Ujian Sidang Terbuka Promosi Doktor Teknik Sipil Ir. Sely Novita Sari, ST., MT. “Rancang Bangun Pengambilan Keputusan Menggunakan Sistem Pakar untuk Perencanaan Temporary Modular Shelter (TMS) di Wilayah Terdampak Bencana di Indonesia”
Selama ini korban bencana gempa bumi merasa tidak nyaman tinggal dalam waktu yang lama di tempat pengungsian darurat. Sebab tempat pengungsian memiliki keterbatasan dari aspek kenyamanan, privasi, serta ketahanan terhadap cuaca. Sehingga pemerintah perlu memberikan solusi hunian transisi yang mampu menjembatani kebutuhan antara fase darurat menuju hunian permanen.
Temporary Modular Shelter (TMS) merupakan salah satu solusi strategis bagi korban bencana gempa bumi. Sebab TMS memiliki karakteristik cepat dibangun, mudah dirakit dan dibongkar, fleksibel terhadap kondisi lokasi. Selain itu, memungkinkan pengembangan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Demikian diungkapkan Ir. Sely Novita Sari, ST., MT., mahasiswi Progam Studi (Prodi) Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Islam Indonesia (UII) dalam sidang terbuka ujian promosi Doktor pada Senin, 8 Dzulhijjah 1447 H/25 Mei 2026 di Auditorium Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII.
Didepan Dewan Penguji yang terdiri Prof. Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., Prof. Ir. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., ASEAN Eng., APEC Eng. (Promotor), Ir Fitri Nugraheni, ST., MT., Ph.D., IPM. (Co promotor I); Albani Musyafa’, ST, MT, Ph.D. (Co promotor II); Prof. Noor Cholis Idham, ST., M.Arch., Ph.D., IAI. (Penguji I), Dr. Nur Tjahjono Suharto, S.Sos, MPP., M.Eng. (Penguji Il), dan Dr. Ir. Restu Faizah, ST., MT., (Penguji II), Ir. Sely Novita Sari, ST., MT., mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Pengambilan Keputusan Menggunakan Sistem Pakar untuk Perencanaan Temporary Modular Shelter (TMS) di Wilayah Terdampak Bencana di Indonesia”.
Dalam kesempatan tersebut, Sely Novita Sari lebih lanjut menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengembangkan model pengambilan keputusan TMS berbasis sistem pakar menggunakan metode decision tree. Menurutnya model tersebut menghasilkan rekomendasi desain secara sistematis melalui integrasi tiga indikator utama, yaitu ketersediaan sumber daya manusia, material lokal, dan keterjangkauan lokasi, yang dipandang sebagai faktor utama dalam keberhasilan implementasi TMS.
“Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengambilan keputusan yang terstruktur, adaptif, dan mendukung perencanaan hunian sementara sesuai kondisi lapangan di wilayah terdampak bencana,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebaruan penelitian terletak pada pergeseran fokus dari sekadar desain produk hunian sementara menuju pembangunan model pengambilan keputusan desain TMS yang sistematis dan berbasis kondisi nyata lapangan dan mengintegrasikan regulasi nasional dan internasional, kondisi faktual pascabencana, serta kebutuhan sosial masyarakat. “Dengan pendekatan modular minimum, TMS diposisikan sebagai solusi hunian yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan. Sehingga mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, regulasi, dan praktik implementasi di lapangan,” pungkasnya.

Setelah mempertimbangkan hasil ujian, Ir. Sely Novita Sari, ST., MT. berhasil mempertahankan desertasinya dan dinyatakan lulus dengan IPK. 4.00, predikat summa cumlaude sehingga berhak menyandang gelar doktor.
Kegiatan yang berlangsung diliput pula oleh beberapa media cetak dan online di antaranya:
- https://beritabernas.com/sely-novita-sari-lulus-dengan-predikat-suma-cumlaude-dalam-ujian-promosi-doktor-di-ftsp-uii/
- https://www.jogpaper.net/sely-novita-sari-tms-solusi-hunian-kontekstual-adaptif-dan-berkelanjutan/
- https://kedu.suaramerdeka.com/pendidikan/2117170834/perencanaan-hunian-sementara-perlu-lewat-pendekatan-terintegrasi-dan-kontekstual
- https://portaljogja.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-2510229951/sely-novita-sari-raih-gelar-doktor-kembangkan-hunian-sementara-untuk-korban-bencana
- https://rri.co.id/yogyakarta/iptek/2444105/raih-summa-cumlaude-di-uii-sely-novita-sari-ciptakan-hunian-pascabencana?nocache=true


