Posts

Workshop Program Pelatihan jarak Jauh FTSP UII: Tenaga Ahli Konstruksi Masih Diperlukan

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Dr.-Ing. Ir. Widodo, M.Sc

Jum’at (8 September) Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)  Dr.-Ing. Ir. Widodo, M.Sc  menyambut dengan baik kerjasama dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Dirjen Bina Konstruksi. Dipilihnya Program Studi (Prodi) Teknik Sipil serta  Teknik Lingkungan FTSP UII sebagai mitra merupakan  hal yang amat sangat tepat. Karena  kedua Prodi tersebut sudah  mempunyai pengakuan  akreditasi internasional sehingga tidak diragukan lagi kompetensinya.

Demikian disampaikan Dekan FTSP UII dalam penandatanganan  kerjasama MoU berkaitan dengan pelaksanaan program pelatihan jarak jauh bidang konstruksi, knowledge management, dan seminar teknologi terapan bidang konstruksi di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Sedangkan penandatanganan MoU antara 2 (dua) Prodi Teknik Sipil serta Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII  dengan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Dirjen Bina Konstruksi dilakukan pada waktu itu juga.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Rektor III UII (Ir. Agus Taufiq, M.Sc), Ketua LPJK DIY yang sekaligus bertindak sebagai Dekan FTSP UII, Cakra Nagara, S.T., M.T., M.E. selaku Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, segenap dewan dosen, para undangan, dan ratusan mahasiswa baik Prodi Teknik Sipil maupun Teknik Lingkungan FTSP UII.

Wakil Rektor III UII menuturkan, bahwa  Indonesia perlu mendorong percepatan kapabilitas tenaga kerja ahli bidang konstruksi. Hal ini penting karena pembangunan infrastruktur Indonesia dinilai masih tertinggal jika dibanding negara-negara tetangga.

Menurut data indeks daya saing infrastruktur yang dikeluarkan Global Competitiveness Index, Indonesia pada tahun 2016 menduduki peringkat ke-60. Meskipun naik cukup signifikan (pada tahun 2011 RI peringkat ke-90), namun RI masih tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Cakra Nagara, ST., MT., ME

Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi (Cakra Nagara, ST., MT., ME) mengatakan tingginya kebutuhan tenaga ahli konstruksi tidak berbanding lurus dengan masih terbatasnya tenaga kerja yang ada baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Peserta Workshop Program Pelatihan jarak Jauh FTSP UII

Ia berharap supaya para mahasiswa FTSP UII turut  aktif juga untuk berpartisipasi dalam menulis karya ilmiah, dan karya tersebut dapat diunggah ke dalam website SIBIMA  konstruksi (sibima.pu.go.id) yang  merupakan portal  pada bidang jasa konstruksi di seluruh Indonesia.

Pembatalan Matakuliah Key In Semester Ganjil 2017/2018 Prodi Arsitektur

pembatalan-matakuliah-arsitektur

Download Pdf

 

Rakorja 2017 FTSP UII : Dengan Akreditasi Internasional Tingkatkan Sistem Belajar Mengajar

 

sambutan dekan saat rakorja ftsp uii

Persaingan Perguruan Tinggi saat ini semakin ketat, banyak Perguruan Tinggi yang meningkatkan kwalitasnya. Alhamdulillah Universitas Islam Indonesia (UII) sendiri masih diberikan kemudahan oleh Allah SWT sehingga saat ini UII masih dalam posisi yang baik. Kami mengapresiasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII yang ketiga Program Studi sudah mendapatkan akreditasi Internasional yang ini menjadi kebanggaan Universitas,  dan semoga kedepan dapat terus berkembang dengan baik.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Rektor II UII (Dr.Drs. Nur Feriyanto, M.Si) dalam membuka  Rapat Kerja Fakultas,  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII Senin (27 Agustus) bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. Turut hadir dalam Rakorja Dekan dan Wakil Dekan FTSP UII (Dr.Ing.Ir.Widodo, M.Sc dan Setyo Winarno, Ph.D), para Ketua dan Sekretaris Program Studi, Ketua dan Sekretaris Program Magister Teknik, Ketua Program Profesi Arsitektur, dewan dosen, serta Kepala Divisi dilingkungan FTSP UII.

Di hadapan peserta Rakorja Nur Feriyanto menekankan, dengan terakreditasinya Internasional mempunyai konsekwensi tertentu khususnya dalam peningkatan sistem belajar mengajar dan akan berpengaruh pada beberapa hal seperti jumlah mahasiswa di dalam kelas yang semakin mengecil, dan penataan ruang. Disamping itu akan berkembnagnya kerjasama antar Perguruan Tinggi, Prodi Prodi dan penelitian penelitian yang mendukungnya, serta penganggaran.

Oleh karena itu dalam penganggaran diharapkan melakukan kecermatan dalam RKAT sehingga akredibitas tetap bisa dijaga dan tujuan untuk meningkatkan kwalitas Fakultas dan Universitas juga bisa tercapai. Demikian pula dalam Statuta UII yang direncanakan akan dijalankan pada 2018 perlu kita perhatikan bersama munculnya kemungkinan scool. Ungkapnya.

