Posts

FTSP UII Terima Studi Banding STT Pelita Bangsa

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa 1

Dua Program Studi (Prodi) masing masing Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kemarin Selasa (26 September) menerima kunjungan studi banding dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pelita Bangsa Bekasi bertempat di Ruang Sidang Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa  2

Kunjungan ini bertujuan sebagai wahana sharing di berbagai bidang ilmu kearsitekturan dan ilmu lingkungan dalam hal pengenalan struktur fakultas dan prodi, laboratorium, kurikulum dan pembelajaran, Tugas Akhir (TA), maupun sistem pengajaran penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen.

Rombongan STT Pelita Bangsa sejumlah 12 (dua belas) orang  yang dipimpin oleh Dr.Supriyanto  disambut oleh Dekan FTSP UII  (Dr.Ing-Ir.Widodo, M.Sc), Wakil Dekan FTSP UII (Setya Winarno, Ph.D), Ketua Prodi Teknik Lingkungan UII (Hudori, ST., MT), Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan (Any Juliani, ST., M.Eng), dan Sekretaris Prodi Arsitektur (Ir.Rini Darmawati, MT).

FTSP UII Terima Studi Banding  STT Pelita Bangsa 3

Prestasi ke-3 (tiga) Program Studi Sarjana (S1) FTSP UII yang terdidi dari Program Studi Teknik Sipil meraih akreditasi internasional dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE),  Program Studi Arsitektur dan Profesi Arsitektur meraih akreditasi internasional dari Korean Architectural Accrediting Board (KAAB), dan pada 22 September kemarin baru saja Prodi Teknik Lingkungan menerima sertiikat akreditasi internasional dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA. Teknik Lingkungan ini turut melengkapi capaian akreditasi internasional Program Studi yang ada di FTSP UII sebelumnya.

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam penerimaan rombongan studi banding dari STT Pelita Bangsa Bekasi.

Lebih lanjut Dr.-Ing.Ir.Widodo mengatakan, guna   mewadahi mahasiswa yang akan menuju ke Internasional saat ini FTSP UII membuka klas Internasional untuk Prodi Teknik Sipil dan Arsitektur, sedangkan Teknik Lingkungan akan segera menyusulnya. Oleh karenanya dibuka matrikulasi 1 (satu) tahun.

Sedangkan pemaparan kurikulum dan pembelajaran, Tugas Akhir (TA), maupun sistem pengajaran penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen disampaikan oleh masing masing Program Studi (Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Lingkungan).

Teknik Lingkungan FTSP UII Adakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE

Foto3-Workshop-OBE-TL

Sabtu (23 September) Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan (TL) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan workshop kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bertempat di Ruang Sidang Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14.5 Yogyakarta.

Workshop  berbasis OBE diperuntukkan para dosen Prodi Teknik Lingkungan  FTSP UII  dihadiri  20 (dua puluh)  dosen Prodi Teknik Lingkungan dengan nara sumber Edwan Kardena, Ph.D  (Dosen Teknik Lingkungan ITB), Putra Arif Budiman, ST (Kementerian Pekerjaan Umum RI),  Sandi Eko Bramono, Ph.D. (Kementerian Pekerjaan Umum RI),  Dr.Tasdiyanto SP, M.Si  (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), Ir.Rama Boedi, M.Si., IPU, dan Aris Ika Nugrahanto, ST., MBA., CEA., CEM.

Dalam makalahnya Sandi Eko Bramono , Ph.D. menyampaikan bahwa Indonesia mengalami problem sanitasi (termasuk pada sektor persampahan) yang semakin kompleks dan memasuki era sanitasi mendapat perhatian yang lebih tinggi namun ahlinya semakin terbatas dan langka. Oleh karenanya, senantiasa perkuat integritas, komitmen, etos, dan kompetisi (pada sektor persampahan).

