Perancangan bangunan jembatan memerlukan suatu rencana yang efektif dan efisien, disamping bahan dan biaya yang dibuat dengan perhitungan cermat, ketahanan jembatan yang cukup kuat untuk menahan beban juga menjadi perhatian. Hal inilah yang mendorong 3 (tiga) mahasiswa Program Studi Tenik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) membuat rancangan jembatan yang diikutkankan pada Balsa Bridge Competition yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sipil, Politeknik Negeri Semarang. Kompetisi itu merupakan rangkaian dari Civil Expo Part VII.

Tim Epsilon UNISI terdidi dari  Ahmad Latiful Ansori (16511254) selaku Ketua Tim, dan 2 (dua) anggota masing-masing  Ahmad Ahsan Tajul Muluk (16511005), dan Dhanoe Seto Nugroho (17511193) didampingi dosen pembimbing Astriana Herdawati, ST., M.Eng berhasil menyabet juara 2 pada lomba Rancang Bangun Jembatan yang diikuti lebih dari 162 Tim dari sekitar 30 kampus di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Ahmad Latiful Ansori mengatakan bahwa  lomba ini terdiri dari 2 (dua) dua tahap, tahap penyisihan dan final. Tahap pertama dilaksanakan pada 21 Februari 2019 dengan mekanisme lomba membuat prototipe jembatan balsa dan di uji kekuatannya dan. Dalam final dilaksanakan pada 8-9 Maret 2019 yang menyisahkan 9 tim. Finalis diminta membuat prototipe jembatan balsa dengan bahan yang telah disediakan panitia dalam waktu 3 (tiga) jam,  dan finalis diminta untuk mempresentasikan desain jembatan yang telah dibuat, kemudian dilanjut pengujian kekuatan.

Salah satu tantangan terberat dalam menghadapi para pesaing adalah tuntutan kemampuan mereka untuk memahami analisis struktur. Namun berkat kerja keras serta semangat mereka bisa mengatasinya. Ungkapnya.