FTSP UII Gelar Workshop Desain Capaian Pembelajaran dan Metode Assesment dengan Sistem OBE

Senin (8 April)  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia  (UII) menggelar  workshop Desain Capaian Pembelajaran dan Metode Assesment dengan sistem Outcome Based Education (OBE) bertempat di Ruang Sidang Dekanat Gedung Mohammad Natsir FTSP Jl.Kaliurang Km 14,5 Sleman Yogyakarta.

Dalam sambutannya Dekan FTSP UII (Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D) menuturkan, pada tahun akademik 2018/2019 ini ketiga Program Studi S1 dilingkungan FTSP baik Prodi Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan sedang melakukan review kurikulum. Kurikulum di masing-masing Program Studi telah terakreditasi internasional yang mengharuskan kurikulum dengan menggunakan sistem  Outcome Based Education (OBE).

Miftahul Fauziah menambahkan, dalam sistem OBE ini capaian pembelajaran lulusan harus didesain sedemikian rupa, juga mewajibkan agar seluruh capaian pembelajaran yang telah didesain dapat diukur atau assesment. Oleh karenanya di masing-masing Program Studi FTSP UII mengembangkan sistem assesment untuk menjamin agar dapat dikukur tingkat ketercapaiannya pada masing-masing lulusan. Dalam hal ini pula Universitas memiliki sistem assesment capaian pembelajaran kurikulum Ulil Albab berupa Satuan Kredit Pembelajaran (SKP).

Kami berharap dengan workshop ini semoga kita dapat mendesain capaian pembelajaran serta metode assementnya pada kurikulum Program Studi Sarjana dan Pasca Sarjana yang terintegrasi dengan kurikulum Ulil Albab. Ungkapnya.

Dalam workshop menghadirkan narasumber Dr.Jaka Nugraha, S.Si., M.Si; Dr.-Ing.Ir.Ilya Fajar Maharika, MA., IAI; dan Beni Suranto, ST., M.Eng. yang diiukuti oleh 30 (tiga puluh) peserta dari pengurus Program Studi, perwakilan KBK, serta perwakilan tim review kurikulum dari masing-masing Program Studi.

Beni Suranto, ST., M.Eng (Direktur Pembinaan Kemahasiswaan UII) memaparkan tentang Desain SKP dan SKPI sebagai bagian dari upaya mencapai Capaian Pembelajaran (CP) Universitas,  Dr.-Ing.Ir.Ilya Fajar Maharika, MA., IAI (Kepala BPA UII) menyampaikan kurikulum Ulil Albab, dan Dr.Jaka Nugraha, S.Si., M.Si (Direktur Pengembangan Akademik UII) memaparkan Desain dan assesment integrasi CP Program Studi dengan CP Universitas Kurikulum Ulil Albab.

 

Mahasiswa  FTSP UII Ciptakan Starp Up Penghubung Investor dan Kreator

3 (tiga) mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali  menciptakan inovasi dan kewirausahaan berupa Starp Up Penghubung Investor dan Kreator digital yang diberi nama Idea Valley. Masing-masing Ade Wahyu Hidayat (15511283), Edwin Budi Setiawan (15511286) dan Dwi Nurul Ilmih Ahkam (15511285).

Ade Wahyu Hidayat  mengatakan Idea Valley ini merupakan aplikasi ponsel dengan sistim penggalangan dana dari sejumlah besar orang maupun investor untuk memodali suatu proyek inovasi dari para penggagas. Sederhananya, Idea Valley menjadi media bagi pemilik kreator bertemu dengan investor dalam mewujudkan sebuah produk yang kompetitif, dengan konsep crowdfunding. Jadi siapa saja bisa membantu penggagas dalam mewujudkan gagasannya.  

Idea Valley ini merupakan forum atau sarana dialog terkait riset, penyedia informasi dan komunikasi yang universal, meningkatkan jumlah riset secara substantif, memfasilitasi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan pemberdayaan dan penguatan masyarakat. Industri 4.0 memaksa kita untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang cepat dan banyak. Sehingga hadirnya Idea Valley harapan kami dapat menylesaikan berbagai permasalahan di berbagai sektor secara cepat dan tepat.

Pada tahun 2030, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 secara global. Ekonomi Indonesia saat ini masih mengandalkan sumber daya alam dan jumlah populasi yang besar. Indonesia memang memiliki beragam sumber daya alam yang sangat besar. Namun ketersediaan sumber daya alam ini belum cukup untuk menjadikan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar.

