Pada hari Kamis, 23 Desember 2021, Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Wisuda Profesi dan Janji Arsitek, Angkatan ke-7 dan ke-8 Tahun Akademik 2021/2022 secara daring. Pada kesempatan tersebut, Program Studi Profesi Arsitek (PPAr) FTSP UII meluluskan sebanyak 34 mahasiswa terdiri dari 17 wisudawati dan 17 wisudawan. Pencapaian IP Kumulatif rata-rata 3,81 dengan IP Kumulatif terendah 3,30 dan tertinggi 4,00.

Berkenan hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI., AA., Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Dr. Yulianto P. Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI., dan Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Bhimo Widyo Andoko., S.H., M.H. Ketua IAI DIY, Ir. Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T., IAI, AA, GP.

Selain itu, hadir juga para undangan dari Forkom PAIJO (Forum Komunikasi Pendidikan Arsitek Istimewa Jogjakarta), perwakilan dari 17 Universitas Anggota APTARI dan para Ketua IAI seluruh Indonesia.

Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST., MA., IAI., dalam laporannya menyatakan bahwa mahasiswa Program Studi Profesi Arsitek UII telah menjalani proses pembelajaran K20 selama 1 (satu) tahun, dengan menempuh 36 SKS, berupa 9 Mata Kuliah baik wajib maupun mata kuliah pilihan. Mata kuliah inti berupa Studio Profesional perancangan Arsitektur berbasiskan multidisiplinary dan partisipatory dengan Dosen Pembimbing yang berkualifikasi profesi, mahasiswa melakukan praktik merancang bangunan dengan kompleksitas sedang hingga tinggi dan beresiko sedang hingga tinggi berbasis proyek nyata, baik bersama para ahli dari berbagai disiplin AEC dan stakeholder proyek. Menurutnya pembelajaran di luar kampus diperkaya dengan Integrated Project Delivery di mana mahasiswa terjun di lapangan guna mengikuti seluruh fase rancang bangun bersama pengembang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa telah pula melakukan pelatihan Kode Etik Profesi dan Tata Laku Arsitek bersama Ikatan Arsitek Indonesia, dalam hal ini IAI DIY. Atas pencapaian ini, Wisudawan wisudawati berhak mendapatkan Sertifikat Profesi atas kelulusannya dari program ini. “Kini para Arsitek muda siap bekerja dan magang selama 2 tahun dan mencapai kompetensinya dan melakukan registrasi sebagai Arsitek untuk mendapatkan STRA, menuju jenjang profesional mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII, Prof. Noor Cholis Idham, ST., M.Arch., Ph.D., IAI pada kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur atas tercapainya Re-Akreditasi Internasional penuh selama 6 tahun dari KAAB, yang diikuti dengan diperolehnya Akreditasi Unggul dari BAN-PT. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi kebanggaan bersama, yang diiringi dengan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan institusi ini.

Prof. Noor Cholis Idham juga menjelaskan bahwa tantangan perubahan zaman, kondisi terkini baik atas pandemi, kebijakan kampus merdeka, serta berbagai dinamika di dunia konstruksi dan arsitektur, mendorong perubahan kurikulum K13 menjadi K20, guna mewujudkan upaya perbaikan yang berkelanjutan serta terus dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh civitas akademika.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berjalannya program profesi arsitek ini, khususnya para mitra konsultan, biro, firma dan pengembang, serta para ahli multidisiplin selaku adjunct professor yang berkenan membimbing mahasiswa dan mahasiswi, dan IAI sebagai asosiasi wadah para Arsitek menginduk, atas seluruh kerjasama dan dukungannya terhadap berjalannya program ini,” pungkasnya.