari solusi atas ketimpangan pembangunan yang masih terjadi di Indonesia dalam ILT ini. Karena konferensi semacam ini diadakan setiap tahun oleh FTSP UII, sehingga konferensi tahun berikutnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk perbaikan lebih maju lagi.

Milad Ke-53 FTSP UII Adakan Konferensi Nasional ILT:  Mewujudkan Infrastruktur Yang Berkeadilan 5

Sementara KGPAA Paku Alam X membacakan naskah Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  menuturkan pentingnya peran infrastuktur sebagai penunjang pembangunan, hal ini dikarenakan memiliki peran yang vital. Di antaranya yakni dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat seperti sandang, pangan, papan, rasa aman, pendidikan dan kesehatan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa infrastruktur adalah modal esensial masyarakat yang memegang peranan penting dalam mendukung sektor ekonomi, sosial budaya, serta kesatuan dan persatuan yang mengikat dan mengkoneksikan antar daerah.

Milad Ke-53 FTSP UII Adakan Konferensi Nasional ILT:  Mewujudkan Infrastruktur Yang Berkeadilan 2

Pemerataan pembangunan merupakan jawaban atas masalah ketimpangan, yang salah satu strateginya adalah menjamin ketersediaan infrastruktur sesuai kebutuhan antar wilayah, sehingga mendorong investasi baru, lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai dampak dari bergeraknya ekonomi lokal. Tingginya disparitas harga di wilayah barat dan timur dan ketimpangan presentase nilai produk domestik regional bruto secara nasional, khusunya di kawasan barat Indonesia dengan kawasan timur Indonesia menjadi masalah akut yang harus segera diatasi.

KGPAA Paku Alam X menambahkan, bahwa inovasi di sektor publik adalah breakthrough mengatasi kelambanan birokrasi, sekaligus menumbuhkan inovasi masyarakat di kawasan terbangun. Karakteristik dan sitem birokrasi yang rigid dan cenderung status-quo harus dicairkan dengan prinsip think and act out of the box within the system. Kita memang memerlukan kelas intrepreneurial government yang berpikir inovatif kreatif dalam bingkai aturan. Sinyal inovasi birokrasi menunjukkan hal positif, ketika budaya inovatif ditularkan, mulai diberi tempat. Ungkapnya.

Milad Ke-53 FTSP UII Adakan Konferensi Nasional ILT:  Mewujudkan Infrastruktur Yang Berkeadilan 4

Sedangkan keynote speaker Ir.Rezeki Perangin Angin, M.Sc., MM menyampaikan bahwa, pembangunan seluruh area pelosok NKRI dan batas negara menjadi mandat besar kementrian PU dari Presiden untuk mengejar ketertinggalan. Ia menjelaskan, berdasar data dari Bappenas, kebutuhan dana pembangunan infrastruktur saat ini mencapai 5000 triliun dan Indonesia hanya mampu menutupi 35% nya. Pendanaan inovatif lainnya seperti Investasi Swasta, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), APBN/APBD.

Rezeki Peranginangin mengungkapkan, selain masalah anggaran pembangunan, ada empat tantangan besar yang dihadapi dalam pembangunan yang berkeadilan. Disparitas antar wilayah dan kawasan masih tinggi, pemanfaatan sumber daya yang belum optimal dalam hal pangan dan energi, daya saing nasional yang masih rendah karena kurangnya infrastruktur dan konektivitas dan urbanisasi tinggi menjadi tantangan besar. Indonesia mempunyai beban berat dalam hal infrastruktur khususnya dalam tujuan konektivitas nasional. Indonesia harus mengakui ketertinggalannya dengan negara lain seperti Tiongkok Dalam 40 tahun Indonesia hanya mampu membangun 780 Km jalan tol sementara Tiongkok mampu membangun 280.000 km jalan tol.

Milad Ke-53 FTSP UII Adakan Konferensi Nasional ILT:  Mewujudkan Infrastruktur Yang Berkeadilan 1

Ia berharap, sivitas akademika UII turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui sumbangan pemikiran dan mencetak engineer-engineer terbaik bangsa, untuk Indonesia yang lebih sejahtera dan mampu berkompetisi di kancah global. Tutupnya.

