(Piyungan Bantul). Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Bantul, satu di antaranya adalah padukuhan Jasem, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan Bantul. Penduduk  di padukuhan tersebut benar-benar mengalami krisis air bersih.

Wilayah sebelah timur  kota Yogyakarta ini sudah beberapa bulan mengalami kekeringan air, sumur bor sedalam lebih dari 100 meter sudah tidak bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar karena debit air yang sangat kecil.

Menurut informasi dari salah satu warga Jasem mengatakan, dusun Jasem sampai hari ini sudah masuk puluhan bantuan tangki air bersih dari beberapa donator, dan  salah satunya dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII).

Sementara Suprapto Dukuh Kampung Jasem dengan reporter mengatakan, lebih dari tiga bulan dusun Kajen ini mengalami kekeringan sementara sudah tujuh bulan tidak ada hujan. Kampung Jasem, terutama RT.02 berada di atas perbukitan cukup sulit diakses kendaraan roda empat, dihuni oleh 30 keluarga.

Ira mengaku, karena sumur warga kondisinya mongering, dan kami sudah coba sumurnya dibor lebih dalam namun debit airnya tetap sedikit. maka kita hanya menunggu uluran tangan bantuan air bersih. Ungkapnya.

Shodaqoh air bersih dari FTSP UII kerjasama dengan PT.Viramakarya ini sebagai bentuk kepedulian kita,  mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk warga yang membutuhkan, ungkap Irawan Kurnianto, S.STP  selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul.

Sementara shodaqoh air bersih pada Kamis (31 Oktober) disampaikan perwakilan FTSP UII (Yeby Yuruiandara, MT) dan PT.Viramakarya diwakili oleh Mariyadi sebanyak 50 (lima puluh) tanki diterimakan oleh Irawan Kurnianto, S.STP  selanjutnya air langsung disalurkan kepada warga setempat.

Selaku perwakilan FTSP UII (Sri Aminatun, MT) menegaskan sebagai bentuk kepedulian FTSP UII dan PT.Viramakarya menyampaikan shodaqoh air bersih untuk warga di Dusun Srimulyo Piyungan Bantul, semoga dapat bermanfaat untuk warga yang membutuhkan.