Kamis (16 Januari) Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Jurusan Arsitek Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menyumpah 20 (dua puluh) lulusan arsitek profesional muda, bertempat  di Auditorium Gedung Mohammad Natsir  FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Keduapuluh  arsitek muda UII terdiri dari 11 (sebelas) wisudawan dan 9 (sembilan)  wisudawati mengikrarkan sumpahnya dihadapan Dekan FTSP UII (Miftahul Fauziah, Ph.D) dan Ketua Jurusan Arsitektur UII (Noor Cholis Idham,., Ph.D., IAI.), dan Ketua LPJK DIY (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc).

Ketua Jurusan Arsitektur UII (Noor Cholis Idham., Ph.D., IAI.) dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Arsitektur UII telah menyandang berbagai pengakuan internasional sehingga memberikan jaminan bertaraf global bagi lulusan. Di antara pengakuan yang ada antara lain adalah Canberra Accord melalui akreditas internasional oleh KAAB (Korean Architectural Accrediting Board). Pengakuan ini, ungkap Noor Cholis juga menjamin setiap lulusan kita diakui dan setara secara internasional sehingga mereka dapat terjun di dunia praktek arsitek secara global. Ungkap Noor Choolis.

Sementara Dr.Ing.Nensi Golda Yuli., ST.selaku Sekretaris Jurusan Arsitektur UII melaporkan bahwa Arsitek muda yang diambil sumpahnya tersebut telah menyelesaikan proses belajar selama kurang lebih 1 tahun yang terdiri dari 36 sks, terdiri dari 9 mata kuliah wajib serta pilihan.

Mata kuliah wajib berupa STUPA (Studio Perancangan Arsitektur)  bersama para arsitek profesional. Dalam hal ini bersama dosen pendamping yang berkualitas profesi. Para  mahasiswa praktek merancang bangunan dengan kompleksitas sedang hingga tinggi yang  beresiko sedang hingga tinggi juga berbasis proyek nyata. Proyek dikerjakan mahasiswa sebanyak 18 di luar kota dan sebanyak 42 proyek di dalam DIY.Dalam akhir laporannya Nensi golda menegaskan bahwa mahasiswa juga telah mengikuti pelatihan kode etik profesi dan tata laku arsitek oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), termasuk lulus uji kompetensi.Ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII (Dr.Drs. Rohidin, SH., M.Ag) menuturkan bahwa sumpah yang telah diucapkan oleh keduapuluh  arsitek tersebut adalah bentuk komitmen terhadap diri sendiri dan juga terhadap Sang Pencipta.

Kita ketahui bahwa tantangan dunia yang semakin kompetitif, hadirnya revolusi industri 4.0 telah mengubah sisi kehidupan manusia, terutama pada hadirnya artificial intelligence (AI), Internet of things (IOT), robot, serta mesin-mesin cerdas. Ungkapnya.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) diwakili Ketua LPJK DIY (Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc) mengatakan, para lulusan arsitek muda UII dituntut untuk memiliki sertifikat. Dalam pemilikan sertifikat dengan cara meregistrasi di LPJK sebagai lisensi dan tanda pengakuan kompetensinya secara nasional dan internasional.

Dalam kesempatan ini pula Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Prop.DIY (Sumarsono Windu Kumoro), mengatakan sejumlah 20 orang wisudawan arsitek muda lulusan UII  supaya bekerja dengan hati. Windu berpesan, bekerjalah dengan hati, kita semua punya suara hati yang positif sehingga karya-karya anda berguna.

Windu Kumoro berpendapat, arsitek merupakan profesi yang sangat luar biasa karena harus memadukan kemampuan seni dan sains atau otak kiri dan otak kanan. Apalagi saat diwisuda mereka sudah mengantongi dua akreditasi tingkat internasional. Modal ini sudah siap di tangan untuk bersaing dengan aristek dari luar negeri. ungkapnya.

Sambutan wakil wisudawan profesi arsitek muda UII diwakili oleh Aulia Rahma Nastiti yang penyampaikan kesan dan pesannya.