Posts

Tabliq Akbar, Sosialisasikan Visi, Misi dan Tujuan FTSP UII

Terwujudnya Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) yang memiliki reputasi dan memberi manfaat di tingkat nasional dan internasional dengan keunggulan dalam ilmu rekayasa lingkungan terbangun berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Lingkungan binaan atau lingkungan terbangun adalah suatu lingkungan yang ditandai dominasi struktur buatan manusia. Sistem lingkungan binaan bergantung pada asupan energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan.

sambutan dekan ftsp uii

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) VISI FTSP dalam  sambutan tabliq akbar yang digelar bertepatan dengan penutupan MILAD FTSP ke-53 Jum’at (24 Nopember) bertempat di Hall Gedung Mohammad natsir FTSP Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Lebih lanjut Widodo menegaskan bahwa, maksud dan tujuan kami sampaikan VISI, MISI dan tujuan FTSP ini supaya segenap civitas akademika FTSP (Dosen, Tenaga kependidikan, dan para mahasiswa) mengetahui tingkat pemahaman visi, misi dan tujuan FTSP itu sendiri.

Sedangkan MISI FTSP itu sendiri adalah menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk membentuk cendekiawan muslim yang memiliki keunggulan profesional di bidang rekayasa lingkungan terbangun, dan mengembangkan tradisi dan inovasi dalam ilmu-ilmu rekayasa lingkungan binaan yang memberikan kemanfa’atan bagi masyarakat berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ia berharap semoga semua tujuan FTSP dapat terwujud dengan, menghasilkan sarjana muslim dan pemimpin bangsa yang bertakwa, berakhlak serta berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran secara baik dan unggul sehingga dapat berdaya saing  secara global. Mengembangkan dan mengaplikasikan Iptek untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat dan bangsa. Menghasilkan lulusan yang memahami ilmu di bidangnya, sehingga trampil mengidentifikasi, merumuskan dan menyelesaikan masalah yang ada dalam lingkup keahliannya serta semangat belajar sepanjang hayat. Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan sikap kewirausahaan dan mampu bekerja sama dalam bingkai etika profesi Islami serta menumbuhkan sikap belajar sepanjang hayat.

ustadz Ir.H.Munichy Bachron Edrees, M.Arch., IAI., AA

Sementara tabliq akbar disampaikan oleh ustadz Ir.H.Munichy Bachron Edrees, M.Arch., IAI., AA dengan thema Musibah atau bencana dalam perspektif Islam, yang dihadiri lebih dari 100 (seratus) civitas akademika FTSP UII.

Ustadz Munichy menuturkan, umat Nabi Muhammad SAW yang terbaik adalah umat yang mau beribadah kepada Allah SWT untuk dunia dan akherat, hanya hanya sekedar duniawi atai ukhrawi saja, namun secara lengkap. Syukurilah semua nikmat Allah SWT dari yang paling mikro sampai makro dengan niat ibadah hanya semata mata untuk Allah ta’ala saja.

Musibah atau bencana yang terjadi di dunia ini sebenarnya terjadi karena kehidupan manusia itu sendiri tidak benar, karena olah tangan manusia itu sendiri. Hal ini tertera dalam Al Qur’an Surah Arrum 30:41. Oleh karenanya Al Qur’an itu harus dibaca, dipelajari, dan diamalkan, karena Al Qur’an adalah Hudallinas sebagai iman manusia. Ungkapnya.

Arsitektur FTSP UII Adakan Sarasehan Dalam Rangka Purna Bhakti Ir.Munichy BE, M.Arch.

Arsitektur FTSP UII Adakan Sarasehan Dalam Rangka Purna Bhakti Ir.Munichy BE, M.Arch.

Ir. Munichy Bachron Edrees, M. Arch., IAI., AA (yang panggilan akrabnya Pak Munichy) pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi selama 3 (tiga) periode di masa awal berdirinya, beliau merupakan founding father Prodi Arsitektur sekaligus sebagai guru, bapak, sahabat, arsitek, ustadz dann tauladan yang baik. Pernah pula menjabat sebagai ketua asosiasi IAI DIY selama 3 (tiga) periode, Ketua IAI Nasional Periode 2012-2015, dan Ketua kehormatan IAI Periode 2015-2018.

Acara Sarasehan “Guruku, Sahabatku, dan Tauladanku” ini dihadiri oleh civitas akademika UII yang merupakan ajang silaturrahmi bagi alumni,, mahasiswa, dosen, di Prodi Arsitektur UII maupun teman sejawat. Acara  dalam suasana keakraban, penuh rasa terima kasih dari para muridnya, dan penghormatan atas dedikasi Pak Munichy selama 33 tahun berkiprah dan mengabdi di UII.

Dalam acara  ini, Cak Nun bercerita bahwa sepertinya di Lauhul Mahfudl nama Pak Munichy memang sudah tertulis dengan tinta emas. Sejak kecil orangnya rajin dan tekun. Diceritakan pula oleh Cak Nun  kemesraan persahabatannya sewaktu SMA itu. Ketika berjalan kaki menuju sekolah, Cak Nun selalu disalip Pak Munichy. “Pak Munichy lulus di semua hal. Dia orang yang baik dan jujur,” kata Cak Nun.

Ini lalu mengingatkan Cak Nun tentang “prestasi” Cak Nun sendiri di sekolah, yaitu bagaimana guru-guru rapat kelulusan siswa untuk akhirnya bersepakat meluluskan Cak Nun daripada akan merepotkan setahun lagi. Selain rajin, Cak Nun juga ingat Pak Munichy aktif melukis sejak SMA.

Cak Nun mengemukakan satu cara pandang bahwa manusia sebenarnya adalah penduduk surga yang sedang outbond ke Bumi sebentar. Nah, oleh Allah Pak Munichy diciptakan dengan Formula biologis yang sangat Arsitektural. Dalam pandangan Cak Nun, arsitek termasuk ujung tombak peradaban.

Sebab, peradaban manusia saat ini agak kacau dalam urusan memahami atau memperlakukan antara yang tampak dan yang tidak tampak. Talbis adalah fenomena yang terkait dengan hal ini. Tetapi di sisi lain, apa yang tampak atau kelihatan adalah wilayah karya arsitek. Maka arsitek adalah pelaku utama peradaban.