Tahun 2020 patut menjadi tahun yang membahagiakan bagi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII). Pasalnya, setelah perjuangan kurang lebih 9 tahun sejak 2011, Arsitektur UII berhasil mewujudkannya pada tahun 2020 dengan mendapat akreditasi internasional level tertinggi untuk masa waktu enam tahun dari Korea Architectural Accrediting Board (KAAB), di bawah naungan Canberra Accord.

Canberra Accord adalah deklarasi kesetaraan global pada pendidikan profesional arsitektur (substantial equivalency of professional degrees in architecture) yang diratifikasi oleh berbagai negara seperti Amerika (NAAB), Australia (RAIA), Kanada (CACB-CCCA), Tiongkok (NBAA), Korea Selatan (KAAB), Meksiko (COMAEA), dan Commonwealth Association atau Persemakmuran Inggris Raya (CAA). Ungkap  Ketua Jurusan Arsitektur UII (Noor Cholis Idham., ST., M.Arch., Ph.D) dalam press conference Kamis (6 Februari) bertempat di Gedung Mochammad Natsir FTSP UII Jl.Kalirang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta.

Canberra Accord juga diakui oleh Perserikatan Arsitek Dunia (UIA) dan UNESCO di bawah Charter for Architectural Education. Dengan demikian, institusi yang mendapatkan akreditasi oleh salah satu lembaga di atas secara otomatis akan diakui secara global.

Selain itu, Arsitektur UII merupakan satu di dari tiga perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mendapat akreditasi internasional. Bukan tanpa rintangan, pertama kali, UII mendapat akreditasi internasional tiga tahun pada tahun 2017, setelah pengajuan sejak 2014. Selanjutnya tahun 2019, UII kembali mengajukan re-akreditasi, yang kemudian berbuah pada tahun 2020 dengan akreditasi internasional level tertinggi, melalui skema program Pendidikan 4+1 tahun.

Demi meningkatkan kualitas, Arsitektur UII juga terus berbenah dengan berbagai fasilitas berstandar internasional. Di antaranya meliputi studio 24 jam, perpustakaan 7 hari dalam seminggu dengan koleksi lebih dari 7.500 koleksi cetak dan lebih dari 10 ribuan koleksi online. Arsitektur UII juga dilengkapi studio di konsultan arsitek professional, International Program, international exchange, dan sebagainya. Ungkap Noor Cholis.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, (Dr.Drs. Imam Djati Widodo., M.Sc., M.Eng) berharap penghargaan yang didapatkan oleh Arsitektur UII dapat mendorong program studi lain di UII. Proses akreditasi bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha dan kerja keras dari berbagai pihak.

Proses akreditasi ini merupakan proses yang cukup panjang, sehingga memerlukan berbagai usaha dari berbagai elemen. Kami berharap ini akan menjadi pemicu untuk prodi lain. Ungkap Imam Djati.

Dekan FTSP UII (Miftahul Fauziah., ST., MT., Ph.D) mengungkapkan FTSP UII  telah menerapkan berbagai kegiatan yang juga sejalan dengan visi misi yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sesuai dengan peraturan Menteri bahwa institusi yang telah mendapat akreditasi internasional, akan dikonversi menjadi akreditasi unggul. Selain itu, beberapa kebijakan menteri juga telah kami lakukan di FTSP UII, seperti kemerdekaan belajar, yang memungkinkan mahasiswa belajar di luar kelas, dan lainnya. Ungkap Miftah.

Sementara Ketua Program Studi Arsitektur (Dr.Yulianto Purwono P., ST., MT) mengatakan  manfaat atas pencapaian akreditasi internasional ini bagi masyarakat luas. Manfaat utama adalah jaminan dan kepastian lulusan selama lima tahun dan berskala internasional atau berlaku di berbagai negara dunia. Ungkapnya.