Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), UNESCO, dan Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI), menyelenggarakan Workshop Peningkatan Integrasi Pengetahuan Ekologikal (LEK) dalam Pengelolaan Sumber Daya Air berbasis Ekohidrologi pada Senin, 28 Juli 2025/ 3 Safar 2025 bertempat di Ballroom The Alana Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Luki Subehi selaku Ketua Masyarakat Limnologi Indonesia dan Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air didampingi oleh Budi Heru Santosa selaku Ketua IHP UNESCO dengan seremonial pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Dr. Luki Subehi menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal dan pendekatan ilmiah.

Universitas Islam Indonesia sebagai institusi mitra turut memberikan dukungannya melalui sambutan Rektor UII yang diwakili oleh Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI. Dalam sambutannya, Prof. Ilya menekankan perlunya pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan ilmu teknik, ekologi, dan sosial budaya dalam merumuskan strategi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Linier dengan hal tersebut, FTSP UII akan menyelenggarakan The International Conference in Sustainable Built Environment (ICSBE) yang mengangkat tema Vernacularizing Sustainability: Stories of Ideas, Spaces and Technologies sebagai wahana bertukar gagasan terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan”, pungkasnya. Lebih lanjut Prof. Ilya menuturkan bahwa the 8th ICSBE dikemas berbeda dengan biasanya, yakni berupa webinar series dengan luaran Book Chapter yang dipublikasikan secara internasional. Workshop yang diselenggarakan dengan BRIN ini sekaligus sebagai pembuka rangkaian acara Webinar the 8th ICSBE yang akan diadakan pada tanggal 1 November 2025 dan 6 Desember 2025 mendatang.

Sebelum acara wokshop dimulai, mahasiswi UII yang tergabung dalam UKM Tari Xaviera melakukan unjuk kebolehan dengan menampilkan tarian bertajuk Tari Gudeg. Tarian ini sebagai wujud pengenalan budaya kuliner khususnya makanan tradisional Yogyakarta dengan cara pembuatan yang khas, yakni “diudeg-udeg” atau diaduk-aduk terus hingga dinamakan “Gudeg”.

Workshop yang diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 28-30 Juli 2025 ini menghadirkan para peneliti, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai instansi, dengan tujuan merumuskan pendekatan integratif dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis ekohidrologi, dengan memperkuat peran Local Ecological Knowledge (LEK) sebagai landasan kebijakan dan tindakan nyata. Di akhir rangkaian acara workshop diadakan field trip ke Embung Nglanggeran, salah satu lokasi konservasi air di daerah Gunung Kidul Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta memulai kegiatan penanganan kawasan kumuh di RT 18 RW 04 Kelurahan Kotabaru. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan konsep penataan MAHANANNI (Perumahan dan Permukiman Layak Huni) melalui skema konsolidasi lahan, yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2025.

Program tersebut bertujuan untuk mengurangi luasan kawasan kumuh sekaligus menuntaskan nilai scoring kumuh menjadi nol, serta menjadi bagian dari Kegiatan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kota Yogyakarta.

Program Studi Profesi Arsitek (PPAr), Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali berpartisipasi aktif dalam proses desain dan perencanaan terkait penataan permukiman kawasan kumuh lembah Code, Kotabaru. Melalui kegiatan mata kuliah Desain Advokasi, PPAr UII mendesain kawasan dan 33 unit rumah penduduk. Dalam program ini 10 rumah yang tidak layak akan dibangun ulang menjadi layak dan semuanya terhubung jalan kawasan lembah Code.

Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., pada kesempatan tersebut mengemukakan bahwa program tersebut merupakan kerjasama DPUPKP Kota Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia. “Kegiatan ini merupakan sebuah laboratorium belajar bersama, yang juga dijalankan di Nairobi, Kenya. Kedepannya akan dijadikan contoh untuk pelaksanaan program yang sama di negara lain, yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan di Brazil,” tuturnya.

Kaprodi Program Studi Profesi Arsitek FTSP UII, Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmaji, S.T., M.T., IPM, IAI, menambahkan bahwa hasil perkuliahan Advocacy Design (Addes) PPAr UII yang berkolaborasi dengan program Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh (PPKPK) Kota Yogyakarta dihilirisasi menjadi gerakan Housing Improvement Program (Hi-Move). UII mengajak jejaring nasional dan internasional dengan menggandeng The Society for the Promotion of Area Resource Centres (SPARC) India yang mengalokasikan dana untuk pembangunan kawasan kumuh di luar India, dan Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi (SPEAK) Indonesia.

Sementara itu, acara peresmian dilaksanakan pada 7 Muharam 1447 H/3 Juli 2025 oleh Walikota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kotabaru harus menjadi serambi Malioboro, dan kedepannya dapat menjadi destinasi baru untuk wisata. Ia juga menegaskan bahwa Kotabaru dan tebing-tebing sungai disekitarnya harus menjadi bersih.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya F. Maharika, MA., IAI., bersama anggota tim Hi-Move (Housing Improvement Program) UII yang didampingi dosen-dosen PPAr UII lainnya.