Ir. Berlian Kushari, ST, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII), tampil sebagai salah satu tokoh sentral dalam pengukuhan internasional bagi pendidikan keteknikan Indonesia. Berlian mewakili IABEE-PII pada pertemuan Sydney & Dublin Accords dalam rangka International Engineering Alliance (IEA) Meeting 2026 di Cape Town, Afrika Selatan, yang menghasilkan penerimaan IABEE secara aklamasi sebagai Provisional Signatory untuk Sydney Accord (Engineering Technology/D4) dan Dublin Accord (Engineering Technician/D3).

Keterlibatan Berlian bukan sekadar representasi resmi, kehadirannya sebagai Sekretaris Jenderal IABEE-PII menempatkan akademisi FTSP UII dalam posisi strategis saat negosiasi standar pendidikan berlangsung. Peran aktifnya memperkuat suara akademik Indonesia dalam mewujudkan pengakuan kualifikasi vokasi di tingkat internasional, sekaligus menampilkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam proses akreditasi global.

Penerimaan IABEE di Sydney dan Dublin Accords ini melengkapi status sebelumnya sebagai penandatangan Washington Accord untuk program Sarjana Teknik pada tahun 2023. Capaian tersebut merupakan bukti bahwa upaya kolaboratif antara institusi pendidikan, asosiasi profesional, dan pembuat kebijakan mulai menghasilkan hasil yang dapat meningkatkan transmisi profesional serta kualifikasi lulusan teknik Indonesia di kancah global.

Keberhasilan ini juga diikuti oleh kepercayaan IEA kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah IEA Meeting 2027 di Bali. FTSP UII menyambut baik penunjukan tersebut dan melihatnya sebagai peluang bagi akademisi untuk lebih aktif membawa agenda pendidikan teknik Indonesia ke panggung dunia sekaligus mempromosikan kapasitas institusi nasional.

FTSP UII menyampaikan penghargaan tinggi kepada Ir. Berlian Kushari atas dedikasi dan kontribusinya. Pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi dosen dan mahasiswa FTSP UII untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional di bidang keteknikan.

Geosintetik merupakan produk terbuat dari bahan polimer yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai masalah geoteknik yang memungkinkan penghematan waktu dan biaya. Keuntungan geosintetik diantaranya adalah memberikan estetika yang alami dan rapi, mengurangi kecepatan pengaliran air permukaan, menjaga kelembaban tanah untuk vegetasi, serta fleksibel dan dapat menyesuakan bentuk lereng.

Aplikasi geosintetik untuk perkuatan lereng dan timbun tanah adalah metode rekayasa geoteknik yang menyisipkan material sintetis ke dalam lapisan tanah untuk meningkatkan daya dukung, stabilitas, dan mencegah longsor. Material ini menahan gaya tarik yang tidak mampu dipikul oleh tanah, sehingga memungkinkan lereng dibuat lebih curam.

Jenis geosintetik yang digunakan hingga saat ini ada empat, yaitu geogrid, geotekstil, geocell, dan geocomposite. Geogrid berbentuk jaring dengan bukaan yang saling mengunci dengan agregat tanah. Sangat ideal sebagai tulangan utama untuk menahan gaya tarik pada lereng curam. Geotekstil terdiri dari Woven dan Non-Woven, berfungsi ganda sebagai pemisah, penyaring, dan perkuatan. Jenis woven kuat sebagai perkuatan, sedangkan non-woven ideal untuk drainase dan filtrasi.

Geocell berbentuk struktur sel tiga dimensi yang menyerupai sarang lebah,  digunakan untuk menahan tanah urugan agar tidak longsor pada permukaan lereng. Sedangkan geocomposite merupakan gabungan geonet dan geotekstil yang berfungsi maksimal sebagai jalur drainase untuk mengurangi tekanan air pori di dalam timbunan.

“Penggunaan geosintetik dalam bidang teknik sipil, khususnya dalam perkuatan tanah, telah menjadi semakin populer. Hal ini dikarenakan berbagai keunggulan yang dimilikinya, seperti kekuatan tinggi, durabilitas, dan fleksibilitas,” ungkapnya.