Nara sumber dari Teknik Lingkungan ITB Edwan Kardena, Ph.D menuturkan, apa yang terjadi saat ini pada pendidikan dan perkembangan teknologi Bidang Teknik Lingkungan adalah Teknologi Pengolahan Air yang tersedia lebih advance daripada teknologi dan teori yang dipelajari di bangku kuliah. Banyak bidang lain melakukan terobosan dan penelitian/pengembangan teknologi lingkungan (TK, FI, SI, KI, BI, Pertanian dan lainnya). Bidang safety, environment, health sangat diperlukan di luar namun sedikit pelajaran mengenai bidang ini di kurikulum, serta tarik ulur kebutuhan akan Sanitary Engineer dan Environmental Engineer.

Problem bidang Environment di masa mendatang adalah Isue Sustainable development Goals WATER and SANITATION, Global Issue terkait perubahan iklim akan berpengaruh terhadap bidang terkait dengan pencemaran udara, pencemaran air, Issue Industri 4.0 mungkin industri generasi yang lebih jauh dari ini  dan Tantangan Green Industry.

Oleh karena itu Edwan Kardena berharap mahasiswa perlu dibekali Ilmu dasar yang kuat seperti mikrobiologi, matematika/ komputasi, kimia, biokimia. Disamping itu adanya dasar dasar engineering (Unit proses dan Unit operasi), serta ilmu komunikasi dan ilmu management. Ungkap Edwan Kardena.

Sementara Dr.Tasdiyanto SP, M.Si  menegaskan, kurikulum berbasis Outcome Base Education itu Berorientasi Kerja, yakni bergeser dari orientasi keilmuan (science) ke kompetensi kerja, dan proporsi kerja praktek diperbanyak. Berbasis Kompetensi, yaitu Standar Internasional, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan  Standar Khusus. Urgensi Pendidikan Vokasional (Perkumpulan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia sedang merintis Sekolah Vokasi Pembangunan Berkelanjutan).

Nara sumber lain Putra Arif Budiman, ST menyampaikan Permasalahan dan Visi Pembangunan Sanitasi Nasional. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum Teknik Lingkungan adalah Sanitasi. Sanitasi telah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan pada tingkat internasional dan nasional, terutama dalam hal perlindungan lingkungan (perubahan iklim, ketahanan air, pengendalian pencemaran).

Berikutnya adalah Wide range of technology options, perbedaan teknologi yang sangat signifikan antara konvensional dan mutakhir (perkotaan melawan perdesaan). Pemahaman lintas disiplin ilmu terutama terkait faktor non-teknis (pembiayaan, regulasi, kelembagaan, sosial ekonomi masyarakat).

Sedangkan Aris Ika Nugrahanto, ST., MBA., CEA., CEM. menjelaskan tentang tantangan, peluang dan kebutuhan perubahan lulusan Teknik Lingkungan.

Foto1-Workshop-OBE-TL

 

Arsitektur FTSP UII, Aisah Azhari Marwangi Raih IPK Tertinggi Wisuda I TA.2017/2018

Foto Wisuda ftsp uii

Pimpinan Program Studi (Prodi) Fakultas Teknik Sipil dan  Perencanaan (FTSP)  Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (23 September) bertempat di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Kampus Terpadu UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta mewisuda 68 (enam puluh delapan) wisudawan/i dalam prosesi wisuda jenjang Doktor, Magister, Sarjana dan Ahli Madya untuk Periode I Tahun Akademik (TA) 2017/2018.

Menurut data yang dirilis oleh Kepala Divisi (Kadiv.) Administrasi Akademik FTSP UII (Aris Widada, A.Md) bahwa Wisuda kali ini FTSP UII mewisuda Sarjana (S1) sebanyak 23 (dua puluh tiga) dari prodi  Teknik Sipil, 26 (dua puluh enam) Prodi Arsitektur, dan 19 (sembilan belas) Prodi Teknik Lingkungan.

