Perkuat Daya Saing Global, FTSP UII Jadi Rujukan Studi Tiru Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan studi tiru dari Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) pada Jumat, 30 Januari 2026, bertepatan dengan 12 Syakban 1447 H. Kunjungan ini menjadi forum strategis untuk berbagi praktik baik dalam pengembangan kurikulum, penerapan Outcome-Based Education (OBE), serta penguatan daya saing program studi melalui akreditasi internasional.

Rombongan Universitas Brawijaya disambut langsung oleh sivitas akademika Jurusan Teknik Sipil FTSP UII. Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI., yang menekankan bahwa tantangan utama perguruan tinggi teknik ke depan adalah memperoleh pengakuan internasional, baik melalui akreditasi global maupun partisipasi aktif dalam kompetisi serta hibah internasional. Ia juga menyampaikan bahwa UII merupakan salah satu pionir dalam pengembangan infrastruktur pembelajaran daring sejak 2017, sehingga relatif siap menghadapi percepatan transformasi pendidikan pada masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, Dr. Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng., Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengungkapkan bahwa dari sembilan departemen yang ada, baru lima departemen yang berhasil meraih akreditasi internasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, khususnya dalam penguatan sistem pendukung OBE serta perencanaan akreditasi internasional untuk program magister dan doktor. Salah satu skema akreditasi yang tengah dipertimbangkan adalah Akreditasi Internasional Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN).

Diskusi semakin mendalam ketika Ketua Jurusan Teknik Sipil UII memaparkan perjalanan implementasi OBE yang telah dimulai sejak 2014. Ia menjelaskan proses transformasi sistem penilaian dari yang semula berbasis manual hingga beralih ke sistem digital sebagai bagian dari upaya membangun budaya OBE yang berkelanjutan. Selain itu, turut dipaparkan perkembangan kurikulum, mulai dari Kurikulum 2014, 2020, hingga Kurikulum 2025, termasuk penerapan mata kuliah capstone yang menekankan luaran nyata seperti poster dan video, serta pelibatan praktisi dan konsultan dalam proses penilaian.

Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Dr.-Eng. Ir. Eva Arifi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., kemudian membagikan pengalaman institusinya dalam meraih akreditasi IABEE pada 2024. Dr. Eva menyoroti pentingnya membangun budaya mutu yang didukung oleh sistem yang kuat agar implementasi OBE dapat berjalan secara konsisten di kalangan dosen. Pada kesempatan tersebut, pihak Universitas Brawijaya juga menggali lebih dalam praktik pembelajaran basic science dan capstone design yang diterapkan di Program Studi Teknik Sipil FTSP UII.

Menutup rangkaian diskusi, perwakilan FTSP UII memaparkan konsep OBE Plus yang terintegrasi dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pendekatan STEM dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta penggunaan Learning Outcome Assessment (LOA) berbasis web. Sistem ini memungkinkan dosen dan mahasiswa memantau capaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara transparan, sekaligus mendorong mahasiswa melakukan evaluasi mandiri terhadap pencapaian pembelajaran.

“Kunjungan studi tiru ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara FTSP UII dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan kurikulum, riset, serta peningkatan mutu pendidikan teknik sipil yang berdaya saing global,” pungkas Dr. Eng. Faizul Chasanah, S.T., M.Sc., selaku penanggung jawab penerima kunjungan.