
Didukung dan difasilitasi Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) Universitas Islam Indonesia (UII) Fakultas Teknik Sipil dan Perencaan (FTSP) menggelar workshop pengisian Personal Carrer Planning System (CSPS) untuk Mahasiswa Baru (MABA) Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur pada Sabtu (21 Nopember). Workshop secara daring dihadiri semua mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur yang dibagi menjadi beberapa bath, dan setiap bath terdiri dari 70 hinggga 80 mahasiswa baru 2020 berisi pengisian portofolio.

Workshop PCPS digelar secara virtual apllikasi zoom meeting berjalan dengan lancar dan mendapatkan sambutan yang positip mahasiswa baru. Dalam pelaksanaannya, workshop dibagi menjadi 4 (empat) breakout room, dan setiap ruang terdiri dari 16 hingga 19 mahasiswa didampingi oleh para career buddy.
Wahluf Abidian (Asisten dosen di fakultas FTI) selaku leader career buddy mengatakan, PCPS merupakan sebuah program pengembangan karir yang dikembangkan oleh DPKA untuk membantu dalam pengembangan dan perencanaan karir mahasiswa UII. Program PCPS juga telah menyediakan fitur bagi mahasiswa untuk mengetahui kepribadian mahasiswa dan gaya belajar mahasiswa.

Dengan memberikan penekanan MABA, Ia menjelaskan PCPS mahasiswa baru ini dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan para siswa, yang menyediakan fitur untuk pembuatan CV. dan perencaaan karir selama 7 (tujuh) semester selama duduk dibangku kuliah, sehingga adik-adik memiliki dan dapat mengetahui aktivitasnya yang mendukung pengembangan secara akademis maupun non akademisnya.
Selanjutnya Wahluf Abidian memutarkan tutorial PSPS nya berupa video yang berlangsung beberapa menit, dan dilanjutkan masuk ke breakout room nya masing-masing.





Sementara Ustadz drh.H. Agung Budiyanto, MP., Ph.D (Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada) mengemukakan bahwa kita sebagai manusia mempunyai banyak tantangan, manusia kadang rapuh, rapuh dunia rapuh akherat, butuh tempat bersandar, butuh kekuatan yang tidak dibatasi ruang dan waktu, butuh keajaiban, butuh harapan, dan butuh ketenteraman.
Ia memberikan contoh syarat kita meraih sukses meskipun kadang tidak mungkin menurut akal manusia adalah mulakullah, bidznillah, wallohu maashobirin. Kebahagiaan dan kekuatan sejati dalam menempuh cita cita ini adalah kekuatan dari Allah SWT. seperti Ngurusi masjid, ngurusi anak yatim, ngurusi dhuafa, ngurusi pengajian, ngajar TPA. Sebagaimana firman Allah SWT. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”(Al Qur’an Surat Muhammad:47:7).