Demikian diungkapkan Pria Ardhana, ST., MT., Technical Engineering PT. Tetrasa Geosinindo dalam acara Geosinindo Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jum’at, 26 Dzulhijah 1447 H/12 Juni 2026 di Auditorium Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII.

Kegiatan yang mengusung tema “Aplikasi Geosintetik untuk Perkuatan Lereng dan Timbunan Tanah” tersebut juga menghadirkan Okky Aprilian Ramadhana, ST., Project Development Manager PT. Tetrasa Geosinindo.

Sementara itu, Okky Aprilian Ramadhana melalui pemaparan mendalam dan inspiratif, membagikan wawasan terkini tentang “Geosintetik dan Aplikasinya pada Project Infrastruktur”. Ia menjelaskan bahwa geosintetik dapat meningkatkan stabilitas lereng, memungkinkan konstruksi lereng atau tanggul dibandingkan sudut alami tanah, menjadikan perkuatan timbunan di atas tanah lunak sehingga dapat mencegah keruntuhan global pada timbunan yang dibangun di atas tanah dasar berlumpur atau berdaya dukung rendah. Selain itu juga sebagai pengendalian erosi, dimana dapat melindungi permukaan lereng dari gerusan air hujan sebelum vegetasi tumbuh sempurna. ”Keunggulan dari geosintetik ini adalah dapat meningkatan daya dukung tanah, mengurangi penggunaan material timbunan, peningkatan stabilitas struktur, umur pakai yang panjang, serta instalasi mudah dan cepat sehingga memungkinkan pelaksanaan proyek lebih efisien,” ujarnya.

Berkenan memberikan sambutan dan arahan pada kesempatan tersebut, Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. dan Kaprodi Teknik Sipil, Ir. Yunalia Muntafi, S.T., M.T., Ph.D. (Eng)., IPM.

Yogyakarta, 3 Juni 2026 – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan puluhan calon mahasiswa dalam kegiatan Sehari Menjadi Mahasiswa UII yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasaran UII pada Rabu (3/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon mahasiswa sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik, fasilitas, serta berbagai program studi yang dimiliki UII.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, para siswa diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kehidupan perkuliahan dan berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia di Universitas Islam Indonesia.

Kegiatan diawali di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito dengan sesi pengenalan umum mengenai Universitas Islam Indonesia. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai profil universitas, keunggulan akademik, serta berbagai fakultas dan program studi yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat mereka.

Setelah sesi pengenalan, para peserta diarahkan menuju booth masing-masing fakultas yang telah disediakan di area GKU. Melalui booth tersebut, calon mahasiswa dapat berdiskusi secara langsung dengan perwakilan fakultas untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai program studi yang diminati.

Bagi peserta yang memilih Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung FTSP UII. Setibanya di fakultas, para peserta disambut oleh tim Marketing Communication (Marcomm) FTSP dan diarahkan menuju Ruang Sidang Teknik Sipil untuk mengikuti sesi pengenalan program studi yang ada di FTSP.

Sesi pengenalan program studi disampaikan secara interaktif oleh mahasiswa berprestasi (Mapres) FTSP dari masing-masing program studi, yaitu Alwan Chandra Ririh Adhyaksa sebagai Mahasiswa Berprestasi I FTSP dari Program Studi Teknik Sipil, Aurel Rifda Huntoro sebagai Mahasiswa Berprestasi II FTSP dari Program Studi Arsitektur, dan Naila Syafa’atul Udzma sebagai Mahasiswa Berprestasi III FTSP dari Program Studi Teknik Lingkungan.

Dalam pemaparannya, ketiga mahasiswa berprestasi tersebut menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin ilmu di FTSP dapat menghasilkan solusi yang komprehensif terhadap permasalahan perkotaan. Melalui studi kasus penataan kawasan Kali Code Yogyakarta, peserta diajak memahami peran masing-masing program studi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan memiliki kualitas ruang yang baik bagi masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait perkuliahan, prospek karier, pengalaman organisasi, hingga peluang prestasi yang dapat diraih selama menjadi mahasiswa FTSP UII. Interaksi langsung dengan mahasiswa aktif memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan akademik dan nonakademik di lingkungan FTSP.

