Posts

Penyambutan Mahasiswa Baru FTSP UII Luruskan Hati Untuk Menuntut Ilmu

Foto2-Penyambutan-MhsBaru(1)

Rabu (23 Agustus) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) bertempat di  Hall Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta menggelar penyambutan bagi mahasiswa baru angkatan 2017 yang menurut agenda dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada 23 hingga  25 Agustus.

Segenap Pimpinan Fakultas, Program Studi, Panitia penyelenggara, dewan dosen dan para tenaga kependidikan FTSP UII menyambut  554 (lima ratus lima puluh empat) mahasiswa baru angkatan 2017 yang  terdiri dari 235 mahasiwa dari Prodi Teknik Sipil, 149 mahasiswa Prodi Arsitek dan 170 mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan dengan penuh kegembiraan.

Dalam penyelenggaraan penyambutan mahasiswa baru tahun 2017 ini, Pimpinan Fakultas beserta Pimpinan Program Studi beserta Panitia penyelenggara menyuguhkan beberapa kegiatan unggulan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Seperti Sholat Dhuha berjama’ah, makan pagi (sarapan bareng) soto antara  Mahasiswa Baru dengan Panitia.

Dua  materi masing masing yang disuguhkan Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan nara sumber Kolonel Infantri Ade Andrian, S.AP.M.AP (Kadeppimjuang Akmil Magelang Jawa Tengah), dan Dialog motivasi ke-Islaman bersama Drs. Imam Mujiono, M.Ag. Pengenalan dan unggulan kampus pun disampaikan dimasing masing Program Studi (Prodi) dengan Dialog Profesi Praktisi dan Profesional baik dari kalangan internal maupun eksternal.

Dalam sambutannya Wakil Dekan FTSP UII (Setyo Winarno, ST., MT., Ph.D) mengatakan bahwa,  penyambutan mahasiswa baru FTSP UII kali ini mengedepankan nilai-nilai Islam yang diberi nama PILAR Bangsa, yang pelaksanaannya sangat terbuka berdialog dengan mahasiswa baru. Kami sampaikan selamat datang dan bergabung adik adik mahasiswa baru angkatan 2017 di kampus hijau FTSP.

Penyambutan mahasiswa baru ini disusun untuk menumbuhkan rasa bahagia, terutama  bagi mahasiswa baru angkatan 2017 sebagai anggota baru di keluarga besar FTSP UII, tentu saja yang dilakukan dengan sopan, menyenangkan, banyak senyum, yang semuanya berbasis manfaat. Wakil Dekan FTSP UII pun menekankan kepada para mahasiswa baru FTSP UII angkatan 2017, luruskan hati untuk menuntut ilmu.

Senada dengan Wakil Dekan FTSP UII, Ketua Panitia penyelenggara (Lukman Hakim, ST., Msi), berharap  luruskan hati untuk menuntut ilmu adik adik sekalian, niatkan belajar anda dengan giat dan sungguh sungguh karena anda saat ini sudah masuk dunia baru yaitu sebagai mahasiswa.

Sementara nara sumber  Kolonel Infantri Ade Andrian, S.AP.M.AP menuturkan, pentingnya para mahasiswa mendapat pengetahuan tentang bela negara. Bahwa perang saat ini bukanlah perang secara konvensional seperti jaman dulu. Akan tetapi  perang saat ini adalah perang proksi (kalau boleh saya katakan lebih menggunakan pihak ketiga).

Kolonel Infantri Ade Andrian memberikan contoh  seperti  dengan mengusai sektor ekonomi.  Bela Negara pun dapat juga diwujudkan oleh generasi muda dengan tidak melakukan perkelahian, minuman keras, penyalah gunaan narkoba, bahkan kehidupan pergaulan bebas.

Anda anda sekalian tentunya juga memerlukan bekal pengetahuan tentang strategi, hal ini  ketika nantinya atau besuk para generasi muda masuk ke ranah politik, misalnya anda  menjadi Bupati, Walikota, Gubernur atau bahkan memimpin negara ini. Yang diamini oleh para mahasiswa baru. Nah strategi seperti inilah yang sangat dibutuhkan untuk mengatur tempat atau wilayah agar tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan. Ungkapnya.

