Mahasiswa Arsitektur Raih Prestasi di BTN Housingpreneur 2025

Dengan karya yang diunggulkan “ModuLego House 3.0”, empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) yang terdiri dari Fikri Abdulah Sahid, Ario Putra Tianto, Alfarel Yasya Ganendra, Muhammad Salman Alfaredzi berhasil menyabet Juara 2 Business Ideation Kategori Mahasiswa di ajang BTN Housingpreneur 2025.

Awarding BTN Housingpreneur 2025 diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu, 12 Syaban 1447 H/31 Januari 2026 sekaligus Closing Ceremony BTN Expo 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Direktur Utama PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Fahri Hamzah.

Kegiatan tersebut merupakan kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk menjaring ide inovatif dan wirausaha muda di sektor perumahan. Tujuannya adalah menciptakan solusi kreatif bagi backlog perumahan nasional, mendorong keberlanjutan melalui eco-tech housing, serta memperkuat ekosistem perumahan dengan menghubungkan inovator muda dengan industri.

Tema yang diusung dalam BTN Housingpreneur 2025 yaitu Housing for Nation: Smart, Green and Inclusive, yang merepresentasikan upaya bersama dalam menciptakan ekosistem perumahan yang inovatif, ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Terkait karya yang diusung, Fikri Abdulah Sahid menjelaskan bahwa ModuLego House 3.0 adalah sebuah konsep hunian tumbuh modular untuk menjawab krisis perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kota padat Indonesia. Permasalahan tidak hanya berupa backlog, tetapi juga renovasi tidak terencana akibat rumah konvensional yang dirancang sebagai produk final, sementara ekonomi keluarga MBR berkembang secara bertahap.

Menurutnya, konsep tersebut memandang rumah sebagai sistem yang dapat tumbuh mengikuti siklus hidup dan kemampuan ekonomi penghuni. Hunian sudah layak sejak tahap awal dan disiapkan untuk pengembangan melalui sistem modular plug-and-place, sehingga penambahan ruang dapat dilakukan tanpa renovasi destruktif, lebih efisien, dan minim risiko.

“ModuLego House menyasar keluarga muda dan MBR dengan daya beli awal terbatas. Selain efisien secara konstruksi, konsep ini menerapkan desain pasif sesuai iklim tropis perkotaan, sehingga menawarkan sistem hunian yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan realitas masyarakat Indonesia”, jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa ada sekitar 1.117 berkas masuk pada kompetisi tersebut, dan yang masuk tahap live pitching 14 peserta. “Ketika masuk grand judging ada 4 peserta, diambil 2 pemenang yaitu juara1 dan juara 2”, pungkasnya.