Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencaanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) secara rutin setiap tahunnya menggelar Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia (SAKAPARI). Acara digelar pada Sabtu (2 Pebruari) kemarin bertempat di Auditorium Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta. Seminar yang digelar mencapai series kelimanya yang sebelumnya telah dilaksanakan juga tahun-tahun sebelumnya diujung akhir semester ganjil. SAKAPARI 2020 ini bertema “Sustainability in Architecture”.

Sebagai narasumber Prof. İbrahim Numan dari Fatih Sultan Mehmet Vakif University (FSMVU) Istanbul  menyampaikan Tinjauan Umum tentang Arsitektur Komunitas Umat Muslim. Prof.Ibrahim mengemukakan  bahwa arsitektur merupakan cerminan komunitas,  sekaligus ekspresi kebudayaan yang dipengaruhi agama, bahasa, tradisi, dan seni. Perubahan pada salah satu faktor tersebut dapat mengakibatkan perubahan ekspresi budaya.

Prof.Ibrahim juga menuturkan bahwa Kabah terdiri dari transisi antara dunia fana dan dunia absolut dengan menyediakan pintu, celah spiritual. Kabah juga dianggap sebagai manifestasi migrasi vertikal menuju absolut. Kabah adalah simbol dari dimension yang ditransfer ke absolut. Ungkapnya.

Seminar internasional menghadirkan narasumber alumnus Arsitektur UII seperti  Wazid K. Bahri, S.Ars., IAIMutia A. Febriana, S.Ars; Dian Farisa, S.ArsFurqon Badriantoro, S.Ars; serta Fachri Muzaki, S.Ars.

Selaku Ketua Panitia Stefy Prasasti Anggraini, ST., M.Arch  mengumumkan hasil pemenang blue ribbon KTI (Karya Tulis Ilmiah) terbaik diberikan oleh Aussie Virnandya Wijayanto dosen pembimbing Dr.Ir.Sugini, MT., IAI., GP.

Sementara Best Paper diberikan oleh Rendy Rian Sandhika dengan dosen pembimbing  Ir.Suparwoko, MURP., Ph.D, sedangkan Best Presenter diraih oleh Hilmi Nur Fauzi dengan dosen pembimbing Dr.Ir.Sugini, MT., IAI., GP.

Dilaporkan Stefy Prasasti bahwa tidak kurang dari  100 (seratus) makalah berhasil dikumpulkan yang dipresentasikan pada acara SAKAPARI  SIA 2020 ini.  Terdapat beberapa poin hasil konferensi seperti kepedulian terhadap alam dan perencanaan serta keselamatan bangunan menjadi penting. Pemilihan software tepat untuk membantu perkembangan arsitektur berkelanjutan, desain selubung bangunan yang baik dapat memberikan kenyamanan bangunan, evaluasi termal memberikan kesimpulan tidak semua bagian memiliki kenyamanan termal yang sama, serta isu pemanasan global dan penumpukan limbah di dunia. Ungkapnya.