Lima mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) masing-masing Muhammad Ihsan Hernanta  (16512035) selaku Ketua Tim, Junian Achmad Mahendra (16512016), Salsabila Ghaisani Boru Tambunan (16512100), Nurlita Vica Premidya Nugrahanti (16512093), dan Fadhil Muhammad Ramadhan (16512088) kembali memboyong prestasi sayembara Universal Design for Living Design Competition di posisi ke dua yang digelar oleh Himpunan Desain Interior Indonesia dan Dulux.

Finalisasi dilaksanakan pada 21 Pebruari di PT.ICI Paint Indonesia (Dulux) Titan Center  9th floor Jl.Boulevard Bintaro Blok B7/B1 No.5 Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang, sedangkan hasil kejuaraan diumumkan dan diserahkan pada 11 Maret di Restoran Meradelima Jl.Adityaman 47 Jakarta Selatan.

Muhammad Ihsan Hernanta selaku Ketua Tim mengatakan,  poin plus dari desain yang dibuat adalah :
1.Menciptakan ruang dan sirkulasi ramah difabel. Sirkulasi linear dan ruangan barrier free memudahkan difabel dalam beraktifitas.

2.Transisi antar ruang ditunjukkan dengan perbedaan pola lantai sehingga tidak menciptakan batasan solid antar ruang. Ruang menjadi lebih cair dengan peranannya masing-masing.

3.Konsep rumah diambil dari rumah Jawa yang memiliki ciri atap unik, banyak bukaan untuk memasukkan cahaya dan angin, serta menyatu dengan alam. Dikemas dengan lebih modern seperti transformasi atap yang unik, skylight untuk memasukkan cahaya, folding door dan indoor garden untuk menjadi sirkulasi udara. Indoor garden juga memberi suasana segar yang membuat penghuni keluar dari hiruk pikuknya suasana perkotaan.

4.Pada bagian ruang makan dan ruang keluarga dilengkapi dengan folding furniture untuk memaksimalkan fungsi dan dimensi ruang.

5.Kaca massiv yang menjadi dinding kamar berfungsi untuk memudarkan batasan tegas antara kamar dan rumah sehingga kamar tidak hanya menjadi tempat yang terisolasi bagi rumah, namun tetap menjadi kesatuan dari rumah. Kaca ini juga digunakan untuk mempermudah pengawasan bagi seisi rumah dan memudahkan pengawasan bagi difabel.

6.Fasad depan menggunakan material bekas dalam langkah sustainability. Jendela dan pintu bekas diolah dan dijadikan fasad unik yang juga mampu menjadi sirkulasi udara untuk rumah.

7.Cat yang dipilih dari Dulux Palette : spiced honey (color of the year), love letter, storm day.
Ketiga cat digunakan untuk menciptakan kesan lovely dan hangat pada rumah. Warna-warna  lembut yang digunakan akan membuat penghuni merasa nyaman.

Muhammad Ihsan Hernanta menambahkan, dengan perjuangan kami berlima akhirnya kami berhasil memperoleh juara 2 (dua) kategori mahasiswa atau Most Inspiring Design. Dengan Tema yang diangkat Universal Design for Living, dengan  penekanan desainnya pada sirkulasi dan kenyamanan gerak semua jenis pengguna, khususnya difabel. Ungkapnya.