Setelah mengikuti sesi pengenalan program studi, para peserta diajak berkeliling lingkungan FTSP untuk mengenal lebih dekat fasilitas yang tersedia. Kunjungan meliputi berbagai laboratorium yang mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian di Program Studi Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat secara langsung sarana dan prasarana yang digunakan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan di FTSP kemudian ditutup dengan waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma). Selanjutnya, seluruh peserta kembali menuju GKU Prof. Dr. Sardjito untuk mengikuti sesi penutupan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasaran UII.

Melalui kegiatan Sehari Menjadi Mahasiswa UII, FTSP UII berharap para calon mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dunia perkuliahan sekaligus mengenal berbagai peluang pengembangan akademik dan profesional yang tersedia di lingkungan fakultas. Program ini menjadi salah satu upaya UII dalam menghadirkan pengalaman kampus yang nyata bagi calon mahasiswa sebelum mereka menentukan pilihan pendidikan tinggi di masa depan.

Keluarga Besar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII dengan bangga menyambut pengakuan baru bagi salah satu dosen dan alumni terbaiknya. Dr.Eng. Ir. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng., IPM resmi terpilih sebagai Ketua Cabang Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) DI Yogyakarta periode 2026–2027. Amanah ini merupakan capaian atas dedikasinya dalam mengembangkan ilmu teknik lingkungan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) merupakan asosiasi profesi yang telah berdiri sejak 10 Oktober 1977. Asosiasi ini bergerak dibidang keahlian penyediaan air bersih, pengelolaan limba padat, pengelolaan limbah cair, pengendalian pencemaran udara, pengendalian limbah bahan berbahaya dan beracun, pemulihan kerusakan lingkungan, manajemen lingkungan, drainase serta konservasi sumberdaya air.

Bagi sivitas akademika Teknik Lingkungan UII, sosok yang akrab disapa Pak Awal bukanlah nama yang asing. Beliau mengabdikan diri sebagai dosen sekaligus menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Lingkungan UII periode 2022–2026, di samping berbagai peran strategi lain di tingkat jurusan maupun universitas. Karir akademiknya mencerminkan konsistensi dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk menjawab tantangan lingkungan kontemporer.

Pak Awal menyelesaikan studi doktoralnya di Hiroshima University, Jepang, dengan kepakaran yang kuat di bidang teknologi pengolahan dan daur ulang air limbah. Keahlian ini telah diimplementasikan dalam berbagai penelitian, proyek, dan program lingkungan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Aktifitas penelitiannya tidak hanya terbatas pada publikasi ilmiah, tetapi juga menyentuh aspek penerapan teknologi ramah lingkungan yang dapat diadopsi oleh industri dan komunitas.

Pemilihan Pak Awal sebagai Ketua Cabang IATPI DI Yogyakarta merupakan hasil dari proses seleksi yang mempertimbangkan kompetensi akademik, pengalaman kepemimpinan, serta kontribusi nyata terhadap profesi ahli teknik penyehatan dan teknik lingkungan. Jabatan ini menempatkan dia sebagai tokoh yang akan memimpin pengembangan kapasitas anggota IATPI, mendorong inovasi teknologi lingkungan, serta memperkuat sinergi.

Selamat kepada Dr.Eng. Ir. Awaluddin Nurmiyanto atas amanah baru ini. Terpilihnya beliau menegaskan bahwa Teknik Lingkungan UII memiliki kader yang siap bersaing di tingkat regional dan nasional untuk membawa perubahan positif bagi keinginan lingkungan Indonesia.

Semoga kepemimpinan yang dijalankan membawa manfaat yang semakin luas bagi dunia teknik lingkungan, anggota IATPI, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keluarga besar FTSP UII akan terus mendukung setiap langkah Pak Awal dalam mengemban tanggung jawab strategis ini.

