Dari Peralatan hingga Pengendalian Proyek, PSTS FTSP UII Bahas Kunci Sukses Konstruksi

Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (PSTS FTSP UII) kembali menghadirkan kuliah umum bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Program Sarjana dengan tema “Optimalisasi Peralatan, Metode Konstruksi, dan Pengendalian Proyek untuk Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Konstruksi.” Kegiatan ini digelar secara luring pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Auditorium Lantai 3 FTSP UII, Sleman.

Kuliah umum ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan aspek teknis dan manajerial dalam proyek konstruksi. Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan memahami bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga oleh ketepatan memilih peralatan, menyusun metode kerja, serta mengendalikan waktu dan biaya secara sistematis.

Kegiatan ini menghadirkan Mahmud Hariono dari PT Waskita Karya, yang berbagi pengalaman dan pandangan praktis mengenai pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan. Kehadiran praktisi industri ini diharapkan mampu mempertemukan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas kerja di dunia konstruksi. Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah pengalaman dalam Pengendalian Proyek Bandara Ahmad Yani, yang memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya pengendalian proyek berskala besar dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Di tengah dinamika industri konstruksi yang terus berkembang, pemahaman teoritis saja tidak lagi memadai. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan perspektif praktis agar mampu membaca tantangan lapangan, memahami proses kerja, dan menilai bagaimana sebuah proyek dapat dikendalikan dengan baik sejak tahap awal hingga penyelesaian.

Aspek perencanaan jadwal proyek juga menjadi bagian penting dalam kuliah umum ini. Mahasiswa  dikenalkan pada konsep dasar penjadwalan, penyusunan Work Breakdown Structure, penentuan durasi pekerjaan berbasis metode dan produktivitas alat, hingga penyusunan network planning, bar chart, kurva-S, dan identifikasi jalur kritis. Di sisi lain, pengendalian waktu dan biaya proyek  dibahas melalui monitoring progres pekerjaan, analisis deviasi antara rencana dan realisasi, hingga faktor penyebab keterlambatan dan cost overrun. Narasumber juga memberikan pengalaman praktis mengenai strategi percepatan pekerjaan, optimasi sumber daya, dan revisi metode kerja untuk menjaga kinerja proyek tetap efektif.

Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan cara pandang yang lebih kritis dan solutif terhadap persoalan konstruksi. Mahasiswa diajak untuk melihat bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada satu aspek, melainkan pada sinergi antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang berjalan seimbang.