Webinar ICSBE 2025 Angkat Gagasan Vernacularizing Sustainability, Dorong Integrasi Kearifan Lokal dan Ilmu Pengetahuan
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan Webinar Series #2 The 8th International Conference on Sustainable Built Environment (ICSBE) 2025 secara daring pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 bertepatan dengan 16 Jumadilakhir 1447 H. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian konferensi internasional ICSBE 2025 dengan tema besar “Vernacularizing Sustainability: Stories of Ideas, Spaces and Technologies”.
Webinar diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan kehadiran peserta dari berbagai latar belakang akademisi, peneliti, hingga praktisi. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI., yang menekankan pentingnya membangun jejaring lintas disiplin dan lintas negara dalam memahami keberlanjutan yang berakar pada kearifan lokal. Menurutnya, pendekatan keberlanjutan tidak dapat diseragamkan secara global, melainkan harus digali dari konteks sosial, budaya, dan lingkungan setempat.
Dalam sambutan berikutnya, Dr. Fajar Setiawan, M.Sc., Ketua Masyarakat Limnologi Indonesia sekaligus peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan duka cita atas bencana alam yang terjadi di Sumatra. “Urgensi integrasi pengetahuan ekologi lokal dengan pendekatan ilmiah modern dalam menghadapi krisis lingkungan dan kebencanaan sangatlah penting”, ungkapnya. Dr. Fajar juga mengutip filosofi Jawa “Hamamayu Hayuning Bawono” yang bermakna memperindah dan menjaga dunia sebagai landasan etis dalam pembangunan berkelanjutan.
Sesi inti webinar menghadirkan dua narasumber utama. Prof. Ir. Dr. Ramli Nazir memaparkan pentingnya pendekatan geoteknik berbasis lokasi (site-specific) dengan memanfaatkan material lokal serta pengetahuan komunitas setempat. Ia menyoroti perlunya pengembangan standar dan spesifikasi lokal, termasuk pemanfaatan bambu, dan material tradisional lainnya, agar dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ir. Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. menyoroti pengelolaan sumber daya air yang tangguh terhadap bencana melalui nature-based solutions. Ia menekankan bahwa solusi berbasis alam perlu dirancang sesuai karakteristik wilayah, sehingga tidak semata mengandalkan pendekatan teknis konvensional, tetapi juga selaras dengan sistem alam dan sosial setempat.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan panel session yang terbagi ke dalam empat ruang panel. Setiap panel membahas beragam topik mulai dari teknologi lingkungan, ekonomi sirkular, budaya, dan teknologi berbasis lokal, hingga kebijakan, etika konstruksi, dan keadilan sosial. Diskusi panel ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus wadah bagi peneliti muda untuk mempresentasikan hasil kajian mereka terkait keberlanjutan berbasis lokal.
Sebagai tindak lanjut, para pemangku kepentingan yang terlibat menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain pengembangan standar material lokal untuk aplikasi teknik, penyusunan seri Book Chapter Internasional vernacularizing sustainability, pemanfaatan data proyek percontohan untuk mendorong kebijakan pengadaan berkelanjutan, serta pendokumentasian pengetahuan tradisional untuk pengurangan risiko bencana. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah juga dinilai krusial untuk memastikan gagasan keberlanjutan berbasis lokal dapat diimplementasikan secara nyata.
Melalui webinar ini, ICSBE 2025 kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang dialog internasional yang mendorong keberlanjutan tidak hanya sebagai konsep global, tetapi sebagai praktik yang tumbuh dari akar budaya dan kearifan lokal.



