Kajian Ramadan 1447 H Jurusan Teknik Sipil FTSP UII “Kokoh dalam Iman, Sehat dalam Bekerja: Resiliensi Spiritual di Bulan Ramadan”

Ramadan adalah momentum istimewa untuk memperkuat resiliensi spiritual, di mana iman yang kokoh menjadi fondasi utama dalam menjaga produktivitas dan kesehatan saat bekerja. Puasa bukan alasan untuk menurunkan etos kerja, melainkan sarana untuk mentransformasi kerapuhan fisik menjadi kekuatan mental dan spiritual.
Kita sering salah memahami kekuatan. Kita mengira kuat itu tak pernah goyah, tak pernah lelah, tak pernah jatuh. Padahal kekuatan sejati justru lahir dari proses jatuh dan bangkit, dari rasa kurang yang melatih cukup, dari lapar yang mengajarkan kendali. “Di situlah ramadan menemukan maknanya yang paling dalam, bukan sekadar bulan ibadah, tetapi bulan pembentukan ketahanan jiwa”, tuturnya.

Demikian dituturkan ustaz Prof. drh. H. Agung Budiyanto, MP., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dalam acara Kajian Ramadan yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin, 12 Ramadan 1447 H/2 Maret 2026 di Hall Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII.
Dalam tema “Kokoh dalam Iman, Sehat dalam Bekerja: Resiliensi Spiritual di Bulan Ramadan tersebut, Prof. Agung menambahkan bahwa resiliensi adalah kemampuan bertahan dan bangkit di tengah tekanan. Ketika keduanya bertemu, kita menyadari bahwa puasa bukan hanya ritual, melainkan latihan mental, spiritual, dan sosial yang sangat nyata. Menurutnya, resiliensi umat tidak dibangun oleh individu yang hebat sendiri, tetapi oleh hati-hati yang saling menguatkan. Ramadan mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam, kita menahan diri untuk menjadi lebih kuat. Kita mengurangi konsumsi untuk memperkaya makna. Kita merasakan lapar agar jiwa tidak lagi kosong.
“Dan ketika ramadan usai, semestinya hati lebih kokoh, pikiran lebih jernih, dan jiwa lebih tahan menghadapi hidup”, pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Sipil FTSP UII, Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D. saat membuka kegiatan tersebut menyatakan bahwa iman yang kokoh membentuk mental yang tangguh, kemudian menunjang kesehatan fisik dan produktivitas dalam bekerja. Pekerja yang sehat secara jasmani dan rohani, didukung dengan iman yang kuat, akan menghasilkan kinerja yang jujur, berkualitas, dan membawa keberkahan.
“Kokoh dalam Iman, Sehat dalam Bekerja artinya menjadikan iman sebagai fondasi, dan kesehatan sebagai modal utama untuk berkarya maksimal, yang bernilai ibadah dan berbuah rezeki yang halal dan berkah”, ujarnya.


