Tim terbaik Voli Putri FTSP UII berhasil meraih hasil memuaskan dengan membawa pulang gelar juara 2 pada pegelaran kejuaraan voli antar unit di lingkungan UII dalam rangka Milad ke-81 Universitas Islam Indonesia. Pertandingan voli tahun ini menggunakan sistem peraturan dengan rally game 25 poin. Pada babak penyisihan menggunakan sistem 2 set kemenangan (best of two), babak semifinal dan final menggunakan sistem 3 set kemenangan (best of three).

Tim pilihan yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FTSP ini secara meyakinkan melaju  babak final dengan mengalahkan FBE 2-0 (25-12;25-14) pada babak penyisihan dan berhasil mengandaskan perlawanan sengit FMIPA 3-1 (22-25;25-17;25-19;26-24) pada babak semifinal.

Partai Final yang berlangsung pada Jumat (7/6) di Gedung Olahraga Ki Bagoes Hadikoesoemo Kampus Terpadu UII, pertandingan FTSP vs Rektorat berjalan sangat ketat dengan saling menyusul angka. Berkat Kerjasama dan mental juara, set pertama tim FTSP berhasil menang terlebih dahulu (25-18). Melihat timnya cukup kewalahan pada set pertama, Tim Rektorat yang dikawal coach Aris Widada mengubah strategi dan pergantian beberapa pemain pada babak ke dua yang membuahkan hasil sehingga melalui perlawanan sengit pada set berikutnya Tim Rektorat berhasil merebut poin. Hasil akhir 1-3 (25-11;17-25;17-25) untuk Tim Rektorat menyudahi pertandingan menegangkan dan memastikan Tim Putri Rektorat meraih Juara 1 dan Tim Putri FTSP meraih Juara 2 pada kejuaraan olahraga Voli dalam rangka Milad Ke-81 UII.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid turut mengahadiri pertandingan Final Voli Putri. Gemuruh selama pertandingan turut memeriahkan keseruan pertandingan final. Tim Rektorat dan Tim FTSP menghadirkan supporter masing-masing dengan nyanyian dan yel-yel penyemangat. Suporter memberikan dukungan ke tim masing-masing dengan tertib dan tetap mengutamakan keakraban dan kerukunan seluruh civitas UII.

Tim terbaik tenis meja FTSP UII putra dan putri yang diperkuat dari unsur dosen dan tendik  meraih hasil menggembirakan pada turnamen tenis meja dalam rangka Milad ke-81 Universitas Islam Indonesia. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (31/5) di Gedung Olahraga Ki Bagoes Hadikoesoemo Kampus Terpadu UII berjalan meriah. Masing-masing tim membawa suporter dengan berbagai yel-yel dan lagu penyemangat.

Turnamen Tenis Meja tahun ini masih menggunakan peraturan yang sama dengan agenda lomba milad pada tahun sebelumnya. Baik tim beregu putra dan putri mempertandingkan tiga nomor ganda (double), system gugur dan menggunakan format game 11 poin, 3x kemenangan (best of three).

Pada partai perebutan peringkat 3, Tim Putra FTSP UII berhasil mengalahkan Tim Putra FH dengan Skor 2-0. Ganda Pertama FTSP Ngadiyo dan Brahmayadi berhasil mengalahkan ganda pertama FH Wintolo dan Daldiri dengan skor meyakinkan 3-0 (11-5;11-7;11-4). Sementara pada laga ganda kedua, setelah diwarnai perlawanan sengit. Akhirnya pasangan Eko Siswoyo dan Fandi berhasil memastikan satu tiket FTSP meraih gelar juara 3 dengan mengandaskan pasangan FH Purwanto dan Mahfud dengan skor 3-1 (11-8;7-11;11-4;13-11).

