Jurusan Teknik Sipil Gelar The 10th CEREFORM

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar Civil Engineering Research Forum (CEREFORM) seri ke 10 pada 7 Syaban 1447 H/26 Januari 2026 di Auditorium Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII dengan mengusung tema “Strengthening Innovation, Sustainability, and Risk Management in Civil Engineering Toward Smart and Resilient Infrastructure”. yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Acara yang dibuka oleh Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. tersebut menghadirkan Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng., Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) periode 2019-2023, Prof. Ir. Muhamad Abduh, MT., Ph.D., Ketua Umum Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI), dan Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM., M.Sc., Ph.D., dari Universitas Diponegoro Semarang.
Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng., dalam materinya yang berjudul “Reformasi Tata Kelola Infrastruktur Publik:Antara Inovasi, Risiko dan Keberlanjutan” memaparkan bahwa reformasi tata kelola infrastruktur publik saat ini berada pada titik krusial yang menuntut keseimbangan antara inovasi teknologi, manajemen risiko yang ketat, dan keberlanjutan jangka panjang. Di Indonesia, arah pembangunan infrastruktur tahun 2026 menekankan pada integrasi, adaptabilitas terhadap tantangan global, dan efisiensi fiskal. Pembangunan tidak lagi sekadar mengejar target fisik, tetapi juga harus meningkatkan layanan publik dan keadilan sosial.
“Reformasi tata kelola infrastruktur 2025-2026 berfokus pada integrasi yang menghubungkan pembangunan jalan, transportasi, dan pendidikan, untuk menjawab tantangan global. Kunci keberhasilannya terletak pada pengawasan ketat, penerapan budaya sadar risiko, dan komitmen terhadap keberlanjutan”, paparnya.

Selanjutnya pemateri kedua, Prof. Ir. Muhamad Abduh, MT., Ph.D., dalam materinya dengan tema “Konstruksi Ramping Berkelanjutan:Reduksi Limbah dan Penciptaan Nilai dalam Proyek Infrastruktur” mengungkapkan bahwa Konstruksi Ramping Berkelanjutan merupakan pendekatan strategis dalam proyek infrastruktur yang mengintegrasikan prinsip efisiensi produksi ramping dengan tujuan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Menurutnya, pendekatan tersebut berfokus pada penghilangan limbah dalam seluruh proses konstruksi yang meliputi desain, perencanaan, dan pelaksanaan untuk memaksimalkan nilai bagi pengguna akhir sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Konstruksi Ramping Berkelanjutan menciptakan sinergi antara efisiensi ekonomi, keramahan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup, menjadikannya solusi krusial untuk pembangunan infrastruktur masa depan”, ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM., M.Sc., Ph.D., yang mengusung tema “Tata Kelola Risiko dan Penjaminan Kinerja dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi” menyatakan bahwa tata kelola risiko dan penjaminan kinerja adalah dua pilar krusial dalam pelaksanaan proyek konstruksi untuk memastikan proyek selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar mutu. Risiko yang tidak dikelola dapat menyebabkan kegagalan proyek, sementara penjaminan kinerja memberikan keyakinan kepada pemilik proyek bahwa kontraktor sanggup menyelesaikan tugas sesuai kontrak.
“Implementasi tata kelola yang baik memastikan semua pihak, pemilik proyek, kontraktor, dan konsultan bertanggung jawab dalam meminimalkan gangguan proyek”, ujarnya.

Di penghujung kegiatan dilakukan penyerahan penghargaan untuk pemenang National Research Poster Competition, 3 Minutes Pitch Competition, dan Capstone Design Exhibition.



