Jum’at (13 Desember) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah umum dalam yang merupakan dari acara Diskusi Akhir Tahun (DAT) 2019. DAT 2019 digelar di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta bertajub Masa depan kota di Indonesia.

Kuliah umum menghadirkan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta (H.Anies Rasyid Baswedan SE., MPP., Ph.D. dihadiri oleh Rektor UII (Fathul Wahid, ST., MT., Ph.D), Wakil Rektor I Bidang Akademik dan riset UII (Dr.Drs.Imam Djati Widodo, M.Eng., Sc), Wakil Rektor IV bidang Network dan kewirausahaan (Ir.Wiryono Raharjo, M.Arch.,Ph.D), Dekan FTSP UII (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D), Wakil Dekan bidang keagamaan, kemahasiswaan dan alumni FTSP UII (Dr.Ir.Revianto Budi Santosa, M.Arch., IAI), beberapa Dekan Fakultas dilingkungan UII, serta ratusan mahasiswa yang memadati auditorium dan hall FTSP UII.

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, H.Anies Rasyid Baswedan SE, MPP, Ph.D dalam kuliah umum menuturkankan, perencanaan kota harus melibatkan ahli dan masyarakat agar dicapai hasil yang maksimal, salah satunya dengan transportasi publik. Hal ini sudah dilakukan di Jakarta dengan menggunakan yang namanya kartu Jaklingko. Kartu ini berfungsi sebagai alat supaya masyarakat bisa berganti-ganti kendaraan sampai tujuan dengan aman dan relatif tepat waktu.

Gubernur DKI membeberkan bahwa pembangunan-pembangunan di kawasan kota tidak memperhatikan asumsi dasar perencanaan secara serius, padahal yang dibutuhkan bagaimana mengubah mindset perencanaan yang dihadapkan pada tantangan.

Anies Baswedan menjelaskan, Jakarta dalam waktu yang relatif singkat mengalami jumlah penduduk yang luar biasa, membutuhkan basic services, air bersih, sanitasi, listrik, pembuangan limbah, gas, perumahan, dan lain-lain. Basic services inilah merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan.

Perlu diketahui bahwa penduduk DKI Jakarta membutuhkan transportasi yang nyaman, dan sejak tahun 2018 telah digarap angkutan darat yang terintegrasi. Transportasi tersebut mulai dari bus hingga Angkot (Trans Jakarta, Kopaja, Metromini, Mikrolet), dan di tahun 2020 direncanakan akan terintegrasi dengan kereta api (KRL, MRT, LRT).

Saat ini integrasi angkutan umum yang sudah berjalan melibatkan 27 operator. Warga hanya menggunakan satu kartu bisa pindah dari satu kendaraan ke kendaraan lain menjadi satu paket. Alhamdulillah 27 operator mendukung sistem transportasi ini dan dinamakan Jaklingko. Anies menjelaskan, Jak dari kata Jakarta, lingko dari bahasa Manggarai NTT yang artinya jejaring. Sistem inilah terintegrasi secara rute, manajemen, dan tiketing, rutenya menyambung, warga mudah pindah dari angkutan satu ke angkutan lain. Tiketnya terusan dan manajemennya juga terintegrasi.

Anies Baswedan menambahkan, sehingga angkot tidak ngetem, karena tidak perlu menambah penumpang. Ada penumpang ataupun tidak bayarannya tetap sama saja, karena hitungannya kilometer. Sopir tidak perlu setor ke majikan, karena sopir dibayar bulanan, ditambah BPJS, dan lain-lain. Sopir juga tidak lagi kejar-kejaran untuk mendapatkan penumpang, mereka dipantau melalui GPS sehingga kalau keluar rute akan terdeteksi.

Keberhasilan mengintegrasikan angkutan darat ini mengantarkan Pemerintah DKI Jakarta mendapatkan award atau penghargaan dari Most Improve Public Transport in the World. Jakarta menjadi satu dari tiga kota di dunia. Penyerahannya di Washington, Amerika Serikat pada bulan Januari 2020. Pelajarannya, ketika kita menemukan masalah di lapangan maka harus secara serius mencari route cost dan hormati ilmu pengetahuan (panggil para expert). Tutup Anies.