Mengingat ekonomi Indonesia dipengaruhi dan di bentuk oleh teknologi, inovasi dan kewirausahaan untuk menjawab kebutuhan kemajuan ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia haruslah berbasis pengetahuan terpadu secara regional, kompetitif secara global dan ekonomi terbuka tetapi tetap berpihak kepada rakyat berkarakter ecology-friendly dan maritime. Tetapi, saat ini Indonesia berada pada titik kritis. Indonesia dihadapkan oleh tiga tantangan utama yaitu masalah produktivitas, distribusi pertumbuhan yang tidak merata dan memastikan agar tidak terjadi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Ungkapnya.
Berkat konsep crowdfunding, Idea Valley berhasil memperoleh predikat Best Inovasi Konseptual 1dan Best Delegation 3 pada ajang Nusantara Inovation Summit 2019. Alhamdulillah ide kami mendapat respon yang cukup baik di ajang ini, semoga hasil ini bisa memacu kami untuk lebih mengembangkan lagi. Harapannya.

FTSP UII Gelar Kuliah Tamu Bersama RUCIKA

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki 3 (tiga) Program Studi (Prodi) yang ketiganya sudah memiliki Akreditasi Internasional. Prodi Teknik Sipil  mendapatkan pengakuan akreditasi internasiional dari JABEE Jepang, Prodi Teknik Lingkungan mendapatkan pengakuan akreditasi internasional dari Accreditation Board of Engineering and Technology (ABET) USA, sedangkan Prodi Arsitektur  mendapatkan pengakuan akreditasi internasional dari Korean Architecture Accrediting Board (KAAB). Akreditasi internasional yang telah diraih ini bukan merupakan tujuan utama, namun yang lebih penting adalah untuk mempersiapkan pembelajaran dengan sebaik baiknya, perbaikan berkelanjutan di semua lini.

Demikian disampaikan kata sambutan mewakili Pimpinan Fakultas FTSP UII Yebby Yuriandala, ST., MT dalam penyelenggaraan kuliah tamu kerjasama FTSP UII dengan RUCIKA pada kamis (28 Maret) bertempat di Auditorium  Gedung Mohammad Natsir FTSP UII Jl.Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta.

Narasumber kuliah tamu oleh Muhajir Direktur Rucika mengatakan bahwa air dalam plambing terdiri air bersih yaitu air yang layak untuk konsumsi (minum dan memasak), utuk mandi untuk memuci, air hujan, air buangan yaitu air sisa dari mandi mencuci tangan mencuci pakaian mencuci piring dan kendaraan, dan air kotor (Black water) air yang berasal dari toilet.

Syarat instalasi pipa air bersih dengan teknis yang optimal mudah dijangkau, aman dan sesuai dengan SNI 8153:2015. Kwalitas yang cukup, yaitu jumlah air bersih harus mencukupi kebutuhan. Higienis, air bersih harus higienis dengan syarat tidak berwarna tidak berbau dan tidak berasa. Ekonomis, ketersediaan air bersih yang hemat biaya.

Syarat instalasi pipa air limbah harus ada kemiringan pipa, air mengalir dengan udara, ukuran pipa benar, tidak terjadi tekanan, ada perangkap bau, dan ada perangkap lemak bila diperlukan.

Mahasiswa FTSP UII Sabet Juara Dua Rancang Bangun Jembantan Tingkat Nasional

Perancangan bangunan jembatan memerlukan suatu rencana yang efektif dan efisien, disamping bahan dan biaya yang dibuat dengan perhitungan cermat, ketahanan jembatan yang cukup kuat untuk menahan beban juga menjadi perhatian. Hal inilah yang mendorong 3 (tiga) mahasiswa Program Studi Tenik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) membuat rancangan jembatan yang diikutkankan pada Balsa Bridge Competition yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sipil, Politeknik Negeri Semarang. Kompetisi itu merupakan rangkaian dari Civil Expo Part VII.

Tim Epsilon UNISI terdidi dari  Ahmad Latiful Ansori (16511254) selaku Ketua Tim, dan 2 (dua) anggota masing-masing  Ahmad Ahsan Tajul Muluk (16511005), dan Dhanoe Seto Nugroho (17511193) didampingi dosen pembimbing Astriana Herdawati, ST., M.Eng berhasil menyabet juara 2 pada lomba Rancang Bangun Jembatan yang diikuti lebih dari 162 Tim dari sekitar 30 kampus di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Ahmad Latiful Ansori mengatakan bahwa  lomba ini terdiri dari 2 (dua) dua tahap, tahap penyisihan dan final. Tahap pertama dilaksanakan pada 21 Februari 2019 dengan mekanisme lomba membuat prototipe jembatan balsa dan di uji kekuatannya dan. Dalam final dilaksanakan pada 8-9 Maret 2019 yang menyisahkan 9 tim. Finalis diminta membuat prototipe jembatan balsa dengan bahan yang telah disediakan panitia dalam waktu 3 (tiga) jam,  dan finalis diminta untuk mempresentasikan desain jembatan yang telah dibuat, kemudian dilanjut pengujian kekuatan.

Salah satu tantangan terberat dalam menghadapi para pesaing adalah tuntutan kemampuan mereka untuk memahami analisis struktur. Namun berkat kerja keras serta semangat mereka bisa mengatasinya. Ungkapnya.