Dari enam puluh delapan wisudawan/i terdiri dari 30 (tiga puluh) mahasiswa yang masuk Cumlaude, yaitu Teknik Sipil 5 (lima) mahasiswa, Arsitektur 16 (enam belas) mahasiswa, dan Teknik Lingkungan 9 (sembilan) mahasiswa dengan studi tepat waktu tercepat 3,85 tahun untuk Prodi Teknik Sipil; 3,90 tahun Prodi Arsitektur dan 3,78 tahun untuk Prodi Teknik Lingkungan.

Aris Widada menambahkan, dari ketiga Prodi memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,86 Prodi Teknik Sipil diraih oleh Khalis Fatmawati (13511226); 3,96 Prodi Arsitektur diraih oleh Aisah Azhari Marwangi (13512047);  dan 3,83 Prodi Teknik Lingkungan  yang diraih oleh Wahyu Budiyantoro (13513227).

Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi pada Wisuda I TA.2017/2018  dari Program Strata Satu (S1), 3,96 (tiga koma sembilan enam) diraih oleh Aisah Azhari Marwangi dari Program Studi Arsitektur mengungguli kawan kawannya sebanyak 609 orang Wisudawan/i. Yang bersangkutan mendapatkan PIN Mas dari Universitas Islam Indonesia (UII). Ungkap Aris Widada.

Sedangkan Aisah Azhari Marwangi di sela sela persiapan Wisuda mengatakan, Alhamdulillah dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang terbaik. Semua prestasi ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, yang memiliki kiat-kiat dalam meraih prestasi dengan cara lebih aktif di kelas, tugas-tugas diselesaikan dengan baik, rajin kuliah, dan aktif belajar.

Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII Meraih Akreditasi Internasional ABET

akreditasi-internasional-abet

Jum’at (22 September) Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan (TL) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan  (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima sertiikat akreditasi internasional dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA. Sertifikat diserah terimakan oleh Rektor UII (Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D) kepada Ketua Prodi Teknik Lingkungan FTSP UII (Hudori, ST., MT) bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta yang disaksikan perwakilan dari Kopertis Wilayah V DIY, Wakil Rektor I UII (Dr.-Ing. Ir. Fadjar Maharika, IAI. MA) dan Dekan FTSP UII (Dr.- Ing. Ir. Widodo, M.Sc.).

Dalam sambutannya Rektor UII (Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D) menuturkan dengan raihan ini maka Teknik Lingkungan UII menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama di Indonesia yang meraih Akreditasi Internasional ABET. Yang berarti pula merupakan Program Studi Teknik Lingkungan ke-2 (kedua) di Indonesia, setelah ITB.

Prestasi Program Studi Teknik Lingkungan ini turut melengkapi capaian akreditasi internasional Program Studi yang ada di FTSP UII sebelumnya. Seperti Program Studi Teknik Sipil meraih akreditasi internasional dari Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) dan Program Studi dan Profesi Arsitektur dari Korean Architectural Accrediting Board (KAAB).

Rektor UII  menambahkan, beberapa program studi di lingkungan UII saat ini juga sedang menyiapkan untuk mendapatkan akreditasi internasional. Hal ini tentunya sesuai dengan komitmen UII untuk menuju world class university. Selain akreditasi internasional, saat ini banyak sekali prestasi di level internasional yang berhasil di raih oleh para dosen dan mahasiswa.

Nandang Sutrisno, Ph.D pun berpesan agar upaya yang dilakukan tidak hanya berhenti setelah diperolehnya akreditasi internasional ini, dan  bukan sekedar dokumen pengakuan akreditasi yang diperoleh, namun  juga bukti dari raihan tersebut, dan  ke depan semakin banyak karya ilmiah para dosen UII di SCOPUS. Pintanya.