Yakinlah Rencana Allah Jauh Lebih Indah Dari Apapun Yang Kita Rencanakan

Yakinlah Rencana Allah Jauh Lebih Indah Dari Apapun Yang Kita Rencanakan

Seperti hal yang saya alami setelah Allah SWT. mengqadar saya untuk menggali ilmu di Universitas Islam Indonesia (UII) setelah saya gagal masuk ke Perguruan Tinggi  (PT) yang saya inginkan.

Arsitektur satu-satunya program studi yang menjadi passion saya, karena saya dapat meluweskan hobi menggabar saya. Hari demi hari saya lewati, banyak hal yang saya alami dan menyadarkan saya bahwa Arsitektur UII lebih dari yang saya harapkan di perguruan tinggi lainnya. Kurikulum, penyampaian dosen, dan asisten dosen (Asdos) tegas yang saya temui diawal hingga akhir semester, berhasil membangun mental saya.

Banyak kejutan yang saya kira hanya mimpi semata, seperti mimpi saya untuk dapat terbang keluar sebelum masa kuliah saya berakhir dan hal itu terjadi bahkan tidak hanya sekali saja. Bukan hanya itu, dipenghujung kelulusan, saya dibisikkan pihak kampus sebagai lulusan terbaik saat itu. Seketika mata saya berkaca-kaca. Mimpi orang tua diawal kuliah telah berhasil saya wujudkan. Waktu, tenaga, pikiran yang saya habiskan selama 4 tahun dikampus dapat berakhir dengan indah.

Walapun saya dipilih sebagai lulusan terbaik, bukan berarti saya hanya semata-mata belajar. Selesai kuliah pulang. Bahkan bisa dibilang saya jarang belajar karena padatnya kegiatan. Belajarlah secukupnya, bukan sebanyak banyaknya. Pahami yang adik-adik pelajari bukan menghafal.

Selain itu, saya dipercayai oleh Program Studi untuk menjadi tim akreditasi KAAB dan menjadi asisten part time untuk membantu pekerjaan di Program Studi 24 jam harus dapat saya manfaatkan sebaik mungkin, karena ada kegiatan lain diluar part time dan kuliah.

Itulah kesan kesan salah seorang Alumnus Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) yang baru saja menyelesaikan studinya (Wisuda 23 September 2017)  Aisah Azhari Marwangi  yang berasal dari  Bedilan Kalitirto Berbah sleman, Yogyakarta.

Aisah Azhari Marwangi merupakan satu satunya Wisudawan yang mendapatkan PIN Mas dari Universitas Islam Indonesia (UII) dalam Wuisda 23 September 2017 yang lalu dengan meraup Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi pada Wisuda I TA.2017/2018  3,96 (tiga koma sembilan enam).

Bincang bincang dengan reporter Aisah mengaku, pada intinya Aisah (saya) merasa sangat beruntung dapat menyelesaikan studi S1 di Aristektur UII sepertinya yang telah Allah SWT rencanakan. Bukan hanya akreditasinya yang saat ini sudah internasional namun sejauh mata saya memandang, wanita-wanitanya berpaikan muslim berbeda halnya ketika saya memasuki Perguruan Negeri lainnya. Saya merasa tenang dan nyaman akan hal itu. Di UII kita bukan hanya dbekali urusan dunia yaitu tentang pendidikan yang berakhir untuk keperluan mencari nafkah namun akhirat kita juga mengikuti karena UII mengajarkan tentang islam lebih dalam.

Aisah yang memiliki hobb seni lukis prestasi pun berpesan untuk adik-adik semua, janganlah lama-lama berkecil hati ketika sesuatu yang kamu inginkan tidak tercapai. Bangkit dan bangunlah kepercayaan bahwa Allah SWT sudah menyusun rencana terbaik untuk kalian dan dua hal lagi jangan pernah meninggalkan sholat 5 waktu, syukur-syukur sholat sunnah juga serta sempatkanlah membaca Al-Qur’an 3 ayat sehari karena itu menjadi salah satu lahan untuk dapat berkomunikasi kepada Allah SWT.

Terkhusus adik-adikku di Arsitektur UII, beruntunglah kalian berawal dengan pencapaian akreditasi internasional KAAB. Saya yakin kalian pasti lebih hebat dari kakak-kakakmu ini, buktikan itu!! Ikuti Sayembara-sayembara dan konferensi baik nasional ataupun iternasional, jadilah volunteer, serta publikasikan karya STUPA mu. Lihatlah arsitektur seluas-luasnya. Arsitektur memang berat, tetapi akan ringan jika kalian menyukainya karena desain sangatlah bebas dan bervariasi. Show off yourself, don’t let anyone make you down. Ungkapnya.

