Talkshow Riset Kolaboratif dan Multidisipliner Dorong Sinergi Akademik untuk Pembangunan Berkelanjutan
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) menyelenggarakan Talkshow Riset Kolaboratif dan Multidisipliner: Mendorong Sinergi Akademik untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan pada Sabtu 24 Januari 2026 bertepatan dengan 6 Syakban 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Gedung KH. Moh. Natsir FTSP UII serta melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu, baik dari UII maupun luar UII.
Talkshow ini menghadirkan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., sebagai narasumber utama, dengan moderator Dr. Adityawan Sigit, S.T., M.T., Ph.D., dosen FTSP UII. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman sivitas akademika tentang pentingnya riset kolaboratif dan multidisipliner dalam merespons kompleksitas persoalan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Muhamad Abduh menegaskan bahwa berbagai persoalan pembangunan, seperti banjir, perubahan iklim, ketahanan infrastruktur, dan transformasi sosial, tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan monodisiplin. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin perlu dirancang sejak tahap awal perumusan riset agar arah penelitian lebih tepat dan berdampak nyata.
“Sering kali riset dimulai secara monodisiplin, lalu di tengah jalan baru melibatkan disiplin lain. Untuk masalah besar, pendekatan multidisipliner seharusnya hadir sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran penting kepemimpinan dalam kolaborasi riset. Keberhasilan kolaborasi, menurut Prof. Abduh, tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki publikasi terbanyak, melainkan oleh kemampuan pemimpin riset dalam mengintegrasikan berbagai keilmuan menuju tujuan bersama. Selain itu, relasi antarpeneliti perlu dibangun atas dasar kolegialitas, bukan hierarki, sehingga setiap disiplin ilmu dapat berkontribusi secara setara.
Sebagai contoh, Prof. Abduh mengangkat kolaborasi internasional antara ITB dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dalam menangani persoalan banjir. Ia menjelaskan bahwa meskipun teknologi yang digunakan dapat serupa, konteks sosial dan karakter masyarakat yang berbeda menuntut pendekatan riset yang adaptif dan kolaboratif lintas negara.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari strategi membangun kolaborasi riset lintas disiplin, tantangan komunikasi antarbidang keilmuan, hingga peran kepemimpinan akademik dalam mengelola riset kolaboratif.
Moderator kegiatan, Dr. Adityawan Sigit, menyampaikan bahwa talkshow ini menjadi ruang refleksi penting bagi sivitas akademika untuk memandang riset tidak sekadar sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai proses kolaboratif dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FTSP UII menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan budaya riset kolaboratif dan multidisipliner, sekaligus menyiapkan kepemimpinan akademik yang mampu mengintegrasikan berbagai keilmuan demi menghasilkan dampak ilmiah dan sosial yang berkelanjutan.