Sementra Dekan FTSP UII (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) dalam sambutannya menyampaikan,  di usia yang masih muda yakni menginjak 18 tahun, Teknik Lingkungan UII membuktikan diri tidak selalu kalah dengan Program Studi Teknik Lingkungan di kampus negeri. Beberapa capaian yang sudah diraih Teknik Lingkungan UII seperti perolehan akreditasi A dari BAN-PT sejak tahun 2011, akreditasinya Laboratorium Kualitas Lingkungan FTSP UII oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk penerapan ISO/IEC 17025 sejak tahun 2010 dan yang terakhir adalah diperolehnya akreditasi internasional dari ABET.

Dr.-Ing.Ir.Widodo menambahkan, perolehan akreditasi internasional dari ABET ini   menunjukkan bahwa kualitas pendidikan yang diselenggarakan Teknik Lingkungan UII sudah setara dengan pendidikan di perguruan tinggi maju di luar negeri. Akreditasi ABET ini menjamin Teknik Lingkungan UII telah memenuhi standar untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia keteknikan yang unggul di bidang inovasi dan teknologi maju serta antisipatif terhadap isu kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Ungkapnya.

Selesainya penyerahan sertifikat akreditasi internasional ABET dilanjutkan dengan Diskusi Panel dan sharing kiat kiat mendapatkan akreditasi internasional dengan nara sumber Hudori, ST., MT (Ketua Prodi Teknik Lingkungan UII), Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, dan Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc (Dekan FTSP UII).

Dalam Seminar Nasional “Sustainability in Architecture” Dekan FTSP UII Mengajak Membangun Struktur Dengan Lebih Baik dan Suksses

Foto1-SeminarNas-PPAr

Kegiatan ini minimum sharing dalam rangka membangun bagaimana struktur kita ke depan lebih baik dan suksus. Dan dalam waktu yang sangat dekat ini Fakultas Teknik Sipil  dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sedang dalam persiapan proses akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)  baik untuk Program Studi S1 Arsitektur maupun Program Profesi Arsitektur (PPAr) terlepas dari akreditasi internasional, itupun wajib kita persiapkan.

Demikian dituturkan Dekan FTSP UII (Dr.-Ir.Widodo, M.Sc) dalam acara Seminar Nasional tentang “Sustainability in Architecture” pada Rabu (20 September) bertempat di Ruang Sidang Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta diikuti 65 (enam puluh lima) peserta calon pakar maupun para pakar dan mahasiswa PPAr UII.

Lebih lanjut Widodo menjelaskan bahwa Program Studi S1 Arsitektur Maupun Program Profesi Arsitektur (PPAr) UII sudah terakreditasi internasinal dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB), namun demikian di luar internasional itu kita tetap wajib proses diri dengan BAN-PT. Ungkapnya.

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerjasama PPAr FTSP UII dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun LPJK, yang dihadiri dan menyampaikan kata sambutan (Ir.Soemardi, IAI).

Soemardi IAI mengatakan bahwa peran arsitektur dalam menyejahterakan jasmani dan rohani di tengah tengah masyarakat, maka arsitek wajib mengamalkan kemampuan dan pengetahuannya sebagai orang keperayaan dan penasehat ahli dengan semangat kerjasama, keterbukaan, dan iktikad yang sebaik-baiknya.

Dengan pemilikan IAI maka Saudara tentu akan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang sekaligus juga akan memiliki lisensi (ijin praktek). Oleh karenanya anggota IAI diharap dapat berperan di tengah tengah masyarakat untuk berkarya yang terbaik. Ungkap Soemardi.

Sebagai nara sumber Seminar adalah Wisnu Setiawan, ST., M.Arch., Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Surakarta; Alexander Rani Suryandono, M.Arch., IAI dari Universitas Gadjah Mada; Syarifah Ismailiyah Al Athas, ST. (UII), MT., IAI; serta Praktisi dan pengurus IAI DIY (Sofia A. Ulfah., IAI) yang dimoderatori Jarwa Prasetya Sih Handoko, ST., M.Sc., IAI.