Nara sumber Drs. Imam Mujiono, M.Ag. mengetengahkan Motivasi ke-Islaman menitik beratkan dalam impian massa depan, yaitu dengan memulai apa tujuan terakhir yang akan dicapai. Cita cita terakhir adalah tujuan utama yang didasari dengan rasa ketaqwaan kepada Allah SWT.

Foto-Penyambutan-MhsBaru(1)

FTSP UII Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Proklamasi 45

FTSP UII Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Proklamasi 45

Selasa(22 Agustus) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indondonesia (UII)  menerima kunjungan studi banding dari Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta, dalam penyelenggaraan Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2017 di Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan. Studi banding ini bermaksud untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirpenjamu)

Studi banding diterima oleh Wakil Dekan FTSP UII  (Setya Winarno, Ph.D), Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan (Hudori, ST., MT), Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan (Any Juliani, ST., M.Sc (Res.Eng), serta Koordinator PSMF FTSP UII (Dr.Ir.Sri Amini Yuni Astuti, MT) dan Dr.Joni Aldilla Fajri, ST., MT) bertempat di Ruang Sidang Prodi Teknik Lingkungan Gedung Mohammad Natzsir Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Rombongan yang terdiri dari Wakil Dekan Fakultas Teknik UP45 (Maria Ratih Puspita Liestiono, S.Si.,M.Sc), Ketua Prodi Teknik Lingkungan UP45 (M.Noviansyah A, M.Sc), serta Heni Dwi Kurniasari, ST., M.Eng, dan Aisyah Indah Irmaya, ST., MT.

Dalam sambutannya Wakil Dekan FTSP UII  (Setya Winarno, Ph.D) menuturkan, bahwa kunjungan studi banding ini merupakan persahabatan diantara kedua perguruan tinggi FTSP UII dengan Fakultas Teknik Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta, sehingga diharapkan silaturrahmi ini untuk saling berkontribusi.

FTSP UII terdiri dari 3 (tiga) Prodi S1, Teknik Sipil, Arsitektur dan Teknik Lingkungan. Ketiganya sudah mendapatkan pengakuan akreditasi internasional, Prodi  Teknik Sipil sudah terakreditasi internasional dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE). Prodi Arsitektur juga sudah terakreditasi internasional dari Korean Architecture Accrediting Board (KAAB), dan Teknik Lingkungan sudah terakreditasi dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA.

Tentunya studi banding program studi dari UP45 Yogyakarta ini akan dapat menggali pelajaran dan pengalaman dari Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII khususnya dalam upaya peningkatan dan pemeliharaan status akreditasi Perguruan Tinggi. Ungkapnya.

Sementara Ketua Prodi Teknik Lingkungan UII  (Hudori, ST., MT) dalam penerimaan studi banding menegaskan, bahwa Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII  berdiri pada tahun 1999 yang dalam Perkembangannya diawali pada tahun 2011 mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT), sedangkan pada tahun 2010 mendapatkan akreditasi laboratorium dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan 14 Agustus 2017 mendapatkan pengakuan akreditasi internasional  dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA.

Pendapatan pengakuan akreditasi internasional dari ABET ini dalam proses persiapannya  diawali sejak tahun 2013, dengan mengawal pertama kali merubah kurikulum lama menjadi kurikulum yang baru guna menunjang akreditasinya.

Selanjutnya Hudori mengulas banyak tentang profil keprodian, tenaga pengajar, visi misi, kurikulum serta sistem pembelajaran yang diterapkan di Prodi Teknik Lingkungan. Di ujung studi banding rombongan juga mengunjungi laboratorium Kualitas Air, Kualitas Udara, Bioteknologi Lingkungan, Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta laboratorium  Analisis Resiko Lingkungan.

Program Profesi Arsitektur (PPAr) FTSP UII Adakan Workshop Manajemen

Program Profesi Arsitektur (PPAr) FTSP UII Adakan Workshop Manajemen

Program Profesi Arsitektur (PPAr) Fakultas Teknik Sipil  FTSP (FTSP) Universitas Islam Indonesia UII bekerjasama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Workshop bagi mahasiswa Program Profesi Arsitektur UII tentang Manajemen Konstruksi. Workshop berlangsung selama 2 (dua) hari 3 dan Agustus bertempat di Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta diikuti 15 (lima belas) peserta  PPAr UII.

