Posts

Kuliah Pakar M.Ar FTSP UII: Seorang Arsitek Harus Pertimbangkan Design Bangunan Dengan Kebutuhan

Magister Arsitektur (M.Ar) dan Program Profesi Arsitektur (PPAr) Fakulktas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama sama  mengadakan sebuah kuliah pakar tentang Expert Talk, yg menghadirkan pakar di bidang arsitektur  (Dr.Ery Djunaedy GE., BEAP., CPMP) untuk  memberikan wawasan dan inovasi  baru guna menunjuang pembelajaran di bidang Arsitektur.

Kuliah pakar di gelar di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta, Kamis (7 Desember) dihadiri sekitar 150 (sertaus lima puluh) mahasiswa S1 Arsitektur, Magister dan Profesi Arsitektur  bertajub “High Performance Building Design for Sustainable Environment, Implementation of Information Modelling Technology Simulation into Design Process”.

Dalam paparannya  Dr.Ery Djunaedy GE menyampaikan bahwa, sebagai seorang arsitek harus mempertimbangkan design bangunan dengan kebutuhan, dan tidak hanya teka teki silang namun harus sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Artinya bahwa seorang aristek mendesain harus koordinasi tentang konsep dengan stake holder, baru kita dapat merancang design yang diperlukan.

Mengenai  pengaruh arsitektur dalam perubahan iklim dengan memperhitungkan kebijakan maupun konsumsi energi. Di Indonesia mempunyai peraturan tersendiri yang membahas tentang bangunan hijau. Namun kelemahan peraturan tersebut yakni tidak mencakup seluruh aspek. Regulasi ini hanya mewajibkan 30% dari konsumsi listrik atau energi namun 70%, sisanya belum ada atau belum diatur.   

Secara garis besar, paparan kuliah yang disampaikan membahas tentang High Performance Building Design yang dilanjutkan dengan Demo Simulasi dengan Energy Plus dan BIM dalam proses iterasi dengan Achievment High Performance Building Design.

Tema ini diberikan dengan target Dosen, Mahasiswa Studio Perancangan Arsitektur (Stupa) 3, 5 dan 7, Mahasiswa KTI, Mahasiswa PPAR dan Magister Arsitektur UII. Selain paparan diatas, Dosen Universitas Telkom ini juga meyampaikan beberapa materi seperti Implementasi Langsung Design Arsitektur di Bangunan, Pengaruh Arsitektur dalam Perubahan Iklim, Building inEfficiency/ Ketidakefisianan bangunan serta Definisi dan Konsep.

Sementara mengenai Building inEfficiency disampaikan Ery Djunaedy GE bahwa Indonesia hanya mempunyai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) sebagai banchmark perbandingan satu bangunan dengan yang lainnya. Dalam bidang efisiensi ekonomi energi, bangunan berada jauh dibawah Industri Pesawat Terbang, AutoMobil bahkan Lokomotif. Ungkapnya.

Tabliq Akbar, Sosialisasikan Visi, Misi dan Tujuan FTSP UII

Terwujudnya Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) yang memiliki reputasi dan memberi manfaat di tingkat nasional dan internasional dengan keunggulan dalam ilmu rekayasa lingkungan terbangun berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Lingkungan binaan atau lingkungan terbangun adalah suatu lingkungan yang ditandai dominasi struktur buatan manusia. Sistem lingkungan binaan bergantung pada asupan energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan.

sambutan dekan ftsp uii

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) VISI FTSP dalam  sambutan tabliq akbar yang digelar bertepatan dengan penutupan MILAD FTSP ke-53 Jum’at (24 Nopember) bertempat di Hall Gedung Mohammad natsir FTSP Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Lebih lanjut Widodo menegaskan bahwa, maksud dan tujuan kami sampaikan VISI, MISI dan tujuan FTSP ini supaya segenap civitas akademika FTSP (Dosen, Tenaga kependidikan, dan para mahasiswa) mengetahui tingkat pemahaman visi, misi dan tujuan FTSP itu sendiri.

Sedangkan MISI FTSP itu sendiri adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk membentuk cendekiawan muslim yang memiliki keunggulan profesional di bidang rekayasa lingkungan terbangun, dan mengembangkan tradisi dan inovasi dalam ilmu-ilmu rekayasa lingkungan binaan yang memberikan kemanfa’atan bagi masyarakat berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ia berharap semoga semua tujuan FTSP dapat terwujud dengan, menghasilkan sarjana muslim dan pemimpin bangsa yang bertakwa, berakhlak serta berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran secara baik dan unggul sehingga dapat berdaya saing  secara global. Mengembangkan dan mengaplikasikan Iptek untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat dan bangsa. Menghasilkan lulusan yang memahami ilmu di bidangnya, sehingga trampil mengidentifikasi, merumuskan dan menyelesaikan masalah yang ada dalam lingkup keahliannya serta semangat belajar sepanjang hayat. Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan sikap kewirausahaan dan mampu bekerja sama dalam bingkai etika profesi Islami serta menumbuhkan sikap belajar sepanjang hayat.

ustadz Ir.H.Munichy Bachron Edrees, M.Arch., IAI., AA

Sementara tabliq akbar disampaikan oleh ustadz Ir.H.Munichy Bachron Edrees, M.Arch., IAI., AA dengan thema Musibah atau bencana dalam perspektif Islam, yang dihadiri lebih dari 100 (seratus) civitas akademika FTSP UII.