Sementara itu pada partai tim putri persaingan perebutan peringkat ke 3 berjalan cukup alot. Setelah melalui drama menegangkan dengan jual beli serangan akhirnya ganda pertama FTSP Astriana dan Sri Amini harus mengakui keunggulan ganda pertama FH Mirani dan Nunung dengan skor 1-3 (13-15;7-11;13-11;10-12). Ganda kedua FTSP Arie Indah dan Ratna berhasil membalikkan keadaan setelah cukup meyakinkan menaklukan ganda FH Ayunita dan Soliha dengan skor 3-0 (11-3;11-0;11-3). Ganda ketiga FTSP yang digalang Puji dan Stefy meskipun sempat menang pada set pertama ,akhirnya harus mengakui keunggulan Ganda FH Inna dan Desi dengan skor 1-3 (11-4;7-11;5-11;8-11).

Selain sebagai ajang silaturahmi dan menunjukkan bakat, lomba Milad tersebut juga sebagai sarana refreshing bagi dosen maupun tendik yang setiap hari disibukkan dengan rutinitas di lingkungan kerja. Sehingga apapun hasil pertandingan hendaknya mampu menambah semangat dan kebahagiaan bagi dosen dan tendik UII. Sebagaimana yang disampaikan Wakil dekan bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTSP UII, Ir. Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. “Apapun hasilnya yang penting bahagia”. Selaras dengan motivasi yang disampaikan salah satu pemain andalan FTSP, Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES, Ph.D. yang merupakan dosen Jurusan Teknik Lingkungan dan juga Direktur DPPM UII, “Kita harusnya bisa menikmati permainan dan  dibuat senang, karena untuk hasil semuanya sudah ditetapkan Allah SWT”, tambahnya.

 

Sebanyak 31 mahasiswa yang berasal dari Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Prodi Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Prodi Teknik Lingkungan, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan Site Visit to Rasuna Said Epicentrum Jakarta pada Kamis, 21 Dzulqodah 1445 H/30 Mei 2024 dengan harapan tujuan agar mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pelaksanaan manajemen properti di lapangan.

Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Manajemen Properti tersebut didampingi oleh Vendie Abma, S.T., M.T., Muhammad Kholif Lir Widyoputro, S.T., M.Sc., Dr. Andik Yulianto, S.T., M.T., dan Tri Nugroho Sulistyantoro, S.T., M.T.

Pada kesempatan tersebut diawal kegiatan dilakukan presentasi dan pemaparan oleh Melky Aliandri, ST., MBA. selaku Director PT. Bakrie Swasakti Utama dan CEO-Director PT. Provices Indonesia. Dalam paparannya beliau mengungkapkan bahwa manajemen properti adalah proses pengelolaan dan pengaturan properti fisik serta aset properti yang dimiliki atau dioperasikan oleh suatu organisasi atau individu. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, perbaikan, pengelolaan sewa, dan penjualan properti.

Lebih lanjut Melky Aliandri menambahkan bahwa pada umumnya manajemen properti dikerjakan oleh seorang manajer yang berada pada top manajemen, yang memegang kunci kendali dan tanggung jawab mengelola suatu properti. “Keseluruhan fungsi-fungsi dari manajemen properti ini apabila diperankan secara baik dan profesional dapat menunjang tugas manajer properti dalam mencapai tujuan dari pemilik properti secara terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Melky Aliandri mengungkapkan bahwa property management atau building management adalah jasa penggelolaan dan perawatan gedung, agar dapat mempertahankan atau meningkatkan nilai properti dan memberikan manfaat terbaik bagi pengguna atau pemilik gedung. Sedangkan integrated property management adalah merawat dan mengelola aset properti secara komprehensif dan terintegrasi, untuk memastikan bahwa seluruh fungsi berjalan dengan baik, serta memberikan manfaat terbaik bagi pemilik atau pengguna, sehingga masa manfaat aset tersebut bisa lebih panjang.

Usai pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan site visit yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu di Office Bakrie Tower, Mall Epicentrum Walk, Apartement Masterpiece, Apartement The Wave, Office Wisma Bakrie dan Office Rasuna Epicentrum.

Mahasiswa terlihat sangat antusias dalam kuliah lapangan tersebut. Mereka memperhatikan setiap penjelasan yang disampaikan para narasumber. Beberapa kali mahasiswa pun mengajukan pertanyaan terkait pelaksanaan manajemen properti di lapangan.