Sebagai narasumber Dr.Ir.Tuti Sumarningsih, MT yang mengupas Manajemen Konstruksi Bangunan yang ada di Indonesia kemarin Kamis (3 Agustus). Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf. Namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam,  Top Manager, Middle Manager, dan First-Line Manager.

Top Manager (Manajer Puncak) adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah. Middle Manager (Manajer Menegah) berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.

Tuti Sumarningsih menambahkan, First-Line Manager (Manajer Lini Pertama) itu kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

Dari sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida, yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut. Ungkap Tuti Sumarningsih.

Sedangkan hari ini Jum’at (4 Agustus)  Noor Andi Wijayanto, S.T., M.Sc., MBA Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Realestate Indonesia (DPD REI) DIY sebagai narasumber workshop manajemen mengupas tentang Manajemen Pengembangan.

Noor Andi Wijayanto menuturkan bahwa jumlah penduduk indonesia meningkat, sementara ketersediaan ruang, energi dan air sangat terbatas. Oleh karenanya diperlukan pemecahan masalah melalui manajemen pengembangan.

Kebutuhan energi Indonesia yang semakin hari semakin meningkat memamng memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Setiap tahunnya jumlah penduduk Indonesia selalu bertambah, pertumbuhannya sangat cepat.

Sebagai negara yang berkembang, pertumbuhan yang pesat ini memberikan dampak kepada kehidupan manusia di dalamnya. Aspek yang sangat terpengaruh oleh pertumbuhan penduduk ini adalah penggunaan energi. Energi yang dibutuhkan semakin hari semakin meningkat, sedangkan ketersediaan energi tersebut terbatas, oleh sebab itu hal  perlumen dapatkan perhatian khusus.

Energi sendiri dibutuhkan manusia untuk menunjang berbagai kebutuhan dalam hidup, baik dalam sektor industri, rumah tangga, transportasi, dan kebutuhan kebutuhan lainnya. Semakin tinggi penduduk dalam suatu negara maka jumlah kebutuhan energi juga akan semakin meningkat.

70 Siswa SMKN 1 Gantar Indramayu Mengunjungi Laboratorium Arsitektur UII

Sebanyak 70 (tujuh puluh) siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gantar Indramayu melakukan kunjungan ke laboratorium Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Jl.Kaliurang Km.14,5 Yogyakarta Rabu (2 Agustus).

Maksud dan tujuan mengunjungi laboratorium yang ada di Prodi Arsitektur FTSP UII sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi pendidikan, ketrampilan, dan ilmu pengetahuan bagi siswa siswi dalam mengenal lebih dekat dinamika kegiatan dan laboratorium yang ada di Arsitektur UII.

Tujuh puluh siswa Jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB) Arsitektur didampingi beberapa pembimbing SMKN 1 Gantar Indramayu dan mendapatkan pendampingan langsung dari laboran Arsitektur UII untuk mengunjungi dan memperkenalkan laboaratorium yang ada di Arsitektur UII.

Laboratorium yang dikunjungi adalah Laboratorium Perancangan, laboratorium Teknologi Bangunan, maupun Studio  Arstektur. Laboratorium ini  secara umum berperan dalam kegiatan kurikuler dan ko-kurikuler. Dalam lingkup kegiatan kurikuler, peran utama laboratorium adalah menyelenggarakan praktikum dan kegiatan lain secara langsung maupun tidak langsung menunjang kegiatan perkuliahan. Sedangkan dalam lingkup kegiatan ko-kurikuler, laboratorium menyelenggarakan dan mendukung pengembangan keilmuan dan minat minat kajian tertentu dalam disiplin ilmu arsitektur baik di lingkungan mahasiswa maupun pengajar.

FTSP UII Internasionalisasikan Program Studi

FTSP UII LIVE ON TVRI JOGJA

Perjalanan panjang  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) didirikan awal adalah Program Studi (Prodi) Teknik Sipil S1 yang sekarang beranak pinak menjadi 7 (tujuh) Program Studi.  3 (tiga) Prodi S1 (Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan) dan 4 (empat) pascasarjana (Program Magister Teknik Sipil, Program Doktor Teknik Sipil, Program Magister Arsitektur, dan Program Profesi Arsitektur).