Mahasiswa FTSP UII Sabet Urutan Kedua Presenter Terbaik Konferensi Keislaman IIUM

Mahasiswa FTSP UII Sabet Urutan Kedua Presenter Terbaik Konferensi Keislaman IIUM

Bertempat di Kuala Lumpur Malaysia Imam Agung Baskoro (13511008), mahasiswa Program Studi Teknik Sipil  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)  mengikuti kegiatan  Konferensi Keislaman Internasioal Islamic University of Malaysia (IIUM),  pada 21 hingga 24 September 2017.

Konferensi Keislaman Internasional berlangsung di Malaysia dengan narasumber Ustadz Hanan Attaki dari Malaysia dan dari IIUM yang diikuti puluhan mahasiswa/i dari berbagai puluhan Perguruan Tinggi ASEAN  dengan mempresentasikan papernya secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3 (tiga) orang mahasiswa/i baik dari satu Fakultas, atau satu Universitas, bahkan dari Perguruan Tinggi lain.

Team Yogyakarta terdiri dari Imam Agung Baskoro FTSP UII (13511008), Krisal Putra (Komunikasi UII), dan seorang mahasiswa (Farras Iftikar) dari  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Demikian disampaikan Imam Agung Baskoro sepulang dari konferensi.

Ia menambahkan, paper yang dipresentasikan merupakan kolaborasi mahasiswa UII dengan UMY tentang isu ke-Islaman dengan thema “Isu Dampak Jejaring Sosial yang Saat ini Merusak Akhlak, Moral dan Etika Generasi Muda”. Selain itu Imam mengaku juga telah memaparkan solusi Al Qur’an dan Al Hadits berikan serta merubah mental dan sikap kita untuk kembali ke Al-Qur’an dan Assunnah.

Dalam laga yang bergengsi ini team Yogyakarta yang terdiri dari delegasi UII dan UMY dapat menyabet urutan ke-2 (dua) dalam katagori presenter terbaik  mengungguli puluhan team team yang lainnya. Ungkap Imam.

FTSP UII Terima Studi Banding STT Pelita Bangsa

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa 1

Dua Program Studi (Prodi) masing masing Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kemarin Selasa (26 September) menerima kunjungan studi banding dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pelita Bangsa Bekasi bertempat di Ruang Sidang Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa  2

Kunjungan ini bertujuan sebagai wahana sharing di berbagai bidang ilmu kearsitekturan dan ilmu lingkungan dalam hal pengenalan struktur fakultas dan prodi, laboratorium, kurikulum dan pembelajaran, Tugas Akhir (TA), maupun sistem pengajaran penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen.

Rombongan STT Pelita Bangsa sejumlah 12 (dua belas) orang  yang dipimpin oleh Dr.Supriyanto  disambut oleh Dekan FTSP UII  (Dr.Ing-Ir.Widodo, M.Sc), Wakil Dekan FTSP UII (Setya Winarno, Ph.D), Ketua Prodi Teknik Lingkungan UII (Hudori, ST., MT), Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan (Any Juliani, ST., M.Eng), dan Sekretaris Prodi Arsitektur (Ir.Rini Darmawati, MT).

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa 3

Prestasi ke-3 (tiga) Program Studi Sarjana (S1) FTSP UII yang terdidi dari Program Studi Teknik Sipil meraih akreditasi internasional dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE),  Program Studi Arsitektur dan Profesi Arsitektur meraih akreditasi internasional dari Korean Architectural Accrediting Board (KAAB), dan pada 22 September kemarin baru saja Prodi Teknik Lingkungan menerima sertiikat akreditasi internasional dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA. Teknik Lingkungan ini turut melengkapi capaian akreditasi internasional Program Studi yang ada di FTSP UII sebelumnya.

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam penerimaan rombongan studi banding dari STT Pelita Bangsa Bekasi.

Lebih lanjut Dr.-Ing.Ir.Widodo mengatakan, guna   mewadahi mahasiswa yang akan menuju ke Internasional saat ini FTSP UII membuka klas Internasional untuk Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur, sedangkan Teknik Lingkungan akan segera menyusulnya. Oleh karenanya dibuka matrikulasi 1 (satu) tahun.

Sedangkan pemaparan kurikulum dan pembelajaran, Tugas Akhir (TA), maupun sistem pengajaran penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen disampaikan oleh masing masing Program Studi (Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Lingkungan).