Setelah hampir setahun melanda Indonesia, pandemik Covid-19 telah menyebabkan berbagai perubahan. Salah satunya adalah bergesernya perkuliahan yang semula merupakan ruang publik menjadi ruang personal. Mahasiswa yang dulunya “diajari” menjadi “mempelajari”. Oleh karenanya, dosen harus berusaha menarik atensi mahasiswa agar pembelajaran daring berjalan lancar. Aktivitas belajar harus dirancang dengan baik oleh dosenkarena jika tidak, meskipun disediakan video yang menarik di Youtube ataupun platform lainnya tetap tidak akan dilihat oleh mahasiswa, ungkap Agung Nugroho Adi, S.T., M.T (Pak Aji), salah satu narasumber Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen terkait Penyelenggaraan Pembelajaran Daring yang diselenggarakan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII Selasa (23/3).

Sementara itu, Dekan FTSP UII, Miftahul Fauziah, S.T., M.T., dalam sambutannya menuturkan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen ini diadakan sebagai upaya memperbaiki kinerja dan kualitas pembelajaran sehingga pembelajaran terancang dengan baik dan tidak hanya sekedar memindahkan materi ke bentuk online.

Dalam paparannya, Pak Aji menjelaskan karakteristik pembelajaran daring, desain pembelajaran daring, serta contoh pengembangannya. Pada Pembelajaran Sinkron, dosen dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa namun waktunya tidak fleksibel Sebaliknya, pada pembelajaran asinkron dosen dan mahasiswa tidak dapat berinterasi secara langsung tetapi dari segi waktu lebih fleksibel. Dosen sebagai fasilitator harus melakukan perencanaan pembelajaran serta menyediakan bahan kajian yang cocok bagi mahasiswa, mendorong mahasiswa berkolaborasi mengeksplorasi bahan kajian, memberikan bantuan saat dibutuhkan, memonitor, hingga memberikan umpan balik, tutur Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran UII ini, ungkap Aji.

Di sesi kedua, Dr. Eng. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng. (Dosen Fakultas Teknik UGM) menyampaikan bahwa banyak tantangan yang dihadapi ketika melakukan kuliah daring, di antaranya untuk membangun motivasi tidaklah mudah meskipun menghadapi kondisi yang baru tetapi mindset masih tradisional, kemampuan akses internet yang bervariasi, perlunya pengetahuan tentang learning management system, hingga ketersampaian materi dan keadilan (fearness) dalam assessment.

Ia menambahkan banyak hal yang dapat dilakukan sebagai strategi mempersiapkan modul multimedia dalam kuliah daring. Salah satu strategi taktis untuk mengatasi koneksi yang kritis adalah dengan menyiapkan modul PDF dan Audio. Dosen dapat menyiapkan materi dalam bentuk slide powerpoint kemudian merekam suara melalui smartphone untuk menjelaskan setiap slide kemudian dibagikan ke mahasiswa. Strategi lain yang dapat ditempuh adalah menyiapkan modul powerpoint dan audio narasi, cisco webex.

Yang tak kalah penting untuk menunjang kesuksesan kuliah daring adalah mahasiswa harus mengetahui manfaat kuliah daring, informasi penting dalam kuliah daring bagi mereka, korelasi kuliah tersebut dengan kuliah di tahun selanjutnya, serta rasa memiliki (kontribusi) mahasiswa terhadap kelas agar membolos secara virtual yang akhir-akhir ini menjadi tren tidak terjadi, pungkas Sunu. (AI)