Sementara  Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam sambutannya mengajak agar sinergi antar unit  di FTSP  yang selama ini telah berjalan dengan baik dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan  ke depannya. Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab atas amanah kepemimpinan yang akan berakhir di tahun 2018 mendatang, dan Rakorja ini adalah Rakorja yang terakhir periode pemangku kebijakan di lingkungan FTSP saat ini.

Dalam kesempatan yang baik ini pula Dr.-Ing.Ir.Widodo menyampaikan tentang pelaksanaan penyambutan mahasiswa baru FTSP UII angkatan 2017/2018 yang telah berjalan dengan baik dan lancar, meskipun terjadi sedikit polemik 23817  antara institusi dengan lembaga mahasiswa. Namun demikian semuanya dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya sesuatu hal yang tidak diinginkan.

rakorja ftsp uii

Dr.-Ing.Ir.Widodo berharap semoga semua peserta Rakorja dapat mengikuti acara ini dengan baik sampai tuntas guna memberikan kontribusi kepada Fakultas dalam meningkatkan kwalitas belajar mengajar di FTSP UII. Selesainya pembukaan Rakorja dilanjutkan dengan penyampaian pemateri tentang Statuta UII bersama Pengurus Yayasan Badan Wakaf Endro Kumoro, SH.,M.Hum.

FTSP UII Adakan Workshop dan Training PBM berbasis Outcome Based Education

Workshop dan Training PBM berbasis Outcome Based Education FTSP UII

Kamis (20 Juli) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan workshop dan training Proes Belajar Mengajar (PBM) berbasis Outcome Based Education (OBE) bertempat di Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14.5 Yogyakarta.

Workshop berbasis OBE diperuntukkan para dosen dilingkungan FTSP UII diikuti 60 (enam puluh) dosen dengan nara sumber Sylvi Dewanjani, Ph.D (Dosen Psikologi UGM), Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Sipil (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D.), Ketua Prodi Arsitektur (Noor Cholis Idham, Ph.D), dan Ketua Prodi Teknik Lingkungan (Hudori, ST, MT).

Hadir sekaligus menyampaikan kata sambutan dalam workshop Wakil Dekan FTSP UII (Setya Winarno, Ph.D), berharap para peserta workshop untuk dapat mengikuti acara dari awal hingga selesai selama sehari. Workshop ini bermaksud untuk merifles kembali apa apa yang sudah dilakukan selama ini, sehingga akan dapat menghasilkan yang terbaik, dan saat ini kita harus mengajar dengan system Outcome Based Education (OBE) walaupun masih ada yang harus sedikit diperbaiki. Wakil Dekan berharap kepada para dosen pada semester mendatang penyerahan nilai ujian dapat diserahkan tepat pada waktunya, karena hal inilah yang menjadi sedikit kendala dalam Nilai Kinerja Dosen (NKD).

Sylvi Dewanjani, Ph.D dalam paparannya menyampaikan bahwa bagi anak didik dengan kemampuan intelejensi tidak tinggi tidak diperbolehkan menggunakan model evaluasi yang berbasis ingatan, dan dalam hal ini FTSP sudah menghindari berdasarkan subject maters.

Silvi menambahkan bahwa akan sangat diperlukan ruang dalam evaluasi untuk menyampaikan rubrik Rencana Pembelajaran Semester (RPS), baik itu rubrik berisi terbaik dan terburuk. Rubrik memang kendalinya di CP di masing-masing mata kuliah. Oleh karenanya jika terjadi kuliah paralel maka rubrik yang bekerja cukup satu saja. Mengenai praktikum upayakan 1 (satu) SKS 170 (seratus tujuh puluh) menit, sehingga diperlukan pertemuan 1-8 teori , pertemuan 9-16 praktikum. Desain RPS durasi menjadi syarat dalam pembuatan RPS, waktu disamakan dengan pengalaman belajar

Dalam merancang pembelajaran tidak perlu memisahkan antara belajar dan ujiannya, belajar dan evaluasi terintegrasi, karena prinsip pembelajaran dalam SNPT adalah integratif. Sehinggta dikatakan terakreditasi sama dengan atau sesuai SN DIKTI, berdurasi 1 SKS = 170 menit).

Mengenai out put Silvi menegaskan bahwa, nilai adalah deskripsi kritik bukan scooring, sehingga mahasiswa punya kesempatan untuk memperbaiki, sehingga diakhir perkuliahan nilai mahasiswa akan bagus semua karena mahasiswa memperbaiki tugas berdasarkan masukan dari dosen.

Perlu diketahui bahwa ada 3 (tiga) level hasil akreditasi, yaitu level akreditasi internasional = kategori memuaskan/unggul, (baik = sesuai dikti; baik sekali = melampaui dikti; unggul = internasional). Ungkapnya.

Sementara Ketua Prodi Teknik Sipil (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D.), Ketua Prodi Arsitektur (Noor Cholis Idham, Ph.D), dan Ketua Prodi Teknik Lingkungan (Hudori, ST, MT) menyampaikan masalah dan tantangan PBM di masing masing Program Studi yang menitik beratkan tantangan akreditasi internasional.