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia akan menyelenggarakan the 7th Civil Engineering Research Forum (CE ReForm) dengan tema “Digital Construction untuk Infrastruktur Tangguh Bencana: Integrasi Teknologi dalam Rekayasa Konstruksi” yang ditujukan kepada Akademisi, Praktisi, dan Mahasiswa/i dengan berbagai cakupan sub-topik diantaranya:

  1. Struktur
  2. Kebencanaan
  3. Transportasi
  4. Manajemen Konstruksi
  5. Geoteknik
  6. Sumber Daya Air

Speakers

Keynote speaker:

  • Yuamar I. Basarah, S.T., M.T., Ph.D.

Invited Speaker :

  1. Ir. Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D.
  2. Firman Aditya Putra, S.T.

Seminar akan diselenggarakan secara Luring di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia.

Tanggal-tanggal Penting

Fasilitas

  • Sertifikat Presenter
  • Sertifikat Penulis
  • Sertifikat Best Paper
  • Sertifikat Best Presenter
  • Seminar Kit

Luaran

Prosiding ber-ISSN

Naskah terpilih akan dipublikasikan di Jurnal Teknisia UII

Contact Person

 

DAFTAR CEREFORM

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional mendorong kepada para lulusan Profesi Arsitek yang secara resmi telah mendapatkan gelar profesi atau Arsitek muda untuk mendaftar sebagai anggota IAI. Pasalnya mereka akan memiliki peluang yang besar dalam bersaing di level Internasional, salah satunya menjadi anggota Arsitek di Asia bahkan Eropa.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang tentang Arsitek bukan berarti mempersulit seseorang menjadi Arsitek. Akan tetapi, justru memberikan keuntungan bagi para Arsitek. Setelah menempuh pendidikan profesi bisa berkarier di kancah global.

“Dengan bergabung di organisasi profesi maka berkesempatan menjadi anggota Arsitek Eropa atau Architects’ Council of Europe (ACE) dan anggota di level Asia Architects Regional Council of Asia (Arcasia),” tuturnya.

Demikian dituturkan Ar. Sugiarto, IAI., GP., Ketua Region 2 Pengurus Nasional IAI Periode 2021-2024 saat memberikan sambutan yang mewakili Ketua Umum IAI, dalam acara Sumpah Keprofesian Arsitek, bagi 19 lulusan Program Studi Profesi Arsitek, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu, 10 Dzulqodah 1445 H/18 Mei 2024 di Auditorium Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa menjadi anggota Arsitek di level Asia dan Eropa mempunyai kesempatan untuk bersaing dan berkarier secara global menjadi lebih luas. “Jadi tujuan UU No. 6 tahun 2017 tentang Arsitek ini memberikan kesempatan kepada Arsitek agar mampu bersaing di level Internasional,” tukasnya.

Sementara itu, Kaprodi Profesi Arsitek FTSP UII, Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI. dalam laporan singkatnya mengungkapkan bahwa mahasiswa yang dinyatakan lulus pendidikan profesi telah tuntas menjalani proses pembelajaran selama satu tahun, menempuh 36 SKS, berupa 9 mata kuliah baik wajib maupun mata kuliah pilihan.

“Mereka berperan sebagai Arsitek yang mengkoordinasikan proyek perancangan dengan kasus nyata dan belajar Architect Leadership in Community melalui mata kuliah Studio Arsitek Profesional Participatory, dan Advokasi Desain yang dikerjakan bersama klien masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa berperan menjadi pendamping masyarakat untuk menemukan solusi desain rancangan. Kegiatan kerja praktik dilakukan di perusahaan Konsultan Perencana anggota Yogyakarta Young Architect Forum (YYAF) secara akumulatif selama dua bulan. “Para lulusan ini juga telah berkontribusi pada perancangan kembali kawasan lingkungan pemukiman Code yang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” imbuhnya.

Pengambilan sumpah 19 arsitek muda tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan FTSP UII, Prof. Dr-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI. Dari jumlah tersebut 14 di antaranya berpredikat cumlaude.

Berkenan hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Rektor UII yang diwakili Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si., dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) yang diwakili oleh Komisi Pengembangan Akademik, Harry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D.