Selama ini korban bencana gempa bumi merasa tidak nyaman tinggal dalam waktu yang lama di tempat pengungsian darurat. Sebab tempat pengungsian memiliki keterbatasan dari aspek kenyamanan, privasi, serta ketahanan terhadap cuaca. Sehingga pemerintah perlu memberikan solusi hunian transisi yang mampu menjembatani kebutuhan antara fase darurat menuju hunian permanen.

Temporary Modular Shelter (TMS) merupakan salah satu solusi strategis bagi korban bencana gempa bumi. Sebab TMS memiliki karakteristik cepat dibangun, mudah dirakit dan dibongkar, fleksibel terhadap kondisi lokasi. Selain itu, memungkinkan pengembangan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Demikian diungkapkan Ir. Sely Novita Sari, ST., MT., mahasiswi Progam Studi (Prodi) Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) dalam sidang terbuka ujian promosi Doktor pada Senin, 8 Dzulhijjah 1447 H/25 Mei 2026 di Auditorium Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII.

Didepan Dewan Penguji yang terdiri Prof. Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., Prof. Ir. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng. (Promotor), Ir Fitri Nugraheni, ST., MT., Ph.D., IPM. (Co promotor I); Albani Musyafa’, ST, MT, Ph.D. (Co promotor II); Prof. Noor Cholis Idham, ST., M.Arch., Ph.D., IAI. (Penguji I), Dr. Nur Tjahjono Suharto, S.Sos, MPP., M.Eng. (Penguji Il), dan Dr. Ir. Restu Faizah, ST., MT., (Penguji II), Ir. Sely Novita Sari, ST., MT., mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Pengambilan Keputusan Menggunakan Sistem Pakar untuk Perencanaan Temporary Modular Shelter (TMS) di Wilayah Terdampak Bencana di Indonesia”.

Dalam kesempatan tersebut, Sely Novita Sari lebih lanjut menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengembangkan model pengambilan keputusan TMS berbasis sistem pakar menggunakan metode decision tree. Menurutnya model tersebut menghasilkan rekomendasi desain secara sistematis melalui integrasi tiga indikator utama, yaitu ketersediaan sumber daya manusia, material lokal, dan keterjangkauan lokasi, yang dipandang sebagai faktor utama dalam keberhasilan implementasi TMS.

“Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengambilan keputusan yang terstruktur, adaptif, dan mendukung perencanaan hunian sementara sesuai kondisi lapangan di wilayah terdampak bencana,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebaruan penelitian terletak pada pergeseran fokus dari sekadar desain produk hunian sementara menuju pembangunan model pengambilan keputusan desain TMS yang sistematis dan berbasis kondisi nyata lapangan dan mengintegrasikan regulasi nasional dan internasional, kondisi faktual pascabencana, serta kebutuhan sosial masyarakat. “Dengan pendekatan modular minimum, TMS diposisikan sebagai solusi hunian yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan. Sehingga mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, regulasi, dan praktik implementasi di lapangan,” pungkasnya.

Setelah mempertimbangkan hasil ujian, Ir. Sely Novita Sari, ST., MT. berhasil mempertahankan desertasinya dan dinyatakan lulus dengan IPK. 4.00, predikat summa cumlaude sehingga berhak menyandang gelar doktor.

Kegiatan yang berlangsung diliput pula oleh beberapa media cetak dan online di antaranya:

  1. https://beritabernas.com/sely-novita-sari-lulus-dengan-predikat-suma-cumlaude-dalam-ujian-promosi-doktor-di-ftsp-uii/
  2. https://www.jogpaper.net/sely-novita-sari-tms-solusi-hunian-kontekstual-adaptif-dan-berkelanjutan/
  3. https://kedu.suaramerdeka.com/pendidikan/2117170834/perencanaan-hunian-sementara-perlu-lewat-pendekatan-terintegrasi-dan-kontekstual
  4. https://portaljogja.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2510229951/sely-novita-sari-raih-gelar-doktor-kembangkan-hunian-sementara-untuk-korban-bencana
  5. https://rri.co.id/yogyakarta/iptek/2444105/raih-summa-cumlaude-di-uii-sely-novita-sari-ciptakan-hunian-pascabencana?nocache=true