Ustadz Munichy menuturkan, umat Nabi Muhammad SAW yang terbaik adalah umat yang mau beribadah kepada Allah SWT untuk dunia dan akherat, hanya hanya sekedar duniawi atai ukhrawi saja, namun secara lengkap. Syukurilah semua nikmat Allah SWT dari yang paling mikro sampai makro dengan niat ibadah hanya semata mata untuk Allah ta’ala saja.

Musibah atau bencana yang terjadi di dunia ini sebenarnya terjadi karena kehidupan manusia itu sendiri tidak benar, karena olah tangan manusia itu sendiri. Hal ini tertera dalam Al Qur’an Surah Arrum 30:41. Oleh karenanya Al Qur’an itu harus dibaca, dipelajari, dan diamalkan, karena Al Qur’an adalah Hudallinas sebagai iman manusia. Ungkapnya.

Kado Milad Ke-53 FTSP UII ”Lakukan Penandatanganan Naskah Kerjasama dengan Kereta Api Indonesia”

Kado Milad Ke-53 FTSP UII ”Lakukan Penandatanganan Naskah Kerjasama dengan Kereta Api Indonesia”

Bertepatan hari Kamis Kliwon (12 Oktober) 22 Muharram 1438 H adalah merupakan hari jadi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)  Universitas Islam Indonesia (UII) yang ke-53.

Di hari itu, selain penyelenggaraan Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun (ILT) “Mewujudkan Infrastruktur yang Berkeadilan”, FTSP UII juga mendapatkan kado penandatanganan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Acara penandatangan naskah kerjasama dilakukan di Auditorium lantai 3 Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5  Sleman Yogyakarta. Naskah kerjasama antara FTSP UII dengan PT. Kereta Api Indonesia ditandatangani oleh Dekan FTSP UII  (Dr.- Ing. Ir. Widodo, M.Sc) dan Excutive Vise President Baleyasa Yogyakarta PT Kereta Api Iindonesia (Persero), Deni Aryanto.

Naskah kerjasama berisi tentang riset, kerja praktek dan tugas akhir (TA) mahasiswa, pertukaran informasi dibidang teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pemantauan kualitas lingkungan serta CSR.

Luruskan Niat Untuk Beribadah Seperti Layaknya Kehidupan Lebah

Luruskan Niat Untuk Beribadah Seperti Layaknya Kehidupan Lebah

Setiap amal perbuatan yang dilakukan oleh seorang Muslim itu tergantung pada niatnya. Dan ia akan memperoleh balasan sesuai dengan niatnya. Jika ia melakukan ibadah dengan niat karena Allah SWT, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah. Dan sebaliknya, jika ia meniatkannya untuk mencari pujian manusia atau untuk tujuan duniawi, maka ia akan mendapatkan tujuannya tersebut.

Ketika berbicara tentang niat, lakukanlah niat dengan kesadaran secara ikhlas,  karena khlas merupakan kunci diterimanya suatu amalan ibadah. Amal ibadah tidak akan diterima oleh Allah SWT jika tidak didasari dengan niat yang ikhlas kepadaNya. Maka dari itu, Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya untuk memurnikan dan mengikhlaskan niatnya dalam seluruh amalan ibadah yang mereka lakukan.

 

Demikian disampaikan Ustadz Sutarjo, S.Ag., M.Ag dalam tausyiah keluarga besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Ahad, 1 Oktober bertempat di Rumah Bapak/Ubu Setya Winarno, Ph.D Jl.Palem Raya I Gandok Tambakan RT.04/20 Sinduharjo Ngaglik Sleman, yang dihadiri lebih dari 150 (seratus lima puluh) orang baik dosen,  maupun tenaga kependidikan dan keluarga.

Lebih lanjut Sutarjo mengatakan, banyak amal rutinitas kita  yang dapat mengalirkan pahala, namun mungkin kita sia-siakan.Kita membubuhkan niat agar dapat kembali kuat sehingga bisa menjalankan ibadah, tentu segunung pahala dapat menjadi milik kita.

Dengan demikian, niat-niat yang selama ini mendorong kita lakukan berbagai rutinitas, seakan-akan sia-sia belaka. Kepuasan biologis, maupun kesenangan lainnya pastilah tercapai dari rutinitas kita, baik meniatkannya atau tidak. Namun tidak demikian dengan pahala dan keridhaan Allâh Azza wa Jalla, tanpa niat yang baik dan tulus, kita tidak mungkin meraihnya.

