Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan bentuk kongkrit dari tertuangnya ide-ide kreatif mahasiswa. Minat mahasiswa kepada penulisan PKM dirasa perlu dikembangakan, guna menumbuhkan  kreativitas serta daya kompetisi karya tulis mahasiswa tingkat nasional. Gayung bersambut PKM perlu digalakkan.

Demikian dituturkan  Dekan FTSP UII (Miftahul Fauziah, Ph.D) dalam pendampingan sosialisasi PKM yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Sabtu (26 Oktober) bertempat di Ruang Sidang Dekanat FTSP UII Gedung Mohammad Natsir Lantai 1 Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Miftahul Fauziah berharap, dengan PKM  mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran tentang penelitian, pengabdian, kewirausahaan,   tanggung jawab, serta kepemimpinan. Dengan melalui Program Kreativitas Mahasiswa ini pula diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam bidang akademisnya. Ungkap Miftah.

Pendampingan PKM yang dihadiri pula Wakil Dekan Bidang Sumber Daya (Dr.Ir.Kasam, MT), dan puluhan mahasiswa/i dilingkungan FTSP UII.

Sementara narasumber Muhammad Ridwan Andi Purnomo, ST., MT., Ph.D menegaskan PKM tahun ini merupakan pendanaan 2020 yang terdiri dari  PKM Penelitian (PKM-P), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM Teknologi (PKM-T), PKM Karsa Cipta (PKM-KC), PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK).

Muhammad Ridwan mengharapkan, bagi  mahasiswa patut mencoba mengikuti ajang bergengsi ini karena jika proposal PKM  lolos maka akan diberikan dana oleh pemerintah. Apa saja yang  membuat proposal PKM agar lolos didanai oleh DIKTI?

Dalam pembuatan proposal PKM, setiap kelompok tim PKM  harus menyiapkan terlebih dahulu ide yang akan dituangkan dalam proposal, mencari dosen untuk mendampingi dan mengarahkan dalam membuat proposal, gunakan buku pedoman PKM untuk mengikuti standar dalam pedoman,   lengkapilah berkas yang diperlukan, dan jangan lupa periksa jika ada yang salah untuk direvisi.

Berbeda sedikit dengan cara membuat skripsi, dalam pembuatan PKM mahasiswa dituntut agar kreative dan berfikir lebih jauh lagi mengenai apa yang akan dibuat. Muhammad Ridwan menekankan, kata kunci persaingan adalah kreatif dan inovatif.

Akan tetapi untuk lolos sampai pimnas bukanlah hal yang mudah, karena akan berhadapan dengan tim-tim yang sangat cerdas dari berbagai Universitas Negeri maupun Swasta yang ada di seluruh Indonesia. Oleh karena itu dituntut untuk bisa memilih tema yang menarik agar bisa masuk seleksi awal dan didanai. Ungkapnya.