Dalam perjalanan panjang juga Prodi S1 yang sudah berpuluh tahun mendapatkan Akreditasi A, maka prodi prodi tersebut menuju ke akreditasi internasional. Untuk Prodi Teknik Sipil terakreditasi internasional dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA, Prodi Arsitektur terakreditasi internasional dari Korean Architecture Accrediting Board (KAAB).  Sedangkan Prodi Teknik Lingkungan sudah divisitasi akreditasi internasional oleh Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA tinggal menunggu hasilnya Agustus tahun ini.

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam siaran langsung tentang pengembangan program studi  bertempat di station TVRI Jl.Magelang Yogyakarta, Senin (3 Juni) 2017.

FTSP UII LIVE ON TVRI JOGJA2

Turut hadir pula Ketua Prodi Teknik Sipil (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D), Ketua Prodi Arsitektur (Noor Choolis Idham, ST., M.Arch., Ph.D), Ketua Prodi Teknik Lingkungan (Hudori, ST.,MT), Ketua Program Magister Arsitektur (Ir.Suparwoko, MURP., Ph.D.), Ketua Program Profesi Arsitektur (Ir.Ahmad Syaifudin Mutaqi, MT), beberapa dosen dan tenaga kependidikan, serta 20 (dua puluh) mahasiswa.

Sementara Ketua Prodi Teknik Sipil Miftahul Fauziah mengatakan internasional strandar itu tidak mesti merbahasa inggris akan tetapi sistemnya yang internasional. Jadi internasional itu bukan kita itu mengaku tetapi kita itu diakui oleh badan akreditasi internasional. Akhir tahun 2012 kita didorong oleh Universitas karena sudah terakreditasi A itu perlu ditingkatkan lagi mengajukan akreditasi internasional standar oleh Japang Accreditation Board Education sebagai salah satu badan akreditasi yang sudah diakui dunia internasional yang menjadi salah satu anggota washington qoutes. Tahun 2016 mendapatkan sertifikasinya akreditasinya yang berlaku untuk 6 (enam) tahun sejak September 2015 karena diaksesnya sejak bulan September 2015 hingga tahun 2021.

Miftahul Fauziah menegaskan bahwa, Teknik Sipil di Indonesia baik negeri maupun swasta yang pertama kali mendapatkan akreditasi internasional satu satunya baru Teknik Sipil UII. Teknik Sipil UII mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki oleh Teknik Sipil yang ada di Perguruan Tinggi lain. Ungkapnya.

Prodi Arsitektur UII memiliki program 5 (lima) tahun dimana itu sesuai dengan standar internasional bahwa arsitektur itu harus lulus dalam waktu 5 (lima) tahun, dengan mekanisme 4 (empat) tahun menempuh sarjana 1 (satu) tahun menempuh profesinya.

Mekanisme tercapainya akreditasi internasional Prodi Arsitektur hampir sama dengan Prodi Teknik Sipil yang dipersiapkan sejak tahun 2011 dan mendapatkan akreditasi internasional pada Pebruari 2017. Ungkap Noor Cholis Idham.

Ketua Prodi Teknik Lingkungan (Hudori) mengatakan, Prodi Teknik Lingkungan adalah merupakan Prodi termuda diantara prodi-prodi yang ada di FTSP UII karena berdiri pada tahun 1999 yang saat ini mengejar prodi kakak kakaknya. Perkembangan Prodi Teknik Lingkungan diawali pada tahun 2011 mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT), sedangkan pada tahun 2010 mendapatkan akreditasi laboratorium dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Prodi Teknik Lingkungan pun tidak ketinggalan untuk mencari akreditasi internasional  ke Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA dimana badan ini sudah mengakreditasi internasional 3700 program studi sedunia. Proses persiapan akreditasi internasional diawali sejak tahun 2013, divisitasi tahun 2016, sedangkan pengumuman hasil akreditasi internasional Agustus tahun ini. Ungkap Hudori.