Rutinitas yang kita lakukan setiap hari dapat kita petik hikmahnya, Ustadz Sutarjo memberikan sebuah contoh kehidupan makhuk Allah SWT seperti lebah. Lebah merupakan salah satu jenis serangga yang ukuran tubuhnya kecil, yang memiliki kehidupan yang  sangat unik jika kita perhatikan secara saksama. Lebah makhluk Allah yang istimewa, ia dapat memberikan manfaat dan kenikmatan, terutama bagi umat manusia. Makhluk yang hidupnya selalu berkelompok ini, memiliki berbagai sifat yang unik, di antaranya lebah selalu hinggap di tempat yang bersih dan hanya makan yang bersih pula. Luar biasa hewan ini  hanya memakan dan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat lainnya yang bersih.

Sutarjo menggambarkan, lebah selalu selektif dalam memilih makanan. Alangkah bagusnya, jika kita sebagai manusia bisa meniru kehidupan lebah ini yaitu hanya menyantap sesuatu yang bersih dan yang baik. Lebah selalu mengeluarkan yang bersih, karena lebah hanya menyantap sesuatu yang bersih maka yang keluar dari perutnya pun adalah sesuatu yang bersih pula. Yaitu  mengeluarkan madu, dan manfaatnya juga baik untuk kesehatan manusia.  Lebah mampu memproduksi sebanyak mungkin madu, yang tidak hanya untuk kepentingannya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga buat makhluk-makhluk lainnya, terutama manusia.

Lebah tidak merusak tempat di mana pun ia hinggap, betapa santunnya hewan ini hingga dalam bergaul ia tidak menyakiti/merusak apa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah juga tidak pernah mengganggu atau melukai siapa pun kecuali kalau diganggu terlebih dahulu. Lebah juga punya harga diri yaitu ia tidak akan pernah mengganggu orang lain atau apa pun itu selama kehormatan dan harga dirinya dihormati.

Ustadz Sutarjo mengajak, bilamana beberapa sifat lebah tersebut di atas ditiru oleh setiap manusia, yakinlah bahwa akan terbentuk masyarakat yang berkualitas dalam segala lini kehidupan. Dengan demikian, akan terwujudlah kehidupan  yang berkeadilan, makmur, dan sejahtera. Lebih dari itu, kebiasaan mengeksploitasi kekayaan alam dan sesama manusia tidak lagi terjadi. Ungkap Setarjo.

Hadir dan menyampaikan kata sambutan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) mengajak kepada segenap civitas akademika FTSP UII  untuk dapat meningkatkan acara silaturrahmi semacam ini lebih erat lagi, dengan mengisi pemberian santapan rohani walaupun sudah rutinitas dijalankan, namun perlu untuk dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi.

 

Mahasiswa FTSP UII Sabet Urutan Kedua Presenter Terbaik Konferensi Keislaman IIUM

Mahasiswa FTSP UII Sabet Urutan Kedua Presenter Terbaik Konferensi Keislaman IIUM

Bertempat di Kuala Lumpur Malaysia Imam Agung Baskoro (13511008), mahasiswa Program Studi Teknik Sipil  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)  mengikuti kegiatan  Konferensi Keislaman Internasioal Islamic University of Malaysia (IIUM),  pada 21 hingga 24 September 2017.

Konferensi Keislaman Internasional berlangsung di Malaysia dengan narasumber Ustadz Hanan Attaki dari Malaysia dan dari IIUM yang diikuti puluhan mahasiswa/i dari berbagai puluhan Perguruan Tinggi ASEAN  dengan mempresentasikan papernya secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3 (tiga) orang mahasiswa/i baik dari satu Fakultas, atau satu Universitas, bahkan dari Perguruan Tinggi lain.

Team Yogyakarta terdiri dari Imam Agung Baskoro FTSP UII (13511008), Krisal Putra (Komunikasi UII), dan seorang mahasiswa (Farras Iftikar) dari  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Demikian disampaikan Imam Agung Baskoro sepulang dari konferensi.

Ia menambahkan, paper yang dipresentasikan merupakan kolaborasi mahasiswa UII dengan UMY tentang isu ke-Islaman dengan thema “Isu Dampak Jejaring Sosial yang Saat ini Merusak Akhlak, Moral dan Etika Generasi Muda”. Selain itu Imam mengaku juga telah memaparkan solusi Al Qur’an dan Al Hadits berikan serta merubah mental dan sikap kita untuk kembali ke Al-Qur’an dan Assunnah.

Dalam laga yang bergengsi ini team Yogyakarta yang terdiri dari delegasi UII dan UMY dapat menyabet urutan ke-2 (dua) dalam katagori presenter terbaik  mengungguli puluhan team team yang lainnya. Ungkap Imam.